Mudik Lebaran dengan Kendaraan Listrik Melonjak 460%, Masyarakat Tak Gentar Jarak Jauh!
Sabtu, 12 April 2025 - 19:35 WIB
loading...
A
A
A
“Penggunaan kendaraan listrik, roda empat untuk mudik selama RAFI ini mencapai 19.852 unit atau meningkat 460 persen dibanding tahun lalu," kata Direktur Bahan Bakar Minyak BPH Migas Sentot Harijady Bradjanto Tri Putro, dalam keterangannya, Jumat (11/4/2025).
Wilayah Bengkulu, Gorontalo, dan Maluku Utara tercatat sebagai pengguna EV terendah, mengindikasikan perlunya upaya pemerataan infrastruktur dan edukasi di daerah-daerah tersebut.
Selama periode siaga, tercatat 3.558 unit SPKLU tersedia, meningkat 274 persen dibandingkan Lebaran 2024 yang hanya mencapai 1.299 unit.
SPKLU terbanyak masih terpusat di DKI Jakarta, seiring tingginya populasi EV di ibu kota.
Baca Juga: Tambah SPKLU, PLN Antisipasi Lonjakan Pemudik Kendaraan Listrik saat Lebaran
Sebaran EV: Jakarta di Puncak, Daerah Lain Menyusul
Peta persebaran EV selama mudik menunjukkan dominasi wilayah DKI Jakarta sebagai pengguna terbanyak. Namun, semangat adopsi EV juga terlihat di daerah-daerah lain, meskipun dengan tingkat yang bervariasi.Wilayah Bengkulu, Gorontalo, dan Maluku Utara tercatat sebagai pengguna EV terendah, mengindikasikan perlunya upaya pemerataan infrastruktur dan edukasi di daerah-daerah tersebut.
SPKLU: Infrastruktur yang Terus Berkembang
Pertumbuhan pesat pengguna EV selama mudik tak lepas dari peningkatan signifikan dalam jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).Selama periode siaga, tercatat 3.558 unit SPKLU tersedia, meningkat 274 persen dibandingkan Lebaran 2024 yang hanya mencapai 1.299 unit.
SPKLU terbanyak masih terpusat di DKI Jakarta, seiring tingginya populasi EV di ibu kota.
Baca Juga: Tambah SPKLU, PLN Antisipasi Lonjakan Pemudik Kendaraan Listrik saat Lebaran
Transaksi SPKLU: Indikator Peningkatan Kepercayaan
Meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap EV juga tercermin dalam lonjakan transaksi di SPKLU. Transaksi pengisian daya meningkat 490 persen, dengan 17.192 transaksi tercatat di ruas tol dan 66.596 transaksi di ruas non-tol. Tertinggi, transaksi di Jakarta-Cikampek sebanyak 994 kali.(dan)
Lihat Juga :