Hyundai dan Kia Bayar Denda Rp2,9 Triliun karena Video Tantangan TikTok

Jum'at, 19 Mei 2023 - 10:22 WIB
loading...
Hyundai dan Kia Bayar...
Kia Challenge yang diviralkan The Kia Boyz ternyata memang sangat mudah dilakukan. Foto/Screen Capture YouTube Donut
A A A
WASHINGTON - Hyundai dan Kia akhirnya sepakat membayar tuntutan class action yang diajukan masyarakat karena adanya video pencurian yang sangat viral di TikTok. Jumlah uang yang harus dibayarkan tidak main-main, mencapai USD200 juta atau setara Rp2,9 triliun.

Diketahui gugatan class action itu dipicu oleh video viral yang dilakukan oleh kelompok pencuri bernama The Kia Boyz. Di video itu The Kia Boys mengajak masyarakat untuk mencoba mencuri mobil-mobil Hyundai dan Kia.

Menurut mereka mencuri mobil-mobil buatan Korea Selatan itu sangat mudah hanya dengan menggunakan kabel USB. Mereka pun menantang orang-orang untuk melakukan hal yang sama melalui tantangan bernama Kia Challenge.

Baca juga; Gampang Dicuri, KIA dan Hyundai akan Dituntut ke Pengadilan

Tantangan itu akhirnya langsung direspons oleh banyak orang yang tidak bertanggung jawab. Alhasil tingkat pencurian mobil-mobil Hyundai dan Kia, terutama yang diproduksi tahun 2015-2019, mengalami peningkatan drastis.

Dari situlah masyarakat yang memiliki mobil Hyundai dan Kia melakukan gugatan class action. Mereka kecewa karena Hyundai dan Kia tidak melengkapi mobil buatan mereka dengan sistem pengamanan yang baik. Terutama immobilizer yang dijadikan celah oleh The Kia Boyz.

Pengadilan akhirnya mengabulkan tuntutan tersebut dan meminta Hyundai dan Kia membayar kerugian yang ada. Dilaporkan The Verge uang sebesar Rp2,9 triliun itu akan diberikan kepada 9 juta pemilik mobil Hyundai dan Kia yang tidak dilengkapi dengan fitur tombol Stop Star Button dan Immobilizer.

Baca juga; Tekan Kasus Pencurian Mobil, Hyundai dan Kia Rilis Software Anti-Maling

Dari uang Rp2,9 triliun itu sebanyak Rp2,14 triliun digunakan untuk ganti rugi mereka yang mobilnya dicuri akibat video viral tersebut. “Kami menghargai kesempatan ini untuk memberikan dukungan kepada konsumen kami yang terkena dampak aktivitas kriminal yang terus meningkat di mobil buatan kami," ujar Jason Erb, Chief Legal Officer Hyundai Motor North America, Jumat (19/5/2023).
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lawan Toyota Yaris Cross,...
Lawan Toyota Yaris Cross, Hyundai i20 Berubah Ukuran
Hyundai SantaFe EREV...
Hyundai SantaFe EREV Kepergok Sedang Cas Baterai, Segini Jangkauannya
Hyundai dan KAI Bergabung...
Hyundai dan KAI Bergabung Hadirkan Taksi Terbang di Korea Selatan
Hyundai Pecah Rekor...
Hyundai Pecah Rekor Pendapatan Rp537 Triliun, tapi Kok Labanya Anjlok?
Kia K5 Facelift Terungkap,...
Kia K5 Facelift Terungkap, Bermesin Hybrid dengan Teknologi Premium
Rp399 Juta untuk Kia...
Rp399 Juta untuk Kia Carens 2026: Masihkah Masuk Akal Dibanding Stargazer X?
Kronologi ART Angel...
Kronologi ART Angel Lelga Ketahuan Mencuri, Berawal dari Cari Barang yang Mau Dipakai
Polisi Tetapkan ART...
Polisi Tetapkan ART Angel Lelga sebagai Tersangka Kasus Dugaan Pencurian, Langsung Ditahan
Kejagung Sebut Kasus...
Kejagung Sebut Kasus Pencurian Sandal Jepit Tak Harus ke Pengadilan, Bisa Diselesaikan lewat RJ
Rekomendasi
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
Berita Terkini
Mau Beli Mobil Baru...
Mau Beli Mobil Baru atau Bekas? OLX Kini Sediakan Keduanya dalam Satu Platform
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Minat Mobil Bekas Menurun,...
Minat Mobil Bekas Menurun, Opsi Pilihan Mobil Baru Naik
Infografis
Ukraina Menolak Bayar...
Ukraina Menolak Bayar Utang Rp5.705 Triliun kepada AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved