Ada 19 Kota di China Sedang Uji Coba Taksi Otonom, Target 100 Kota di 2023

Rabu, 14 Agustus 2024 - 20:49 WIB
loading...
Ada 19 Kota di China...
China terus fokus untuk memperluas aplikasi taksi otonom di berbagai kota. Foto: ist
A A A
CHINA - Setidaknya 19 kota di China sedang menjalankan uji coba robotaxi dan robobus. Tujuh kota telah menyetujui uji coba tanpa pengawasan pengemudi manusia oleh setidaknya lima pemimpin industri: Apollo Go, Pony.ai, WeRide, AutoX, dan SAIC Motor.

Apollo Go mengatakan pada Mei kemarin bahwa mereka berencana mengerahkan 1.000 robotaxi di Wuhan pada akhir tahun.

Mereka memperkirakan akan mampu beroperasi di 100 kota pada 2030.

Pony.ai, yang didukung oleh Toyota Motor Jepang, mengoperasikan 300 robotaxi dan berencana menambah 1.000 lagi pada 2026.

Wakil presidennya mengatakan bahwa robotaxi mungkin butuh waktu lima tahun agar profitabel. Dan pada saat itu mereka akan berkembang "secara eksponensial".

WeRide dikenal dengan taksi, van, bus, dan penyapu jalan otonomnya.

AutoX, yang didukung oleh pemimpin e-commerce Alibaba Group, beroperasi di kota-kota termasuk Beijing dan Shanghai. SAIC telah mengoperasikan robotaxi sejak akhir 2021.

“Kami telah melihat percepatan di China. Laju penerbitan izin robotaxi juga cepat. Ini berbeda dengan AS yang pelan-pelan dan bertahap,” beber Augustin Wegscheider, direktur pelaksana Boston Consulting Group.

Waymo dari Alphabet adalah satu-satunya perusahaan Amerika yang mengoperasikan robotaxi tanpa awak.

Perusahaan ini memiliki total sekitar 700 mobil yang beroperasi di San Francisco, Los Angeles, Phoenix, dan Austin, Texas, tetapi tidak semuanya beroperasi setiap saat, kata seorang juru bicara perusahaan.

Baca Juga: Taksi Robot Mulai Rebut Jalanan, Sopir Taksi dan Taksi Online di China Ketar-Ketir!

Cruise, yang didukung oleh General Motors, memulai kembali pengujian pada April 2024 setelah salah satu kendaraannya menabrak seorang pejalan kaki tahun lalu. Cruise mengatakan sudah beroperasi di tiga kota.

“Ada perbedaan yang jelas antara AS dan China,” ungkap Mantan CEO Waymo, John Krafcik. “Pengembang robotaxi menghadapi pengawasan jauh lebih ketat dan rintangan yang lebih tinggi di AS,”tambahJohn.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waymo Ojai, Robotaxi...
Waymo Ojai, Robotaxi Baru Google yang Dikembangkan Bersama Zeekr
200 Taksi Listrik Otonom...
200 Taksi Listrik Otonom Timbulkan Masalah Besar di China
Tanpa Peta Digital,...
Tanpa Peta Digital, Honda CR-V Nyetir Sendiri Tembus 60 Km/Jam di Jalanan Berliku Odawara
Tesla Akan Denda Penumpang...
Tesla Akan Denda Penumpang yang Muntah di dalam Robotaxi
Mengapa Strategi Ekosistem...
Mengapa Strategi Ekosistem Terintegrasi VinFast Dapat Mendefinisikan Ulang Pasar EV Indonesia
Nol Emisi, Cara Green...
Nol Emisi, Cara Green SM Menumbuhkan Pohon Lewat Perjalanan
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
Bukan Sekadar Digitalisasi,...
Bukan Sekadar Digitalisasi, Kini Operasional Bisnis Harus Otonom
Polisi Tangkap Sopir...
Polisi Tangkap Sopir Taksi Online yang Mengamuk di Tol JORR, Ini Tampangnya
Rekomendasi
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Hari Anti Narkotika...
Hari Anti Narkotika Internasional, YAKITA Dorong Sinergi Penegakan Hukum, Rehabilitasi, dan Peran Keluarga
Berita Terkini
Mau Beli Mobil Baru...
Mau Beli Mobil Baru atau Bekas? OLX Kini Sediakan Keduanya dalam Satu Platform
Persoalan Dana Talangan...
Persoalan Dana Talangan Membebani Industri Otomotif China
Mengemudikan Mobil Manual...
Mengemudikan Mobil Manual Lebih Menyehatkan Otak Dibandingkan Otomatis
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Minat Mobil Bekas Menurun,...
Minat Mobil Bekas Menurun, Opsi Pilihan Mobil Baru Naik
Infografis
China Berhasil Lakukan...
China Berhasil Lakukan Uji Coba High-speed Flying Train
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved