Studi McKinsey: 7 Alasan Mengapa 46 Persen Pemilik Mobil Listrik Ingin Kembali ke Mobil Bensin

Rabu, 26 Juni 2024 - 15:35 WIB
loading...
Studi McKinsey: 7 Alasan...
Wuling Air ev yang sedang diisi dayanya di SPKLU di kawasan Jakarta. Hampir 50 persen pemilik mobil listrik merasa ingin beralih ke bensin. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A A A
JAKARTA - Survei baru dari McKinsey & Co. mengungkapkan hasil mengejutkan. Di antara 30.000 responden yang secara teratur menggunakan moda transportasi, 29% pemilik mobil listrik (EV) secara global kemungkinan akan beralih kembali ke kendaraan berbahan bakar minyak (ICE).

Angka ini lebih tinggi di Amerika Serikat, dengan 46% responden McKinsey menyatakan kemungkinan akan kembali ke mobil bensin.

McKinsey memberikan beberapa alasan di balik temuan mengejutkan ini. Menurut perusahaan konsultan manajemen global tersebut, yang paling menonjol adalah infrastruktur pengisian daya kurang memadai, total biaya kepemilikan mobil listrik terlalu tinggi, dan kurang praktisnya berkendara jarak jauh.

Alasan-alasan ini cukup menarik, karena secara umum sebenarnya sudah berupaya diatasi oleh pemimpin kendaraan listrik seperti Tesla, yang telah membangun jaringan pengisian cepat yang luas dan andal di seluruh Amerika Serikat sejak awal peluncuran Model S.

Oleh karena itu, tidak mengherankan jika temuan studi McKinsey ini disambut dengan skeptis oleh para pendukung kendaraan listrik.

Di platform media sosial seperti X (sebelumnya Twitter), penggemar EV yang antusias mencatat bahwa temuan survei tersebut tidak mencerminkan pengalaman kepemilikan EV mereka sehari-hari.

Salah satu poin paling menonjol seputar EV, adalah gagasan bahwa pengemudi yang sudah pernah mencoba kendaraan listrik biasanya tidak akan kembali ke mobil berbahan bakar bensin.

Bukan hanya anggota komunitas kendaraan listrik yang terkejut dengan hasil survei tersebut. Dalam komentarnya kepada Automotive News, Philipp Kampshoff, pemimpin McKinsey's Center for Future Mobility, mencatat bahwa dia tidak menyangka akan ada begitu banyak responden yang menyatakan kemungkinan akan kembali ke mobil berbahan bakar bensin.

Temuan penting lainnya dari survei McKinsey menunjukkan bahwa pembeli mobil cukup tertarik dengan kendaraan listrik, dengan 38% responden secara global yang saat ini tidak mengendarai EV menyatakan bahwa mereka akan mempertimbangkan kendaraan listrik baterai atau plug-in hybrid sebagai kendaraan mereka berikutnya.

Sebanyak 59% pembeli EV juga ingin menggunakan lebih banyak layanan konektivitas digital di masa depan.

Alasan Utama Konsumen Mobil Listrik Ingin Kembali ke Mobil Bensin:

1. 35% responden mengeluhkan infrastruktur pengisian daya di tempat umum yang belum memadai.

2. 34% responden menyatakan bahwa total biaya memiliki mobil listrik terlalu tinggi. Itu termasuk servis, penggantian baterai, dan lainnya.

3. 32% responden merasa tidak praktis saat butuh berkendara jarak jauh dengan mobil listrik

4. 24% responden mengaku tidak dapat mengisi daya di rumah.

Baca Juga: Subsidi Triliunan Rupiah: Rahasia Harga Murah Mobil Listrik China

5. 21% merasa selalu khawatir dan stres kehabisan baterai atau SPKLU yang ngantre/tidak berfungsi.

6. 16% mengaku kebutuhan mobilitasnya berubah (misalnya butuh sering keluar kota/berkendara jarak jauh).

7. 13% tidak suka dengan pengalaman berkendaramobillistrik
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Standar Keselamatan...
Standar Keselamatan Kendaraan Listrik Baru China Lebih Ketat!
Dorong Ekosistem EV,...
Dorong Ekosistem EV, Wuling Berkolaborasi dengan Grab
Harga BBM Naik, Gunakan...
Harga BBM Naik, Gunakan iCAR V23 hanya Rp38 Ribu Seminggu
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Desak Beri Kompensasi...
Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar
Ribuan Desa Belum Teraliri...
Ribuan Desa Belum Teraliri Listrik, Menteri Bahlil Siapkan Anggaran Rp10 Triliun
Rekomendasi
47 Pejabat Ditangkap...
47 Pejabat Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Anggota DPR
Ditipu Teman Sendiri,...
Ditipu Teman Sendiri, Tantri Kotak Ungkap Tabungan Pendidikan Anak Ikut Raib
Gugat Polda Metro Jaya,...
Gugat Polda Metro Jaya, Roy Suryo: Penangkapannya Melanggar HAM seperti Film G30S/PKI
Berita Terkini
Carlos Ghosn Klaim Cuma...
Carlos Ghosn Klaim Cuma Dirinya yang Bisa Memperbaiki Nissan
Teknologi Chery Super...
Teknologi Chery Super Hybrid Bikin Biaya Mobilitas hanya Rp13 Ribuan Sehari
Flying Flea C6 Motor...
Flying Flea C6 Motor Listrik Pertama Royal Enfield Diperkenalkan
JAECOO Catat 20.000...
JAECOO Catat 20.000 Pengiriman J5 EV di Indonesia, Ini Target Selanjutnya
Ducati Kenalkan Panigale...
Ducati Kenalkan Panigale V4 Mrquez 2025 World Champion Replica
Ini Penyebab Mitsubishi...
Ini Penyebab Mitsubishi Pajero Sport Diesel Efisien Dipakai Perjalanan Jauh
Infografis
7 Alasan Pemilik Mobil...
7 Alasan Pemilik Mobil Listrik Ingin Kembali ke Mobil Bensin
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved