Galau PPN Naik Jadi 12 Persen di 2025, Pabrikan Mobil Cari Solusi!

Jum'at, 27 Desember 2024 - 16:29 WIB
loading...
Galau PPN Naik Jadi...
Kenaikan PPN menjadi 12 persen dinilai akan berdampak pada konsumsi masyarakat, termasuk industri otomotif. Foto: SindoNews/Arif Julianto
A A A
JAKARTA - Pemerintah "keukeuh" menaikkan tarif PPN jadi 12 persen mulai 1 Januari 2025. Alasannya? Amanat UU HPP yang dibuat di era Jokowi. Nah, bagaimana dampaknya terhadap penjualan mobil?

Tarif PPN 12 persen berlaku untuk semua barang dan jasa yang selama ini dikenakan PPN 11 persen. Mulai dari sabun mandi, makanan, pulsa, Netflix, hingga kendaraan.

Tentu saja, kenaikan PPN ini dikhawatirkan akan membebani masyarakat, apalagi di tengah kondisi daya beli yang melemah. Harga barang dan jasa akan naik, sementara pendapatan masyarakat belum tentu ikut naik.

Nah, bagaimana industri otomotif melihat hal ini?

Public Relations Manager PT Toyota Astra Motor (TAM) Philardi Ogi mengatakan, tidak dapat dihindari bahwa kenaikan PPN 12% akan berdampak pada harga kendaraan. “Sebagai bagian dari industri otomotif Indonesia, Toyota meyakini bahwa kebijakan ini telah diterapkan dengan pertimbangan yang matang dan bertujuan untuk mendukung pembangunan negara,” ungkap Ogi.

Namun, Ogi menyebut bahwa pihaknya juga berharap adanya dukungan dari pemerintah, khususnya untuk produk yang diproduksi di dalam negeri.

“Secara internal, kami juga sedang mendiskusikan strategi bersama Dealer & Value Chain untuk terus menyediakan paket solusi mobilitas serta aftersales yang kompetitif guna memenuhi beragam kebutuhan,” ungkapnya.

Untuk mengkompensasi kenaikkan harga dari komponen pajak di tahun depan, Ogi melanjutkan, TAM berkoordinasi intens dengan manufaktur untuk meminimalisir kenaikkan harga dari sisi produsen. “Sehingga kenaikan harga bisa ditekan seminimal mungkin,” bebernya.

Baca Juga: Update! Penjualan Mobil Listrik November 2024, BYD M6 Juaranya

Sementara itu, Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM), Yusak Billy, menyebut bahwa pihaknya mengapresiasi kebijakan stimulus yang diberikan Pemerintah. “Karena secara umum dapat membantu menggerakan perekonomian dan meningkatkan daya beli masyarakat ya,” ungkap Billy.

“Khusus untuk industri otomotif, terutama kebijakan insentif untuk hybrid, kami akan mempelajari lebih lanjut ya implementasi turunan aturannya serta dampaknya terhadap pasar,”iamenambahkan.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Merek China Mulai Kuasai...
Merek China Mulai Kuasai Pasar, Honda Nyaris Terlempar dari Daftar 10 Terlaris Nasional
Heboh! Penjualan Mobil...
Heboh! Penjualan Mobil Nasional April 2026 Tembus 80 Ribu Unit, Rekor Baru Pasca-Lebaran
Inilah 5 Merek Mobil...
Inilah 5 Merek Mobil Paling Tidak Laku di Indonesia
Pertaruhan Pabrik Onderdil:...
Pertaruhan Pabrik Onderdil: Siasat Toyota Selamatkan 760 Pemasok Lokal dari Tsunami Mobil Listrik
Data GAIKINDO 2026:...
Data GAIKINDO 2026: Sinyal Bahaya bagi Produsen yang Lambat Beradaptasi dengan Listrik
Penjualan Mobil di Indonesia...
Penjualan Mobil di Indonesia Anjlok di Maret 2026, tapi EV Justru Melejit 95%
Penjualan Mobil Nasional...
Penjualan Mobil Nasional di 2026 Diproyeksi Capai 850.000 Unit
Penjualan Mobil Tokcer...
Penjualan Mobil Tokcer di Oktober, Pertanda Konsumsi Kelas Menengah RI Menggeliat
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Rekomendasi
Kontroversi Jeda Hidrasi...
Kontroversi Jeda Hidrasi di Piala Dunia 2026, Klopp Punya Pendapat Sendiri
Mengapa Negara-negara...
Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
Berita Terkini
Leopard Aesthetics yang...
Leopard Aesthetics yang Menggigit: Lepas E4 EV Buktikan SUV Listrik Bisa Elegan Tanpa Radikal
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
IMX 2026: Setelah Jepang,...
IMX 2026: Setelah Jepang, Kini Bersiap Pecahkan Rekor di ICE BSD
Ford Gunakan Beruang...
Ford Gunakan Beruang Raksasa untuk Menguji Kualitas F150
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
Skoda Kodiaq RS 6 Habis...
Skoda Kodiaq RS 6 Habis Terjual dalam Waktu 6 Menit, Apa Keistimewaanya?
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved