Menperin Minta Pikap Double Cabin Diproduksi di Indonesia, Ini Jawaban Isuzu
Sabtu, 23 Maret 2024 - 15:24 WIB
loading...
All New Isuzu D-Max diperkenalkan di ajang GIIAS 2021. (Foto: Dok SINDOnews)
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita meminta pikap double cabin mulai diproduksi di Indonesia. Sebab, saat ini seluruh model yang dipasarkan di tanah air masih berstatus CBU alias diimpor langsung dari Thailand.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), impor mobil CBU alami kenaikan pada Februari 2024. Termasuk pikap double cabin yang mengalami peningkatan 12 persen dari Januari 2024.
Menperin menilai pasar pikap double cabin di Indonesia cukup besar sehingga produsen sudah bisa mulai memproduksinya di dalam negeri. Ini juga akan meningkatkan perekonomian dan memperluas lapangan pekerjaan.
Menanggapi hal tersebut, Attias Asril selaku Division Head Of Business Strategy Division Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mengatakan perlu ada skema baru. Misal, insentif yang tepat dari pemerintah untuk menekan harga mobil pikap double cabin.
“Harus ada kompensasi atau insentif pendukung. Kalau tidak, dan kalau (hanya) apa adanya seperti sekarang, pindahkan semua pabriknya mungkin berat,” kata Attias di Jakarta Selatan, Jumat (23/3/2024).
Baca Juga: Isuzu Resmi Suntik Mati Isuzu Panther, Berhenti di Angka 433.117 Unit
Attias menjelaskan dalam memindahkan basis produksi dibutuhkan perhitungan matang dari berbagai faktor. Pertimbangan yang perlu dikaji adalah pangsa pasar, jumlah pemain, dan skala ekonomi.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), impor mobil CBU alami kenaikan pada Februari 2024. Termasuk pikap double cabin yang mengalami peningkatan 12 persen dari Januari 2024.
Menperin menilai pasar pikap double cabin di Indonesia cukup besar sehingga produsen sudah bisa mulai memproduksinya di dalam negeri. Ini juga akan meningkatkan perekonomian dan memperluas lapangan pekerjaan.
Menanggapi hal tersebut, Attias Asril selaku Division Head Of Business Strategy Division Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) mengatakan perlu ada skema baru. Misal, insentif yang tepat dari pemerintah untuk menekan harga mobil pikap double cabin.
“Harus ada kompensasi atau insentif pendukung. Kalau tidak, dan kalau (hanya) apa adanya seperti sekarang, pindahkan semua pabriknya mungkin berat,” kata Attias di Jakarta Selatan, Jumat (23/3/2024).
Baca Juga: Isuzu Resmi Suntik Mati Isuzu Panther, Berhenti di Angka 433.117 Unit
Attias menjelaskan dalam memindahkan basis produksi dibutuhkan perhitungan matang dari berbagai faktor. Pertimbangan yang perlu dikaji adalah pangsa pasar, jumlah pemain, dan skala ekonomi.
Lihat Juga :