Penjualan Tesla Anjlok Parah di Seluruh Eropa: Ini 3 Dosa Elon Musk!
Rabu, 07 Mei 2025 - 08:04 WIB
loading...
Penjualan Tesla anjlok di Eropa karena berbagai hal, termasuk langkah-langkah yang dilakukan oleh Elon Musk. Foto: Reuters
A
A
A
EROPA - Fenomena menarik sekaligus mengkhawatirkan tengah melanda pasar otomotif Eropa: penjualan kendaraan listrik (EV) secara umum terus meningkat. Ironisnya, penjualan raksasa EV asal Amerika Serikat, Tesla, justru mengalami penurunan tajam di berbagai negara Benua Biru.
Berdasarkan data penjualan bulanan, Tesla mencatatkan penurunan penjualan yang signifikan pada April di sejumlah pasar utama Eropa, termasuk Inggris, Belanda, Denmark, Portugal, Swedia, dan Prancis.
Tren penurunan ini semakin mengkhawatirkan setelah sebelumnya juga mengalami penurunan tajam pada kuartal pertama 2025.
1. Musk diketahui secara terbuka mendukung beberapa kandidat politik sayap kanan di Jerman dan Inggris.
2. Memiliki peran menonjol dalam pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
3. Kekhawatiran dan kemarahan atas potensi pemberlakuan tarif tinggi terhadap impor Eropa juga diduga kuat menjadi faktor yang menjauhkan sebagian calon pembeli Eropa.
Di Inggris, penjualan Tesla April lalu justru terjun bebas sebesar 62%. Demikian data dari kelompok perdagangan industri otomotif Inggris, SMMT (Society of Motor Manufacturers and Traders).
Penurunan drastis ini terjadi meskipun penjualan EV secara keseluruhan di Inggris mengalami kenaikan sebesar 8% pada bulan yang sama.
Data dari kelompok perdagangan di masing-masing negara juga menunjukkan penurunan penjualan Tesla yang mencolok di negara lain: 67% di Denmark, 74% di Belanda, dan 33% di Portugal. Sementara itu, menurut laporan dari Reuters, penjualan Tesla juga anjlok sebesar 81% di Swedia dan 59% di Prancis.
Hingga saat ini, Tesla tidak melaporkan data penjualan bulanan secara spesifik per pasar. Perusahaan juga tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar mengenai data penjualan bulan Aprilnya.
Namun, penurunan penjualan Tesla di Eropa diperkirakan tidak hanya disebabkan oleh reputasi Elon Musk semata. Meningkatnya persaingan di pasar EV dari produsen mobil lain, terutama rival asal China, BYD, juga diyakini memainkan peran signifikan. BYD bahkan diprediksi akan melampaui Tesla sebagai produsen EV terbesar di dunia pada tahun ini.
Tesla sendiri belum memberikan proyeksi volume penjualan untuk tahun 2025. Namun, sejumlah analis memperkirakan adanya penurunan penjualan Tesla secara keseluruhan pada tahun ini, mengingat tren penurunan penjualan baru-baru ini dan sentimen negatif terhadap Elon Musk.
Analis Gordon Johnson dari GLJ Research, salah satu analis yang paling pesimis terhadap saham Tesla, bahkan menyatakan, "Singkatnya, kuartal kedua tahun 2025 (lagi-lagi) tampak akan menjadi kuartal yang sangat buruk bagi Tesla, menyusul kuartal pertama yang juga merupakan bencana."
Data dari Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA - European Automobile Manufacturers’ Association) menunjukkan bahwa secara keseluruhan, Tesla mengalami penurunan penjualan sebesar 36% di seluruh Eropa selama tiga bulan pertama tahun 2025.
Baca Juga: Petinggi Tesla Bantah Mencari Pengganti Elon Musk sebagai CEO
Ironisnya, penurunan ini terjadi ketika penjualan EV di pasar yang sama justru mengalami kenaikan sebesar 24% pada periode tersebut.
Tren negatif ini terjadi setelah Tesla melaporkan penurunan penjualan tahunan pertamanya pada 2024, serta penurunan penjualan global kuartalan terbesar dalam sejarah perusahaan pada kuartal pertama 2025.
Kondisi ini mengakibatkan penurunan laba bersih Tesla sebesar 71% pada kuartal tersebut. Bahkan, Tesla dilaporkan harus mengandalkan penjualan kredit regulasi kepada produsen mobil konvensional untuk dapat mencatatkan keuntungan sama sekali.
Berdasarkan data penjualan bulanan, Tesla mencatatkan penurunan penjualan yang signifikan pada April di sejumlah pasar utama Eropa, termasuk Inggris, Belanda, Denmark, Portugal, Swedia, dan Prancis.
Tren penurunan ini semakin mengkhawatirkan setelah sebelumnya juga mengalami penurunan tajam pada kuartal pertama 2025.
Apa Penyebab Tesla Kurang Peminat di Eropa?
Sejumlah faktor kompleks diduga menjadi penyebab kemerosotan penjualan Tesla di Eropa. Mirip situasi di Amerika Serikat, sentimen politik CEO Tesla, Elon Musk, tampaknya memicu reaksi negatif dan protes di berbagai negara Eropa. Nah, berikut alasan penjualan Tesla anjlok:1. Musk diketahui secara terbuka mendukung beberapa kandidat politik sayap kanan di Jerman dan Inggris.
2. Memiliki peran menonjol dalam pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
3. Kekhawatiran dan kemarahan atas potensi pemberlakuan tarif tinggi terhadap impor Eropa juga diduga kuat menjadi faktor yang menjauhkan sebagian calon pembeli Eropa.
Di Inggris, penjualan Tesla April lalu justru terjun bebas sebesar 62%. Demikian data dari kelompok perdagangan industri otomotif Inggris, SMMT (Society of Motor Manufacturers and Traders).
Penurunan drastis ini terjadi meskipun penjualan EV secara keseluruhan di Inggris mengalami kenaikan sebesar 8% pada bulan yang sama.
Data dari kelompok perdagangan di masing-masing negara juga menunjukkan penurunan penjualan Tesla yang mencolok di negara lain: 67% di Denmark, 74% di Belanda, dan 33% di Portugal. Sementara itu, menurut laporan dari Reuters, penjualan Tesla juga anjlok sebesar 81% di Swedia dan 59% di Prancis.
Hingga saat ini, Tesla tidak melaporkan data penjualan bulanan secara spesifik per pasar. Perusahaan juga tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar mengenai data penjualan bulan Aprilnya.
Namun, penurunan penjualan Tesla di Eropa diperkirakan tidak hanya disebabkan oleh reputasi Elon Musk semata. Meningkatnya persaingan di pasar EV dari produsen mobil lain, terutama rival asal China, BYD, juga diyakini memainkan peran signifikan. BYD bahkan diprediksi akan melampaui Tesla sebagai produsen EV terbesar di dunia pada tahun ini.
Tesla sendiri belum memberikan proyeksi volume penjualan untuk tahun 2025. Namun, sejumlah analis memperkirakan adanya penurunan penjualan Tesla secara keseluruhan pada tahun ini, mengingat tren penurunan penjualan baru-baru ini dan sentimen negatif terhadap Elon Musk.
Analis Gordon Johnson dari GLJ Research, salah satu analis yang paling pesimis terhadap saham Tesla, bahkan menyatakan, "Singkatnya, kuartal kedua tahun 2025 (lagi-lagi) tampak akan menjadi kuartal yang sangat buruk bagi Tesla, menyusul kuartal pertama yang juga merupakan bencana."
Data dari Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA - European Automobile Manufacturers’ Association) menunjukkan bahwa secara keseluruhan, Tesla mengalami penurunan penjualan sebesar 36% di seluruh Eropa selama tiga bulan pertama tahun 2025.
Baca Juga: Petinggi Tesla Bantah Mencari Pengganti Elon Musk sebagai CEO
Ironisnya, penurunan ini terjadi ketika penjualan EV di pasar yang sama justru mengalami kenaikan sebesar 24% pada periode tersebut.
Tren negatif ini terjadi setelah Tesla melaporkan penurunan penjualan tahunan pertamanya pada 2024, serta penurunan penjualan global kuartalan terbesar dalam sejarah perusahaan pada kuartal pertama 2025.
Kondisi ini mengakibatkan penurunan laba bersih Tesla sebesar 71% pada kuartal tersebut. Bahkan, Tesla dilaporkan harus mengandalkan penjualan kredit regulasi kepada produsen mobil konvensional untuk dapat mencatatkan keuntungan sama sekali.
(dan)
Lihat Juga :