Selain Bangun Pabrik Rp3,3 Triliun, VinFast Gelontorkan Rp1 Triliun untuk SPKLU di Indonesia
Selasa, 16 Juli 2024 - 12:11 WIB
loading...
A
A
A
“Sekarang pertumbuhan industri mobilnya sangat cepat di Indonesa. Ini Pasti akan diikuti dengan pembangunan SPKLU-nya. VinFast sendiri waktu itu cerita sama saya, akan investasi Rp1 triliun hanya untuk membangun SPKLU nanti," tuturnya.
Baca Juga: Sah! Pabrikan Mobil Listrik Vietnam VinFast Bangun Pabrik Senilai Rp3,2 Triliun di Subang
Putu Juli Ardika, Plt Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) mengatakan teknologi fast charging paling banyak dibutuhkan. Ini untuk mendukung mobilitas masyarakat dan menghapus keraguan mereka terhadap kendaraan listrik.
"Sedangkan dari kami, industrinya, itu adalah bagaimana mendorong fast charging. Jadi fast charging di tempat-tempat pemberhentian sudah ada. Nanti akan dipercepat, ini akan jadi game changer juga. Sehingga tidak akan menunggu lama dalam pengisiandaya,"ucapnya.
Baca Juga: Sah! Pabrikan Mobil Listrik Vietnam VinFast Bangun Pabrik Senilai Rp3,2 Triliun di Subang
SPKLU di Indonesia Masih Rendah
Seperti diketahui, infrastruktur pengisian daya atau SPKLU di Indonesia memang belum mengimbangi pertumbuhan kendaraan listrik. Oleh sebab itu, dibutuhkan lebih banyak pihak yang ikut membangun charging station.Putu Juli Ardika, Plt Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) mengatakan teknologi fast charging paling banyak dibutuhkan. Ini untuk mendukung mobilitas masyarakat dan menghapus keraguan mereka terhadap kendaraan listrik.
"Sedangkan dari kami, industrinya, itu adalah bagaimana mendorong fast charging. Jadi fast charging di tempat-tempat pemberhentian sudah ada. Nanti akan dipercepat, ini akan jadi game changer juga. Sehingga tidak akan menunggu lama dalam pengisiandaya,"ucapnya.
(dan)
Lihat Juga :