Gawat! Nissan Terjungkal, Tekor Rp78 Triliun! Mobil Jepang Legendaris di Ujung Jurang?
Selasa, 29 April 2025 - 07:20 WIB
loading...
A
A
A
Meskipun negosiasi tampaknya berjalan baik pada awalnya, mereka terhenti pada bulan Februari. Mengapa? sumber-sumber dekat dengan produsen mengungkapkan bahwa Nissan datang ke meja perundingan dengan pemikiran akan menjadi mitra yang setara dan menolak ketika menyadari Honda ingin menjadikan Nissan anak perusahaan.
Raksasa teknologi Taiwan Foxconn telah menyatakan minat untuk bekerja sama dengan Nissan, tetapi mengatakan lebih memilih untuk bermitra dengan perusahaan Jepang tersebut daripada membeli sahamnya.
Meskipun pembicaraan merger dengan Honda dan Mitsubishi gagal, ketiga perusahaan mengatakan akan terus berkolaborasi dalam elektrifikasi dan pengembangan perangkat lunak sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk tetap kompetitif dalam perlombaan EV, terutama melawan para pesaing dari China.
Baca Juga: Perbandingan SUV Off-road Tampang Urban Jetour T2 dan Jetour T1 yang Akan Masuk Indonesia
Kegagalan merger dengan Honda, yang dipandang sebagai potensi penyelamat, semakin memperburuk situasi Nissan dan menyoroti tekanan yang dihadapi produsen mobil tradisional dalam menghadapi transisi ke kendaraan listrik dan persaingan yang meningkat dari para pemain baru, terutamadariChina.
Pembicaraan Merger Antara Nissan, Honda, dan Mitsubishi Gagal pada Februari 2025
Nissan telah mengumumkan 9.000 PHK, penutupan pabrik, dan jajaran model yang disederhanakan dalam upaya untuk menghemat lebih dari USD2,5 miliar dan secara aktif mencari mitra baru, mengakui bahwa mereka akan kesulitan untuk bertahan hidup sendiri.Raksasa teknologi Taiwan Foxconn telah menyatakan minat untuk bekerja sama dengan Nissan, tetapi mengatakan lebih memilih untuk bermitra dengan perusahaan Jepang tersebut daripada membeli sahamnya.
Meskipun pembicaraan merger dengan Honda dan Mitsubishi gagal, ketiga perusahaan mengatakan akan terus berkolaborasi dalam elektrifikasi dan pengembangan perangkat lunak sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk tetap kompetitif dalam perlombaan EV, terutama melawan para pesaing dari China.
Baca Juga: Perbandingan SUV Off-road Tampang Urban Jetour T2 dan Jetour T1 yang Akan Masuk Indonesia
Kegagalan merger dengan Honda, yang dipandang sebagai potensi penyelamat, semakin memperburuk situasi Nissan dan menyoroti tekanan yang dihadapi produsen mobil tradisional dalam menghadapi transisi ke kendaraan listrik dan persaingan yang meningkat dari para pemain baru, terutamadariChina.
(dan)
Lihat Juga :