Toyota Akui Usulan Pemerintah Bikin LCGC Hybrid Sulit Diwujudkan

Minggu, 22 Desember 2024 - 15:06 WIB
loading...
Toyota Akui Usulan Pemerintah...
Mobil LCGC Toyota. FOTO/ DOK TAM
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sempat mengusulkan mobil LCGC (Low Cost Green Car) dibenamkan teknologi hybrid. Toyota sebagai produsen mobil hybrid dan juga LCGC merasa hal tersebut sulit diwujudkan.

BACA JUGA - 10 Rekomendasi Mobil LCGC Terbaik di 2024

Menanggapi hal tersebut, Toyota mengaku bahwa LCGC hybrid harus melewati studi yang matang karena model baru juga wajib memenuhi kebutuhan konsumen. Bukan hanya dari segi kenyamanan, tapi juga soal harga yang sesuai dengan ekspektasi konsumen terhadap mobil LCGC.

"Jadi itu suatu hal yang nggak mudah, karena kita ingin the next produk hybrid yang kita luncurkan memang menjadi suatu produk yang breakthrough dan menghasilkan volume serta market yang besar," kata Anton Jimmi Suwandy, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM), di Jakarta, belum lama ini.

Seperti diketahui, LCGC dihadirkan oleh pemerintah agar semua orang Indonesia memiliki kesempatan memiliki mobil. Oleh sebab itu, mobil tersebut dijual dengan harga jauh lebih murah dengan fitur yang cukup lengkap.

"Intinya kita akan mencoba men-study produk mana yang tepat. Pastinya semua hal kita pertimbangkan mulai dari masalah production, masalah demand, masalah capacity, masalah fitur, dan market kesesuaian dari capability kustomer," tambah Anton.

Seperti diketahui, sebelumnya harga jual LCGC maksimal sebesar Rp95 juta. Tapi, saat ini harganya hampir menyentuh angka Rp200 juta. Seperti Honda Brio Satya E CVT yang saat ini dibanderol Rp198,3 juta on the road (OTR) Jakarta.

Penggunaan teknologi hybrid yang dibenamkan motor listrik dan baterai akan menambah biaya produksi. Hal ini bisa membuat harga mobil LCGC bisa lebih dari Rp200 juta.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mesin Diesel dan Bensin...
Mesin Diesel dan Bensin Toyota Kini Jadi Alat Peraga di Dua SMK Lombok, Ini Alasannya
Strategi BYD Kuasai...
Strategi BYD Kuasai Pasar Otomotif yang Wajib Diwaspadai Jepang
Toyota Siap Terjun Langsung...
Toyota Siap Terjun Langsung ke Produksi Taksi Terbang Listrik
Toyota dan Nissan Sebut...
Toyota dan Nissan Sebut Mobil yang Diproduksi di AS Berkualitas Lebih Rendah dari Jepang
Mitsubishi Pajero Targetkan...
Mitsubishi Pajero Targetkan Segmen yang Sama dengan Toyota Land Cruiser
Didukung TGRI, Eric...
Didukung TGRI, Eric Saputra Juara OMR Agya Mandalika
Program Magang Toyota...
Program Magang Toyota 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswa dan Fresh Graduate Merapat!
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Gandeng Huawei dan Xiaomi,...
Gandeng Huawei dan Xiaomi, Toyota Menyerah pada Raksasa Teknologi China?
Rekomendasi
Mohon Perlindungan Presiden,...
Mohon Perlindungan Presiden, Asosiasi Petani Tembakau Tolak Rancangan Pembatasan Kadar Nikotin
Menuju Smart City Tanpa...
Menuju Smart City Tanpa Kertas, Mengurai Masalah Dokumen Ganda dan Sampah di Kota Bandung
Jumhur Dapat Wisdom...
Jumhur Dapat Wisdom dari Sri Sultan HB X: Kita Harus Mengayomi Alam Lingkungan
Berita Terkini
Ducati Tidak Tertarik...
Ducati Tidak Tertarik dengan Reli Dakar, Ini Alasannya
Motor Listrik Jarak...
Motor Listrik Jarak Jauh Berdesain Agresif dan Teknologi Pintar Diluncurkan
Merek-merek China Menguasai...
Merek-merek China Menguasai Sepertiga Penjualan PHEV di Eropa
Mau Beli iCAR V23? Jangan...
Mau Beli iCAR V23? Jangan Salah Pilih, Ini Bedanya Varian X RWD, Y RWD, dan ZiWD
Penjualan Turun 60%,...
Penjualan Turun 60%, Honda Belum Menyerah Hadapi Mobil China
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat...
Hyundai IONIQ 6 N Mencatat Waktu 7 Menit 35,42 Detik di Nurburgring
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved