Chery Omoda E5 Dijual Lebih Murah Rp60 Juta di Thailand ketimbang di Indonesia, Kok Bisa?
Senin, 12 Agustus 2024 - 11:53 WIB
loading...
A
A
A
Untuk pengisian daya, C5 EV memiliki pengisi daya AC onboard tiga fase dengan kecepatan maksimum 9,9 kW, serta pengisian cepat DC hingga 80 kW, yang terakhir mampu mengisi daya baterai dari 30 hingga 80 persen dalam 28 menit.
Terdapat juga fitur vehicle-to-load (V2L) yang memungkinkan mobil menyalurkan daya hingga 3,3 kW untuk memberi daya pada peralatan dan perangkat listrik. Hal ini berguna untuk aktivitas luar ruangan atau saat terjadi pemadaman listrik.
"Masuknya kami ke Thailand bertujuan untuk mengangkat industri otomotif negara ini ke standar kelas dunia dan menawarkan konsumen di sini pilihan sempurna lainnya," kata Vice President of Chery International Chen Chunqing.
Ihwal jauhnya selisih harga mobil di Thailand dan Indonesia, beberapa waktu lalu peneliti senior Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEMFEB UI) Riyanto mengutarakan analisisnya.
Menurut dia, harga mobil yang tinggi di Tanah Air disebabkan banyaknya instrumen pajak yang harus dibayar. Riyanto membandingkan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang menjadi sumber pendapatan daerah tidak dipungut di Thailand. Sementara di Indonesia tarif BBNKB bisa mencapai 12,5 persen dari harga dasar kendaraan.
"Pajak kita itu kira-kira 40 persen (di Indonesia), sementara 32 persen (di Thailand). Bandingkan kita dengan Thailand itu yang paling berbeda jauh itu BBNKB, sama PPN, kita PPN kita 11 persen, Thailand 7 persen," kata Riyanto di ICE BSD City.
Terdapat juga fitur vehicle-to-load (V2L) yang memungkinkan mobil menyalurkan daya hingga 3,3 kW untuk memberi daya pada peralatan dan perangkat listrik. Hal ini berguna untuk aktivitas luar ruangan atau saat terjadi pemadaman listrik.
"Masuknya kami ke Thailand bertujuan untuk mengangkat industri otomotif negara ini ke standar kelas dunia dan menawarkan konsumen di sini pilihan sempurna lainnya," kata Vice President of Chery International Chen Chunqing.
Ihwal jauhnya selisih harga mobil di Thailand dan Indonesia, beberapa waktu lalu peneliti senior Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEMFEB UI) Riyanto mengutarakan analisisnya.
Menurut dia, harga mobil yang tinggi di Tanah Air disebabkan banyaknya instrumen pajak yang harus dibayar. Riyanto membandingkan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) yang menjadi sumber pendapatan daerah tidak dipungut di Thailand. Sementara di Indonesia tarif BBNKB bisa mencapai 12,5 persen dari harga dasar kendaraan.
"Pajak kita itu kira-kira 40 persen (di Indonesia), sementara 32 persen (di Thailand). Bandingkan kita dengan Thailand itu yang paling berbeda jauh itu BBNKB, sama PPN, kita PPN kita 11 persen, Thailand 7 persen," kata Riyanto di ICE BSD City.
Lihat Juga :