Ini Spesifikasi NIO yang Diusulkan Mendag Zulhas Jadi Mobil Listrik Indonesia
Jum'at, 20 Oktober 2023 - 09:06 WIB
loading...
Saat ini NIO memiliki tujuh model mobil listrik, jenis sedan dan SUV, yang sudah dipasarkan di negara asalnya, China. Foto: NIO
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menawarkan NIO untuk menjadi mobil listrik Indonesia yang diproduksi di dalam negeri. Ini untuk memastikan masyarakat bisa mendapatkan kendaraan listrik berkualitas dengan harga terjangkau.
Hal tersebut disampaikan Mendag Zulkifli Hasan saat bertemu Direktur Finansial NIO Steven Weng dan Wakil Presiden China Railway Rolling Stock Corporation-Electric Vehicle (CRRC EV) Zang Wei, di Beijing, Tiongkok, belum lama ini.
“Kami tawarkan untuk memfasilitasi investasi NIO dan CRRC EV di Indonesia. Kondisi politik Indonesia yang stabil, ekonomi terus tumbuh, dan berbagai insentif menciptakan momentum tepat untuk perusahaan EV mengembangkan bisnis mereka di Indonesia,” kata Mendag dalam keterangan resmi.
NIO dan CRRC EV menyambut baik tawaran Mendag Zulkifli Hasan dan melihat potensi untuk berkontribusi dalam mengembangkan ekosistem EV di Indonesia.
Mereka berharap dapat menemukan mitra lokal yang tepat untuk ekspansi bisnis di Tanah Air.
“Kehadiran produsen EV asal Tiongkok diharapkan dapat berdampak positif bagi pengembangan industri EV di Indonesia. Saya kembali menegaskan bahwa ini adalah saat yang tepat bagi perusahaan EV Tiongkok untuk mulai berinvestasi di Indonesia,” ujar Mendag.
Sebagai informasi, saat ini NIO memiliki tujuh model mobil listrik, jenis sedan dan SUV, yang sudah dipasarkan di negara asalnya, China. Model eS7 yang masuk dalam segmen SUV 5-seater diyakini jadi paling cocok masuk Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Mendag Zulkifli Hasan saat bertemu Direktur Finansial NIO Steven Weng dan Wakil Presiden China Railway Rolling Stock Corporation-Electric Vehicle (CRRC EV) Zang Wei, di Beijing, Tiongkok, belum lama ini.
“Kami tawarkan untuk memfasilitasi investasi NIO dan CRRC EV di Indonesia. Kondisi politik Indonesia yang stabil, ekonomi terus tumbuh, dan berbagai insentif menciptakan momentum tepat untuk perusahaan EV mengembangkan bisnis mereka di Indonesia,” kata Mendag dalam keterangan resmi.
NIO dan CRRC EV menyambut baik tawaran Mendag Zulkifli Hasan dan melihat potensi untuk berkontribusi dalam mengembangkan ekosistem EV di Indonesia.
Mereka berharap dapat menemukan mitra lokal yang tepat untuk ekspansi bisnis di Tanah Air.
“Kehadiran produsen EV asal Tiongkok diharapkan dapat berdampak positif bagi pengembangan industri EV di Indonesia. Saya kembali menegaskan bahwa ini adalah saat yang tepat bagi perusahaan EV Tiongkok untuk mulai berinvestasi di Indonesia,” ujar Mendag.
Sebagai informasi, saat ini NIO memiliki tujuh model mobil listrik, jenis sedan dan SUV, yang sudah dipasarkan di negara asalnya, China. Model eS7 yang masuk dalam segmen SUV 5-seater diyakini jadi paling cocok masuk Indonesia.
Lihat Juga :