Mobil Listrik Denza Dipajang di Pameran Seni ArtMoments 2026, Ada Apa?
Kamis, 16 Juli 2026 - 21:59 WIB
loading...
DENZA hadir di ArtMoments 2026 bukan untuk jual mobil — tapi untuk mengubah cara orang Indonesia melihat kendaraan listrik premium.
A
A
A
JAKARTA - DENZA tidak datang ke pameran otomotif. Mereka datang ke pameran seni.
Empat hari. 4–7 Juni 2026. Di AGORA Mall Jakarta. Dalam gelaran ArtMoments 2026 — pameran seni kontemporer yang biasanya dipadati kolektor, seniman, dan galeri kelas atas. DENZA hadir di sana. Sebagai VIP Mobility Partner. Bukan peserta biasa. Brand otomotif premium global sudah lama bermain di wilayah ini. Porsche mensponsori pameran seni. BMW punya BMW Art Car sejak 1975 — dicat oleh Andy Warhol, Roy Lichtenstein, Frank Stella. Rolls-Royce berkolaborasi dengan desainer mode. DENZA melakukan hal yang sama. Di pasar yang tepat. Di momen yang tepat. Indonesia punya populasi kolektor seni yang tumbuh. ArtMoments sendiri setiap tahun didatangi ribuan pengunjung dengan daya beli tinggi.
Irisan antara calon pembeli DENZA dan pengunjung ArtMoments sangat besar.
Kenapa Pameran Seni? Karena pasar premium Indonesia sedang berubah.
Dulu, orang kaya pamer mobil di halaman rumah. Sekarang mereka ingin sesuatu yang lebih — identitas. Gaya hidup. Narasi.
DENZA membaca ini dengan tepat. Mereka tidak datang dengan brosur spesifikasi. Mereka datang dengan dua instalasi seni. Dua seniman. Dua kendaraan yang disulap jadi medium ekspresi. “Teknologi dan seni memiliki kesamaan mendasar: keduanya berupaya menciptakan pengalaman yang mampu menginspirasi,” ujar Luther T. Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Indonesia.
Instalasi Pertama: DENZA D9 Jadi Kanvas
Empat hari. 4–7 Juni 2026. Di AGORA Mall Jakarta. Dalam gelaran ArtMoments 2026 — pameran seni kontemporer yang biasanya dipadati kolektor, seniman, dan galeri kelas atas. DENZA hadir di sana. Sebagai VIP Mobility Partner. Bukan peserta biasa. Brand otomotif premium global sudah lama bermain di wilayah ini. Porsche mensponsori pameran seni. BMW punya BMW Art Car sejak 1975 — dicat oleh Andy Warhol, Roy Lichtenstein, Frank Stella. Rolls-Royce berkolaborasi dengan desainer mode. DENZA melakukan hal yang sama. Di pasar yang tepat. Di momen yang tepat. Indonesia punya populasi kolektor seni yang tumbuh. ArtMoments sendiri setiap tahun didatangi ribuan pengunjung dengan daya beli tinggi.
Irisan antara calon pembeli DENZA dan pengunjung ArtMoments sangat besar.
Kenapa Pameran Seni? Karena pasar premium Indonesia sedang berubah.
Dulu, orang kaya pamer mobil di halaman rumah. Sekarang mereka ingin sesuatu yang lebih — identitas. Gaya hidup. Narasi.
DENZA membaca ini dengan tepat. Mereka tidak datang dengan brosur spesifikasi. Mereka datang dengan dua instalasi seni. Dua seniman. Dua kendaraan yang disulap jadi medium ekspresi. “Teknologi dan seni memiliki kesamaan mendasar: keduanya berupaya menciptakan pengalaman yang mampu menginspirasi,” ujar Luther T. Panjaitan, Head of Public & Government Relations PT BYD Indonesia.
Instalasi Pertama: DENZA D9 Jadi Kanvas
Lihat Juga :