Kawinkan Teknologi China dengan Jepang, CATL Siapkan Sasis Canggih untuk Mazda
Rabu, 28 Mei 2025 - 16:47 WIB
loading...
CATL Integrated Intelligent Chassis. FOTO/ CAR NEWS CHINA
A
A
A
BEIJING - Keseriusan Mazda mengembangkan mobil listriknya mendapatkan dukung penuh dari Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL), raksasa baterai kendaraan listrik (EV) dunia, dengan memperkenalkan teknologi sasis ‘skateboard’, sebuah langkah strategis yang dapat mengubah lanskap otomotif global.
BACA JUGA - Jadikan Industri Otomotif China Teman, Mazda Gandeng CATL
Langkah ini dibuktikan melalui kolaborasi dengan Changan Mazda, sehingga membuka peluang bagi lebih banyak produsen untuk meluncurkan EV mereka lebih cepat dan lebih hemat biaya.
Seperti dilansir dari Car News China, sasis cerdas terintegrasi CATL, yang dikenal sebagai CIIC (CATL Integrated Intelligent Chassis), memiliki desain body atas dan bawah yang terpisah, modul subsistem yang dapat dimodifikasi, dan antarmuka yang terstandarisasi.
Desain modular ini tidak hanya mempercepat pengembangan model baru, tetapi juga memungkinkan satu platform digunakan untuk berbagai jenis kendaraan.
Namun, terlepas dari penghematan waktu dan biaya yang dijanjikan sasis ini, banyak produsen otomotif tradisional masih enggan mengandalkan teknologi eksternal, terutama untuk komponen penting seperti sasis yang memengaruhi performa, pengendalian, dan tingkat keselamatan kendaraan.
Namun, kolaborasi antara CATL dan Changan Mazda merupakan tanda bahwa keadaan mulai berubah. Proyek bersama ini berfokus pada pengembangan kendaraan listrik berkualitas tinggi dan aman, menjadi model industri untuk pendekatan "integrasi teknologi + pengembangan yang efisien".
Sejauh ini, teknologi sasis skateboard telah banyak digunakan di pasar khusus seperti kendaraan tanpa pengemudi, kendaraan yang dimodifikasi, dan robotaxi.
Namun, untuk meningkatkan skala produksi massal, CATL perlu menarik minat produsen besar yang masih menghargai keunikan dan kendali penuh atas produk mereka.
Tantangan utamanya? Menyeimbangkan standarisasi platform dan kebutuhan kustomisasi merek. Sementara platform standar memudahkan produksi, produsen sering kali menuntut kustomisasi untuk desain dan performa mereka sendiri.
Mengintegrasikan sasis ini dengan body mobil konvensional juga memerlukan solusi rekayasa yang rumit.
Keunggulan CATL dalam teknologi baterai memberinya keuntungan besar karena sistem daya merupakan komponen inti dalam sasis pintar ini.
Namun, banyak produsen kini mengembangkan teknologi sasis pintar mereka sendiri yang terintegrasi dengan sistem pengemudian otonom, sehingga persaingan semakin ketat.
Akankah CATL mampu meyakinkan dunia otomotif bahwa masa depan kendaraan listrik terletak pada platform terpadu dan cerdas ini?
Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti, perlombaan menuju elektrifikasi kini lebih cepat dan lebih kompetitif dari sebelumnya.
BACA JUGA - Jadikan Industri Otomotif China Teman, Mazda Gandeng CATL
Langkah ini dibuktikan melalui kolaborasi dengan Changan Mazda, sehingga membuka peluang bagi lebih banyak produsen untuk meluncurkan EV mereka lebih cepat dan lebih hemat biaya.
Seperti dilansir dari Car News China, sasis cerdas terintegrasi CATL, yang dikenal sebagai CIIC (CATL Integrated Intelligent Chassis), memiliki desain body atas dan bawah yang terpisah, modul subsistem yang dapat dimodifikasi, dan antarmuka yang terstandarisasi.
Desain modular ini tidak hanya mempercepat pengembangan model baru, tetapi juga memungkinkan satu platform digunakan untuk berbagai jenis kendaraan.
Namun, terlepas dari penghematan waktu dan biaya yang dijanjikan sasis ini, banyak produsen otomotif tradisional masih enggan mengandalkan teknologi eksternal, terutama untuk komponen penting seperti sasis yang memengaruhi performa, pengendalian, dan tingkat keselamatan kendaraan.
Namun, kolaborasi antara CATL dan Changan Mazda merupakan tanda bahwa keadaan mulai berubah. Proyek bersama ini berfokus pada pengembangan kendaraan listrik berkualitas tinggi dan aman, menjadi model industri untuk pendekatan "integrasi teknologi + pengembangan yang efisien".
Sejauh ini, teknologi sasis skateboard telah banyak digunakan di pasar khusus seperti kendaraan tanpa pengemudi, kendaraan yang dimodifikasi, dan robotaxi.
Namun, untuk meningkatkan skala produksi massal, CATL perlu menarik minat produsen besar yang masih menghargai keunikan dan kendali penuh atas produk mereka.
Tantangan utamanya? Menyeimbangkan standarisasi platform dan kebutuhan kustomisasi merek. Sementara platform standar memudahkan produksi, produsen sering kali menuntut kustomisasi untuk desain dan performa mereka sendiri.
Mengintegrasikan sasis ini dengan body mobil konvensional juga memerlukan solusi rekayasa yang rumit.
Keunggulan CATL dalam teknologi baterai memberinya keuntungan besar karena sistem daya merupakan komponen inti dalam sasis pintar ini.
Namun, banyak produsen kini mengembangkan teknologi sasis pintar mereka sendiri yang terintegrasi dengan sistem pengemudian otonom, sehingga persaingan semakin ketat.
Akankah CATL mampu meyakinkan dunia otomotif bahwa masa depan kendaraan listrik terletak pada platform terpadu dan cerdas ini?
Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti, perlombaan menuju elektrifikasi kini lebih cepat dan lebih kompetitif dari sebelumnya.
(wbs)
Lihat Juga :