Terobosan Baterai Solid-State Bergantung pada Katoda Bukan Elektrolit

Kamis, 19 Februari 2026 - 22:20 WIB
loading...
Terobosan Baterai Solid-State...
Terobosan Baterai Solid-State. FOTO/CNC
A A A
BEIJING - Konferensi puncak inovasi baterai solid-state China ketiga di Beijing, awal bulan ini, menyoroti tantangan di seluruh industri baterai.

Profesor Xia Dingguo dari Universitas Peking mencatat bahwa kepadatan energi, yang terutama ditentukan oleh katoda, tetap penting, dan bahwa inovasi katoda, daripada terobosan elektrolit, adalah kunci untuk memindahkanbaterai solid-statedari laboratorium ke produksi komersial, seperti yang dilaporkanAutohome.

Kebangkitan kembali minat pada baterai solid-state terkait dengan dua faktor utama: peningkatan substansial dalam kemampuan penelitian secara keseluruhan sejak tahun 1990-an, dan meningkatnya permintaan akan kepadatan energi yang lebih tinggi, keamanan, dan optimasi material dalam aplikasi kendaraan listrik (EV).

Baterai solid-state diharapkan dapat mencapai kepadatan energi yang tinggi, keamanan, umur pakai yang panjang, dan biaya rendah, tetapi tanpa terobosan dalam teknologi katoda, signifikansi industrinya terbatas.

Tantangan saat ini berpusat pada stabilitas antarmuka dan kompatibilitas material. Eksperimen dengan katoda nikel tinggi menunjukkan peningkatan stabilitas termal tetapi tetap memiliki risiko keselamatan dalam kondisi arus atau tegangan tinggi karena polarisasi lokal, pembentukan lapisan impedansi tinggi, dan degradasi kinerja pada akhirnya.

Doping fluorin dapat menstabilkan siklus untuk sementara, tetapi degradasi meningkat setelah sekitar 125 siklus. Material katoda kristalin bersifat anisotropik, dan bahkan perubahan volume kecil dapat memusatkan tegangan pada antarmuka, membatasi umur siklus.


Kompatibilitas material semakin membatasi adopsi komersial. Elektrolit padat yang berbeda, termasuk klorida, sulfida, dan oksida, menunjukkan modulus dan perilaku antarmuka yang bervariasi.

Oksida terlalu kaku; sulfida dan klorida seringkali memerlukan tekanan terapan, yang mempersulit proses manufaktur. Mengatasi tantangan ini akan membutuhkan elektrolit dengan modulus rendah dan ramah antarmuka, atau polimer yang dioptimalkan yang mampu menghasilkan rentang tegangan yang luas dan konduktivitas tinggi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Menguji Performa BYD...
Menguji Performa BYD M6 DM Terabas Jalanan Ibu Kota Jateng hingga Tol Semarang-Salatiga
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
Purbaya Tunda Insentif...
Purbaya Tunda Insentif Pajak Kendaraan Listrik Satu Bulan
Rekomendasi
Klasemen Akhir Grup...
Klasemen Akhir Grup B Piala Dunia 2026: Swiss dan Kanada Tembus 32 Besar, Qatar Tersingkir
Ketat! Hanya 17 Sekolah...
Ketat! Hanya 17 Sekolah dari Depok yang Lolos ke Babak Jakarta Liga Bintang Juara GTV
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Berita Terkini
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Skoda Kodiaq RS 6 Habis...
Skoda Kodiaq RS 6 Habis Terjual dalam Waktu 6 Menit, Apa Keistimewaanya?
Motor Listrik Rp32 Juta...
Motor Listrik Rp32 Juta yang Tak Takut Jalan Rusak: Tyranno X Hadir di Jakarta Fair
Digas Wapres Gibran...
Digas Wapres Gibran di Papua, Ini Spesifikasi Yadea Velax H
Mobil Jepang Lawas Tetap...
Mobil Jepang Lawas Tetap Rebut Perhatian Penggemar Modifikasi, Ini Alasannya!
Mengapa Batmobile Tumbler...
Mengapa Batmobile Tumbler Seharga Rp 53,5 Miliar Menjadi Mobil Terlangka di Dunia?
Infografis
5 Kombes Pol Pecah Bintang...
5 Kombes Pol Pecah Bintang Jadi Brigjen pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved