Dulu Lawan Tesla, Sekarang Saingan Boeing! Kisah Nyentrik Perjalanan 14 Tahun Xpeng dan Mobil Terbangnya!
Sabtu, 03 Mei 2025 - 10:19 WIB
loading...
A
A
A
Puncaknya, IPO di Bursa Efek New York pada Agustus 2020 berhasil meraup USD1,5 miliar, dengan sahamnya melonjak lebih dari 40% di hari pertama perdagangan. Hingga Mei 2021, He Xiaopeng menggenggam 23% saham, sementara Alibaba Group memiliki 12%.
![Dulu Lawan Tesla, Sekarang Saingan Boeing! Kisah Nyentrik Perjalanan 14 Tahun Xpeng dan Mobil Terbangnya!]()
Ekspansi agresif juga tercermin dalam pertumbuhan pendapatan yang melesat lebih dari 500% pada kuartal ketiga 2021, seiring dengan peningkatan signifikan tim R&D. Tahun 2021 juga menandai babak baru dengan dimulainya ekspor sedan P7 ke Norwegia pada Agustus, diikuti peluncuran sedan kompak P5 yang revolusioner karena kemampuannya membaca lampu lalu lintas dan menjadi mobil produksi pertama dengan sensor lidar untuk ADAS.
![Dulu Lawan Tesla, Sekarang Saingan Boeing! Kisah Nyentrik Perjalanan 14 Tahun Xpeng dan Mobil Terbangnya!]()
Namun, babak paling mendebarkan dalam kisah Xpeng baru dimulai. Pada Oktober 2021, anak perusahaan HT Aero mengumumkan pendanaan USD500 juta dan desain untuk mobil terbang, dengan target peluncuran yang ambisius di 2024. Langkah ini menegaskan visi Xpeng yang melampaui sekadar kendaraan listrik.
Xpeng terus berinovasi dengan meluncurkan SUV G6 di Shanghai Auto Show 2023 dan menjalin kemitraan strategis dengan ACCESS Europe untuk sistem infotainment. Kolaborasi mengejutkan dengan Volkswagen Group di Juli 2023, dengan investasi USD700 juta untuk 4,99% saham dan pengembangan bersama dua model listrik VW di China pada 2026, semakin memperkuat posisi Xpeng di kancah global.
Akuisisi unit teknologi pengemudian otonom DiDi senilai USD744 juta di Agustus 2023 juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapabilitas AI mereka.
Kemitraan teknologi dengan Volkswagen terus berlanjut hingga Februari 2024, dengan fokus pada platform dan perangkat lunak, mempercepat siklus pengembangan produk. Di awal 2025, Xpeng menggandeng Volkswagen China dan BP Pulse untuk membuka jaringan pengisian daya bersama di China, serta berencana membangun stasiun pengisian daya ultra cepat bersama.

Ekspansi agresif juga tercermin dalam pertumbuhan pendapatan yang melesat lebih dari 500% pada kuartal ketiga 2021, seiring dengan peningkatan signifikan tim R&D. Tahun 2021 juga menandai babak baru dengan dimulainya ekspor sedan P7 ke Norwegia pada Agustus, diikuti peluncuran sedan kompak P5 yang revolusioner karena kemampuannya membaca lampu lalu lintas dan menjadi mobil produksi pertama dengan sensor lidar untuk ADAS.

Namun, babak paling mendebarkan dalam kisah Xpeng baru dimulai. Pada Oktober 2021, anak perusahaan HT Aero mengumumkan pendanaan USD500 juta dan desain untuk mobil terbang, dengan target peluncuran yang ambisius di 2024. Langkah ini menegaskan visi Xpeng yang melampaui sekadar kendaraan listrik.
Xpeng terus berinovasi dengan meluncurkan SUV G6 di Shanghai Auto Show 2023 dan menjalin kemitraan strategis dengan ACCESS Europe untuk sistem infotainment. Kolaborasi mengejutkan dengan Volkswagen Group di Juli 2023, dengan investasi USD700 juta untuk 4,99% saham dan pengembangan bersama dua model listrik VW di China pada 2026, semakin memperkuat posisi Xpeng di kancah global.
Akuisisi unit teknologi pengemudian otonom DiDi senilai USD744 juta di Agustus 2023 juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapabilitas AI mereka.
Kemitraan teknologi dengan Volkswagen terus berlanjut hingga Februari 2024, dengan fokus pada platform dan perangkat lunak, mempercepat siklus pengembangan produk. Di awal 2025, Xpeng menggandeng Volkswagen China dan BP Pulse untuk membuka jaringan pengisian daya bersama di China, serta berencana membangun stasiun pengisian daya ultra cepat bersama.
Lihat Juga :