Hyundai Minta Pemerintah Beri Kepastian Insentif Mobil Listrik
Senin, 02 Desember 2024 - 15:08 WIB
loading...
A
A
A
Soal kenaikan PPN (Pajak Pertambahan Nilai) menjadi 12 persen, Frans mengungkapkan hal tersebut masih bisa disiasati oleh produsen. Caranya dengan menahan kenaikan harga mobil baru demi menjaga volume pasar.
"Kami melihatnya masih bisa disiasati. Karena apa? Dari sisi produsen, ada kebijakan atau policy untuk tak menaikan harga terlebih dahulu. Istilahnya meringankan konsumen kita karena kita perlu jaga volume dan market," ungkapnya.
Baca Juga: Menko Perekonomian Airlangga Jajal Mobil Listrik Aletra di GJAW 2024
Tapi, Frans mengakui akan ada kesulitan bagi produsen apabila PPN 12 persen berlaku tahun depan. Diharapkan pemerintah memberikan insentif tambahan pada industri otomotif agar tidak ada banyak pihak yang terbebani.
"Memang ini belum ketuk palu. Justru saya lebih mendorong pemerintah apabila bisa mengeluarkan insentif yang bisa meningkatkan volume (penjualan) dari industri secara keseluruhan,"ucapnya.
"Kami melihatnya masih bisa disiasati. Karena apa? Dari sisi produsen, ada kebijakan atau policy untuk tak menaikan harga terlebih dahulu. Istilahnya meringankan konsumen kita karena kita perlu jaga volume dan market," ungkapnya.
Baca Juga: Menko Perekonomian Airlangga Jajal Mobil Listrik Aletra di GJAW 2024
Tapi, Frans mengakui akan ada kesulitan bagi produsen apabila PPN 12 persen berlaku tahun depan. Diharapkan pemerintah memberikan insentif tambahan pada industri otomotif agar tidak ada banyak pihak yang terbebani.
"Memang ini belum ketuk palu. Justru saya lebih mendorong pemerintah apabila bisa mengeluarkan insentif yang bisa meningkatkan volume (penjualan) dari industri secara keseluruhan,"ucapnya.
(dan)
Lihat Juga :