Indonesia Siap Jadi Pemain Utama Industri Kendaraan Listrik, Diawali Pabrik Baterai Hyundai
Sabtu, 04 Mei 2024 - 18:55 WIB
loading...
Presiden Jokowi saat berkunjung ke pameran PEVS 2024. Jokowi mengaku optimistis dengan perkembangan elektrifikasi di Tanah Air. Foto: PEVS 2024
A
A
A
JAKARTA - Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) meyakini Indonesia bakal menjadi pemain penting dalam industri kendaraan listrik. Terlebih sejumlah brand sudah menunjukkan komitmennya dalam berinvestasi di Tanah Air.
Sekadar informasi, pabrik baterai Hyundai di Karawang, Jawa Barat, siap beroperasi yang akan menyuplai sekitar 150 ribu unit mobil listrik. Hal ini akan mempercepat terpenuhinya permintaan terhadap kendaraan listrik di Indonesia.
Kehadiran pabrik baterai juga akan meningkatkan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang menjadi syarat masuk program insentif potongan PPN 1 persen. Selain itu, pemerintah juga ingin memanfaatkan sumber daya alam Indonesia agar bisa diolah di negeri sendiri.
“Kalau nanti industri baterai listriknya jadi, pabrik mobil listrik, sepeda motor listrik, bus listrik semua jadi, maka segara ekosistemnya akan berkembang. Inilah daya saing yang ingin kita tunjukkan bahwa kita memang siap untuk berkompetisi di arena global,” kata Jokowi di arena PEVS 2024, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (4/5/2024).
Kabarnya, pabrik baterai Hyundai akan beroperasi pada April 2024, namun belum ada informasi lebih lanjut mengenai hal tersebut. Meski begitu, Jokowi berharap ekosistem kendaraan listrik harus dikelola dan dijaga oleh semua pihak.
“Bulan depan, pabrik industri baterai sudah mulai berproduksi, jadi kita harapkan ini ekosistem ini segera terbangun, segera terbentuk. Ini bangunan besar ekosistem EV ini betul-betul harus kita jaga,” ujarnya.
Seperti diketahui, pemerintah juga secara bertahap meminta produsen kendaraan listrik untuk meningkatkan nilai TKDN. Saat ini, minimal TKDN adalah 40 persen, yang nantinya akan meningkat menjadi 60 persen hingga 80 persen.
Sekadar informasi, pabrik baterai Hyundai di Karawang, Jawa Barat, siap beroperasi yang akan menyuplai sekitar 150 ribu unit mobil listrik. Hal ini akan mempercepat terpenuhinya permintaan terhadap kendaraan listrik di Indonesia.
Kehadiran pabrik baterai juga akan meningkatkan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang menjadi syarat masuk program insentif potongan PPN 1 persen. Selain itu, pemerintah juga ingin memanfaatkan sumber daya alam Indonesia agar bisa diolah di negeri sendiri.
“Kalau nanti industri baterai listriknya jadi, pabrik mobil listrik, sepeda motor listrik, bus listrik semua jadi, maka segara ekosistemnya akan berkembang. Inilah daya saing yang ingin kita tunjukkan bahwa kita memang siap untuk berkompetisi di arena global,” kata Jokowi di arena PEVS 2024, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (4/5/2024).
Kabarnya, pabrik baterai Hyundai akan beroperasi pada April 2024, namun belum ada informasi lebih lanjut mengenai hal tersebut. Meski begitu, Jokowi berharap ekosistem kendaraan listrik harus dikelola dan dijaga oleh semua pihak.
“Bulan depan, pabrik industri baterai sudah mulai berproduksi, jadi kita harapkan ini ekosistem ini segera terbangun, segera terbentuk. Ini bangunan besar ekosistem EV ini betul-betul harus kita jaga,” ujarnya.
Seperti diketahui, pemerintah juga secara bertahap meminta produsen kendaraan listrik untuk meningkatkan nilai TKDN. Saat ini, minimal TKDN adalah 40 persen, yang nantinya akan meningkat menjadi 60 persen hingga 80 persen.
Lihat Juga :