Isuzu Optimistis Tetap Tumbuh pada 2024
Jum'at, 26 Januari 2024 - 08:02 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Yusak, secara persentase penjualan, kenaikan yang sangat pesat justru diperoleh Isuzu GIGA yang melonjak 34,5 persen dari semula 3.370 unit di tahun 2022 menjadi 4.553 unit. ”Pangsa pasar GIGA melonjak drastis dan mencetak rekor, dari semula 13 persen menjadi 17 persen,” tambah dia.
Yusak mengatakan, pada tahun 2023 itu, Isuzu meraih prestasi mengejutkan karena bisa mempertahankan selama empat tahun berturut turut meningkatkan pangsa pasar sebesar empat persen. Sedangkan untuk suku cadang mengalami kenaikan signifikan sebesar 19,8 persen. ”Ini menjadi pencapaian terbaru Isuzu di Indonesia,” kata Yusak.
Diakui, pencapaian besar di 2023 itu berkat strategi Isuzu terus mendekatkan diri ke konsumen, terutama dalam layanan purna jual. ”Kendaraan niaga itu sangat dibutuhkan untuk produksi, sehingga yang perlu diperhatikan tidak hanya menjual unit, tetapi layanan purna jualnya, yang memastikan kalau bisa down time-nya zero,” tutur Yusak.
Menurut Yusak, strategi memperkuat layanan purna jual akan ditingkatkan di 2024. Makanya, walaupun ada kekhawatiran di tahun politik dan masih melemahnya industri kendaraan niaga, Isuzu melihat ada peluang dari masih tingginya harga komoditas global, dan perekonomian nasional yang masih positif dengan pertumbuhan di kisaran 5 persen.
Sebelumnya, Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi memiliki optimisme serupa. Ia menilai, tahun politik tak terlalu berpengaruh pada penjualan mobil secara nasional.
Yusak mengatakan, pada tahun 2023 itu, Isuzu meraih prestasi mengejutkan karena bisa mempertahankan selama empat tahun berturut turut meningkatkan pangsa pasar sebesar empat persen. Sedangkan untuk suku cadang mengalami kenaikan signifikan sebesar 19,8 persen. ”Ini menjadi pencapaian terbaru Isuzu di Indonesia,” kata Yusak.
Diakui, pencapaian besar di 2023 itu berkat strategi Isuzu terus mendekatkan diri ke konsumen, terutama dalam layanan purna jual. ”Kendaraan niaga itu sangat dibutuhkan untuk produksi, sehingga yang perlu diperhatikan tidak hanya menjual unit, tetapi layanan purna jualnya, yang memastikan kalau bisa down time-nya zero,” tutur Yusak.
Menurut Yusak, strategi memperkuat layanan purna jual akan ditingkatkan di 2024. Makanya, walaupun ada kekhawatiran di tahun politik dan masih melemahnya industri kendaraan niaga, Isuzu melihat ada peluang dari masih tingginya harga komoditas global, dan perekonomian nasional yang masih positif dengan pertumbuhan di kisaran 5 persen.
Sebelumnya, Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi memiliki optimisme serupa. Ia menilai, tahun politik tak terlalu berpengaruh pada penjualan mobil secara nasional.
Lihat Juga :