Standar Pengisian Baterai Bikin Penjualan Motor Listrik Lesu
Sabtu, 07 Oktober 2023 - 19:53 WIB
loading...
Penjualan motor listrik di Indonesia sepanjang tahun ini hanya mencapai 1 persen. (Foto: Dok SINDOnews)
A
A
A
JAKARTA - Penjualan motor listrik di Indonesia sepanjang tahun ini hanya mencapai 1 persen. Seretnya angka penjualan disinyalir karena masih ada keraguan dari masyarakat mengenai standar pengisian baterai.
“Itu permasalahan dasarnya karena secara industri dunia pun sampai saat ini memang sudah ada banyak standar tapi belum regulated,” kata Sesjen Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) Hari Budianto dilansir Sabtu (7/10/2023).
Keraguan utama terletak pada standar baterai listrik motor yang butuh penyeragaman jenis agar bisa ditentukan sistem pengisian yang sesuai di Indonesia. Saat ini, baterai yang digunakan oleh motor listrik diproduksi oleh produsen untuk menyesuaikan tegangan yang dibutuhkan. Oleh sebab itu, ada beragam macam jenis baterai dengan berbagai besar daya pengisian.
Baca Juga: Honda Tawarkan Sepeda Motor Listrik Pertama
“Pertanyaannya, Kalau mau distandarkan 1 atau 2 atau 3, masalahnya kan macam-macam baterai ini kebutuhannya menyesuaikan dari motornya. Kira-kira bisa tidak disatuin. Tentu logikanya adalah susah untuk distandarisasi,” ujar Hari.
“Itu permasalahan dasarnya karena secara industri dunia pun sampai saat ini memang sudah ada banyak standar tapi belum regulated,” kata Sesjen Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) Hari Budianto dilansir Sabtu (7/10/2023).
Keraguan utama terletak pada standar baterai listrik motor yang butuh penyeragaman jenis agar bisa ditentukan sistem pengisian yang sesuai di Indonesia. Saat ini, baterai yang digunakan oleh motor listrik diproduksi oleh produsen untuk menyesuaikan tegangan yang dibutuhkan. Oleh sebab itu, ada beragam macam jenis baterai dengan berbagai besar daya pengisian.
Baca Juga: Honda Tawarkan Sepeda Motor Listrik Pertama
“Pertanyaannya, Kalau mau distandarkan 1 atau 2 atau 3, masalahnya kan macam-macam baterai ini kebutuhannya menyesuaikan dari motornya. Kira-kira bisa tidak disatuin. Tentu logikanya adalah susah untuk distandarisasi,” ujar Hari.
Lihat Juga :