Hindari Tarif Trump, Mitsubishi Hentikan Semua Ekspor Kendaraan ke Amerika
Selasa, 15 April 2025 - 09:22 WIB
loading...
Mitsubishi Hentikan Semua Ekspor Kendaraan ke Amerika. FOTO/ CARSCOOPS
A
A
A
TOKYO - Mitsubishi Motors tengah menekan pengiriman kendaraan ke dealer-dealer Amerika Serikat, guna menanggapi tarif baru Donald Trump.
BACA JUGA - Mitsubishi New Xpander Cross Tidak Punya ADAS, Ini Jawaban Mitsubishi
Langkah ini menyoroti betapa cepatnya perubahan kebijakan dapat mengganggu logistik dan perencanaan inventaris produsen mobil.
Seperti dilansir dari Carscoops, karena seluruh jajaran produk Mitsubishi di AS terdiri dari kendaraan impor, setiap model kini dikenakan tarif tambahan sebesar 25 persen.
Meskipun perusahaan tersebut terus mengekspor ke Amerika Utara, perusahaan tersebut telah menghentikan sementara pengiriman ke 330 dealernya di AS dalam upaya untuk menghindari biaya tambahan tersebut, setidaknya untuk saat ini.
Menurut Jeremy Barnes, Direktur Senior Komunikasi dan Acara di Mitsubishi Amerika Utara, kendaraan akan tetap berada di pelabuhan AS hingga pemerintah mengumumkan langkah selanjutnya terkait tarif. Barnes mengatakan kepada Nikkei Asia bahwa perusahaan memiliki cukup persediaan untuk terus memenuhi permintaan meskipun pengiriman dihentikan.
BACA JUGA - Mitsubishi New Xpander Cross Tidak Punya ADAS, Ini Jawaban Mitsubishi
Langkah ini menyoroti betapa cepatnya perubahan kebijakan dapat mengganggu logistik dan perencanaan inventaris produsen mobil.
Seperti dilansir dari Carscoops, karena seluruh jajaran produk Mitsubishi di AS terdiri dari kendaraan impor, setiap model kini dikenakan tarif tambahan sebesar 25 persen.
Meskipun perusahaan tersebut terus mengekspor ke Amerika Utara, perusahaan tersebut telah menghentikan sementara pengiriman ke 330 dealernya di AS dalam upaya untuk menghindari biaya tambahan tersebut, setidaknya untuk saat ini.
Menurut Jeremy Barnes, Direktur Senior Komunikasi dan Acara di Mitsubishi Amerika Utara, kendaraan akan tetap berada di pelabuhan AS hingga pemerintah mengumumkan langkah selanjutnya terkait tarif. Barnes mengatakan kepada Nikkei Asia bahwa perusahaan memiliki cukup persediaan untuk terus memenuhi permintaan meskipun pengiriman dihentikan.
Lihat Juga :