Viral Penumpang Ojol Dihantam Palang: Hidung Remuk, Tuntut Ganti Rugi Rp80 Juta ke Gojek!
Senin, 12 Mei 2025 - 11:03 WIB
loading...
A
A
A
Akibatnya fatal! Tulang hidung Michael retak parah. Ia harus menjalani serangkaian tindakan medis yang tentu saja menguras biaya dan tenaga. Dalam curahan hatinya di media sosial, Michael tak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap respons pihak Gojek Indonesia. Alih-alih solusi dan tanggung jawab, ia justru menerima jawaban yang membuatnya semakin meradang.
“Call center satu: ‘Bapak bisa kirim bukti rekaman dan bukti rekam medis ke email blablabla’, yang ternyata email no reply. Call center kedua: ‘Iya Pak, ini kan musibah’," tulis Michael, menirukan jawaban mengecewakan saat ia meminta pertanggungjawaban biaya pengobatan sebesar Rp80 juta kepada raksasa aplikasi tersebut.
Michael tak habis pikir dengan sikap lepas tangan Gojek Indonesia. Baginya, meskipun insiden ini disebabkan oleh kelalaian driver, perusahaan tetap memiliki tanggung jawab atas mitra yang berada di bawah naungannya.
“Mungkin ini kasus yang jarang terjadi, ketika kecelakaan hanya menimpa penumpangnya sendiri, ditambah kecelakaan ini akibat kelalaian pengemudi. Tapi, cara @gojekindonesia merespon kecelakaan ini betul-betul merugikan dalam banyak hal. Bayangkan, tulang nasal retak hingga jalur napas tertutup,” ungkapnya dengan nada getir.
Setelah unggahannya viral dan memicu gelombang kemarahan warganet, pihak perusahaan ojek online akhirnya mengeluarkan permintaan maaf tertulis. Namun, bak drama yang belum usai, mereka menolak membayar penuh biaya pengobatan Michael sebesar Rp80 juta dengan alasan batas maksimal asuransi penumpang hanya Rp25 juta.
Respons dingin dari perusahaan ojol ini sontak memantik amarah para warganet. Mereka menilai pihak mitra dan perusahaan sama-sama tak mau bertanggung jawab. Tak sedikit yang menyerukan agar sang driver pun turut dituntut atas kelalaiannya.
“Call center satu: ‘Bapak bisa kirim bukti rekaman dan bukti rekam medis ke email blablabla’, yang ternyata email no reply. Call center kedua: ‘Iya Pak, ini kan musibah’," tulis Michael, menirukan jawaban mengecewakan saat ia meminta pertanggungjawaban biaya pengobatan sebesar Rp80 juta kepada raksasa aplikasi tersebut.
Michael tak habis pikir dengan sikap lepas tangan Gojek Indonesia. Baginya, meskipun insiden ini disebabkan oleh kelalaian driver, perusahaan tetap memiliki tanggung jawab atas mitra yang berada di bawah naungannya.
“Mungkin ini kasus yang jarang terjadi, ketika kecelakaan hanya menimpa penumpangnya sendiri, ditambah kecelakaan ini akibat kelalaian pengemudi. Tapi, cara @gojekindonesia merespon kecelakaan ini betul-betul merugikan dalam banyak hal. Bayangkan, tulang nasal retak hingga jalur napas tertutup,” ungkapnya dengan nada getir.
Setelah unggahannya viral dan memicu gelombang kemarahan warganet, pihak perusahaan ojek online akhirnya mengeluarkan permintaan maaf tertulis. Namun, bak drama yang belum usai, mereka menolak membayar penuh biaya pengobatan Michael sebesar Rp80 juta dengan alasan batas maksimal asuransi penumpang hanya Rp25 juta.
Respons dingin dari perusahaan ojol ini sontak memantik amarah para warganet. Mereka menilai pihak mitra dan perusahaan sama-sama tak mau bertanggung jawab. Tak sedikit yang menyerukan agar sang driver pun turut dituntut atas kelalaiannya.
Lihat Juga :