Begini Cara Mematikan Mobil Listrik yang Terbakar, Bahkan Harus Direndam Seminggu!
Jum'at, 16 Mei 2025 - 09:44 WIB
loading...
Cara mematikan mobil listrik yang terbakar jauh lebih sulit dibandingkan mobil biasa. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Jagat maya baru-baru ini dihebohkan oleh penampakan mobil listrik BYD Seal yang mengeluarkan asap tebal dari area baterainya. Enam unit mobil pemadam kebakaran dengan personel menuju lokasi, bukan hanya untuk memadamkan api, melainkan untuk menghadapi musuh baru dalam dunia pemadaman: kebakaran baterai mobil listrik.
Kendaraan listrik, dengan baterai sebagai sumber kehidupannya, adalah teknologi yang memaksa semua pihak, terutama petugas pemadam kebakaran, untuk mempelajari seluk-beluk penanganannya. Memadamkan api pada mobil listrik ternyata bukan sekadar menyemprotkan air, melainkan membutuhkan keterampilan khusus dan peralatan canggih untuk memastikan sumber panas benar-benar hilang.
Kasektor Damkar Cengkareng H Wirawan Aries Wibowo, dengan nada serius menjelaskan perbedaan mendasar dalam menangani kebakaran mobil listrik. “Kalau mobil listrik itu kebakarannya disebabkan oleh baterai. Jadi ada satu sel baterai yang rusak dan terbakar, maka akan merambat ke sel-sel yang lain. Jadi sebenarnya kita bukan memadamkan api, tapi mendinginkan baterai,” ujarnya saat ditemui.
Kata-kata ini membuka tabir bahwa musuh sebenarnya bukanlah api, melainkan panas yang terperangkap di dalam baterai.
Wirawan menambahkan, hingga kini belum ada cara yang lebih jitu untuk menjinakkan amukan baterai listrik selain mengguyurnya dengan air sebanyak-banyaknya. Mengingat, api bisa saja muncul kembali meski terlihat padam, bagai bara dalam sekam yang siap berkobar lagi.
“Ada satu kasus di luar (negeri) itu, mobil listrik kebakaran sudah disiram air sebanyak-banyaknya oleh petugas. Dirasa sudah cukup, mobil dibawa pakai towing, tapi diikutin sama pemadam. Di jalan timbul percikan lagi, jadi harus disemprot lagi. Sampai di pabriknya, mobil itu kebakaran lagi setelah seminggu terparkir di halaman,” ungkap Wirawan, menggambarkan betapa berbahayanya "api dalam senyap" ini.
Tak hanya fokus mendinginkan baterai, petugas juga harus hati-hati memastikan tidak ada arus listrik bocor yang bisa merambat melalui air, menambah risiko sengatan listrik. Kewaspadaan tingkat tinggi menjadi harga mati dalam menangani mobil listrik yang dilalap si jago merah.
Kendaraan listrik, dengan baterai sebagai sumber kehidupannya, adalah teknologi yang memaksa semua pihak, terutama petugas pemadam kebakaran, untuk mempelajari seluk-beluk penanganannya. Memadamkan api pada mobil listrik ternyata bukan sekadar menyemprotkan air, melainkan membutuhkan keterampilan khusus dan peralatan canggih untuk memastikan sumber panas benar-benar hilang.
Kasektor Damkar Cengkareng H Wirawan Aries Wibowo, dengan nada serius menjelaskan perbedaan mendasar dalam menangani kebakaran mobil listrik. “Kalau mobil listrik itu kebakarannya disebabkan oleh baterai. Jadi ada satu sel baterai yang rusak dan terbakar, maka akan merambat ke sel-sel yang lain. Jadi sebenarnya kita bukan memadamkan api, tapi mendinginkan baterai,” ujarnya saat ditemui.
Kata-kata ini membuka tabir bahwa musuh sebenarnya bukanlah api, melainkan panas yang terperangkap di dalam baterai.
Wirawan menambahkan, hingga kini belum ada cara yang lebih jitu untuk menjinakkan amukan baterai listrik selain mengguyurnya dengan air sebanyak-banyaknya. Mengingat, api bisa saja muncul kembali meski terlihat padam, bagai bara dalam sekam yang siap berkobar lagi.
“Ada satu kasus di luar (negeri) itu, mobil listrik kebakaran sudah disiram air sebanyak-banyaknya oleh petugas. Dirasa sudah cukup, mobil dibawa pakai towing, tapi diikutin sama pemadam. Di jalan timbul percikan lagi, jadi harus disemprot lagi. Sampai di pabriknya, mobil itu kebakaran lagi setelah seminggu terparkir di halaman,” ungkap Wirawan, menggambarkan betapa berbahayanya "api dalam senyap" ini.
Tak hanya fokus mendinginkan baterai, petugas juga harus hati-hati memastikan tidak ada arus listrik bocor yang bisa merambat melalui air, menambah risiko sengatan listrik. Kewaspadaan tingkat tinggi menjadi harga mati dalam menangani mobil listrik yang dilalap si jago merah.
Lihat Juga :