China Bikin Baterai EV Ultra-Fast Charging, Ngecas 80 Persen dalam 10 menit!
Sabtu, 12 Oktober 2024 - 09:15 WIB
loading...
A
A
A
Tidak seperti katoda berbasis nikel, katoda LFP tidak mengandung logam mahal, seperti kobalt dan nikel, yang menjadikannya pilihan menarik bagi produsen yang ingin mengurangi biaya.
LG Chem dari Korea Selatan, perusahaan induk LG Energy Solution, mungkin memiliki jawaban untuk mencegah baterai dari panas berlebih.
Baca Juga: Selamat Tinggal Kebakaran Mobil Listrik! LG Chem Temukan Solusi Revolusioner
LG Chem mengumumkan minggu lalu bahwa mereka telah mengembangkan bahan yang responsif terhadap suhu untuk menekan pelarian termal. Bahan tersebut, setipis 1/100 diameter rambut manusia, ditempatkan di dalam sel baterai dan bertindak sebagai "sekering" untuk memblokir jalur reaksi pada tahap awal panas berlebih. Terobosan penelitian ini dapat diterapkan pada produksi massal "dalam waktu singkat," kata CTO Lee Jong-gu.
"Kami akan meningkatkan teknologi keselamatan sehingga pelanggan dapat menggunakan kendaraan listrik dengan percaya diri, dan selanjutnya memperkuat daya saing kami di pasar baterai," tambah eksekutiftersebut.
LG Chem dari Korea Selatan, perusahaan induk LG Energy Solution, mungkin memiliki jawaban untuk mencegah baterai dari panas berlebih.
Baca Juga: Selamat Tinggal Kebakaran Mobil Listrik! LG Chem Temukan Solusi Revolusioner
LG Chem mengumumkan minggu lalu bahwa mereka telah mengembangkan bahan yang responsif terhadap suhu untuk menekan pelarian termal. Bahan tersebut, setipis 1/100 diameter rambut manusia, ditempatkan di dalam sel baterai dan bertindak sebagai "sekering" untuk memblokir jalur reaksi pada tahap awal panas berlebih. Terobosan penelitian ini dapat diterapkan pada produksi massal "dalam waktu singkat," kata CTO Lee Jong-gu.
"Kami akan meningkatkan teknologi keselamatan sehingga pelanggan dapat menggunakan kendaraan listrik dengan percaya diri, dan selanjutnya memperkuat daya saing kami di pasar baterai," tambah eksekutiftersebut.
(dan)
Lihat Juga :