Mobil Listrik China Serbu Indonesia, Toyota Mulai Gerah?

Jum'at, 26 Juli 2024 - 15:24 WIB
loading...
Mobil Listrik China...
Mobil listrik China serbu pasar Indonesia. FOTO/ DOK SINDOnews
A A A
TANGERANG - Setelah ditolak Amerika Serikat dan Eropa, produsen kendaraan listrik (EV) buatan China kini berharap banyak dengan pasar Asia Tenggara termasuk Indonesia.

BACA JUGA - Sony-Honda Mobility Pastikan Inovasi Mobil Jepang Kalah Jauh dari China

Namun sepertinya pasar Indonesia mulai gerah dengan membanjirnya mobil-mobil China di Indonesia, apalagi Pemerintah Indonesia memberi perlakuan istimewa terhadap mobil-mobil China dengan pemberian insentif.

Hai ini rupanya membuat Toyota memberikan warning kepada Pemerintah Indonesia. Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmi Suwandy mengatakan bahwa seharusnya yang berhak mendapat insentif hanya mobil produksi dalam negeri. Mengingat produsen yang melakukan perakitan secara lokal telah berinvestasi besar.

"Berikanlah insentif kepada produk-produk yang bisa mengurangi emisi. Kedua, berikanlah insentif kepada produk-produk yang memang sudah diproduksi di dalam negeri, bukan yang import," kata Anton di arena GIIAS 2024, ICE BSD City, Tangerang, belum lama ini.

"Kalau produksi, saatnya kita berikan support karena itu berkontribusi langsung kepada ekonomi nasional," lanjutnya.

Mobil listrik saat ini mendapat kebijakan insentif berupa pembebasan pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) untuk pembelian mobil listrik secara impor utuh (Completely Built-Up/CBU) dan terurai lengkap (Completely Knocked-Down/CKD).

Tapi, bagi produsen yang masih melakukan impor dan ingin menikmati insentif, maka harus berkomitmen membangun pabrik dalam lima tahun ke depan. Ini untuk memastikan bahwa mereka hadir bukan hanya untuk berjualan tapi juga ikut membangun ekosistem kendaraan listrik.

Uni Eropa mengikutinya dengan mengenakan tarif hingga 38 persen mulai tanggal 4 Juli pada tiga produsen kendaraan listrik Tiongkok: SAIC, Geely, dan BYD.

Keputusan tersebut diambil setelah penyelidikan anti-persaingan menemukan bahwa produsen mobil tersebut mendapat keuntungan dari "subsidi yang tidak adil" dari Beijing.

Hal ini mengancam akan melemahkan sektor manufaktur kendaraan listrik di Eropa, di mana harga kendaraan termurah buatan lokal bisa tiga kali lipat harga model China.

Menghadapi semakin sempitnya peluang di pasar Barat, para produsen mobil China mengincar prospek pertumbuhan jangka panjang yang menjanjikan di Asia Tenggara.

Di Asia Tenggara, terdapat peningkatan jumlah kelas menengah yang mulai beralih ke kendaraan listrik.

“Sikap geopolitik Asia Tenggara yang relatif netral memberikan peluang bagi perusahaan-perusahaan asal Tiongkok untuk tumbuh,” Gary Ng, ekonom senior di Natixis Corporate and Investment Bank di Hong Kong, mengatakan kepada This Week in Asia.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Mau Beli iCAR V23? Jangan...
Mau Beli iCAR V23? Jangan Salah Pilih, Ini Bedanya Varian X RWD, Y RWD, dan ZiWD
Mobil Listrik China...
Mobil Listrik China Meningkatkan Tekanan Persaingan Global
China Targetkan 1,6...
China Targetkan 1,6 Juta Truk Listrik pada Tahun 2030
China Pastikan Kendaraan...
China Pastikan Kendaraan Listrik Berukuran Besar Merusak Jalan
Geely Pamer Performa...
Geely Pamer Performa dan Inovasi di Sirkuit Mandalika, Begini Sensasinya
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Rekomendasi
Jumhur Dapat Wisdom...
Jumhur Dapat Wisdom dari Sri Sultan HB X: Kita Harus Mengayomi Alam Lingkungan
Profil Pendidikan Febri...
Profil Pendidikan Febri Diansyah, Mantan Jubir KPK yang Kini Jadi Pengacara Febrie Adriansyah
Menkum Supratman: Tarif...
Menkum Supratman: Tarif Merek UMKM Tetap dan Pendaftaran Hak Cipta Lagu Gratis
Berita Terkini
Ducati Tidak Tertarik...
Ducati Tidak Tertarik dengan Reli Dakar, Ini Alasannya
Motor Listrik Jarak...
Motor Listrik Jarak Jauh Berdesain Agresif dan Teknologi Pintar Diluncurkan
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Mau Beli iCAR V23? Jangan...
Mau Beli iCAR V23? Jangan Salah Pilih, Ini Bedanya Varian X RWD, Y RWD, dan ZiWD
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved