Dari Peniru iPhone Menjadi Raja EV China: Kisah Xiaomi Mengguncang Pasar Otomotif Dunia
Kamis, 29 Mei 2025 - 12:47 WIB
loading...
Xiaomi YU7 akan menjadi penantang tesla model Y yang laris di China. Foto: Xiaomi
A
A
A
JAKARTA - Perusahaan elektronik raksasa China, Xiaomi, yang dikenal sebagai produsen ponsel terbesar ketiga di dunia—meskipun dituduh sebagai "peniru" iPhone oleh para kritikus di masa-masa awal, kini tengah mengukir sejarah baru.
Xiaomi kini bertransformasi menjadi kekuatan dominan di pasar kendaraan listrik (EV), sebuah prestasi yang bahkan Apple tidak pernah berhasil raih.
Pada Kamis, 22 Mei 2025, Xiaomi resmi meluncurkan crossover yang sangat dinanti-nantikan, YU7. Kendaraan ini disebut-sebut sebagai saingan serius pertama China bagi Tesla Model Y yang menjadi bestseller.
![Dari Peniru iPhone Menjadi Raja EV China: Kisah Xiaomi Mengguncang Pasar Otomotif Dunia]()
“Orang-orang mengantisipasi bahwa ini akan benar-benar memberikan dampak serius pada penjualan Model Y di China secara spesifik," kata Tu Le, pendiri dan direktur pelaksana Sino Auto Insights, sebuah firma yang mempelajari pasar otomotif China.
Sekali lagi, Xiaomi mengambil inspirasi dari merek-merek terkemuka. "Jika Anda menyipitkan mata, itu agak mirip dengan SUV Ferrari itu," tambah Le, merujuk pada Ferrari Purosangue.
Sebelumnya, SU7, satu-satunya kendaraan lain Xiaomi, telah dibandingkan dengan Porsche Taycan. Sebuah purwarupa dari Xiaomi SU7 Ultra, versi performa tinggi dari sedan empat pintu tersebut, bahkan berhasil mengungguli mobil-mobil dari Porsche, Tesla, dan pembuat supercar listrik Rimac di lintasan balap Nurburgring yang terkenal di Jerman.
Tantangan di Tengah Ambisi dan Tragedi
Namun, perjalanan Xiaomi di pasar EV tidaklah mulus. Perusahaan ini menghadapi beberapa tantangan berat. Sebuah kecelakaan pada akhir Maret lalu, yang melibatkan kendaraan mereka Xiaomi SU7 dan menewaskan tiga orang, memicu kekhawatiran serius.
Setelah insiden tersebut, pemerintah China mulai menindak keras cara produsen mobil memasarkan dan menguji perangkat lunak kendaraan self-driving.
Sam Abuelsamid, wakil presiden riset pasar di Telemetry, menyatakan bahwa penting untuk mengamati "penjualan Xiaomi selama setahun ke depan untuk melihat apakah ada dampak." Ia menambahkan, "Jika mereka dapat membuktikan kepada konsumen, membuktikan kepada publik, bahwa kendaraan mereka aman, mereka mungkin akan baik-baik saja."
![Dari Peniru iPhone Menjadi Raja EV China: Kisah Xiaomi Mengguncang Pasar Otomotif Dunia]()
Meski demikian, pasar EV China dikenal sangat kompetitif dan brutal. "Mereka perlu memperluas portofolio produk mereka dan mulai mencari pertumbuhan penjualan secara internasional, karena mereka juga akan menghadapi persaingan yang sangat ketat di China," kata Tu Le. "Dan saya tidak tahu apakah mereka bisa menjadi sangat besar seperti BYD."
Baca Juga: Terlalu Kencang, Xiaomi Turunkan Tenaga Kuda SU7 Ultra
Pasar kendaraan listrik di China adalah yang terbesar dan paling dinamis di dunia. Menurut laporan Statista, penjualan EV di China melonjak dari sekitar 1,3 juta unit pada tahun 2020 menjadi lebih dari 6,8 juta unit pada tahun 2023.
Pertumbuhan yang eksponensial ini telah menarik banyak pemain baru, termasuk raksasa teknologi seperti Xiaomi.
Meskipun Tesla memimpin pasar EV global selama bertahun-tahun, persaingan di China semakin ketat. Data dari China Passenger Car Association (CPCA) menunjukkan bahwa pangsa pasar Tesla di China memang menghadapi tekanan signifikan dari produsen lokal seperti BYDdanlainnya.
Xiaomi kini bertransformasi menjadi kekuatan dominan di pasar kendaraan listrik (EV), sebuah prestasi yang bahkan Apple tidak pernah berhasil raih.
Pada Kamis, 22 Mei 2025, Xiaomi resmi meluncurkan crossover yang sangat dinanti-nantikan, YU7. Kendaraan ini disebut-sebut sebagai saingan serius pertama China bagi Tesla Model Y yang menjadi bestseller.

“Orang-orang mengantisipasi bahwa ini akan benar-benar memberikan dampak serius pada penjualan Model Y di China secara spesifik," kata Tu Le, pendiri dan direktur pelaksana Sino Auto Insights, sebuah firma yang mempelajari pasar otomotif China.
Sekali lagi, Xiaomi mengambil inspirasi dari merek-merek terkemuka. "Jika Anda menyipitkan mata, itu agak mirip dengan SUV Ferrari itu," tambah Le, merujuk pada Ferrari Purosangue.
Sebelumnya, SU7, satu-satunya kendaraan lain Xiaomi, telah dibandingkan dengan Porsche Taycan. Sebuah purwarupa dari Xiaomi SU7 Ultra, versi performa tinggi dari sedan empat pintu tersebut, bahkan berhasil mengungguli mobil-mobil dari Porsche, Tesla, dan pembuat supercar listrik Rimac di lintasan balap Nurburgring yang terkenal di Jerman.
Tantangan di Tengah Ambisi dan Tragedi
![Dari Peniru iPhone Menjadi Raja EV China: Kisah Xiaomi Mengguncang Pasar Otomotif Dunia]()
Namun, perjalanan Xiaomi di pasar EV tidaklah mulus. Perusahaan ini menghadapi beberapa tantangan berat. Sebuah kecelakaan pada akhir Maret lalu, yang melibatkan kendaraan mereka Xiaomi SU7 dan menewaskan tiga orang, memicu kekhawatiran serius. 
Setelah insiden tersebut, pemerintah China mulai menindak keras cara produsen mobil memasarkan dan menguji perangkat lunak kendaraan self-driving.
Sam Abuelsamid, wakil presiden riset pasar di Telemetry, menyatakan bahwa penting untuk mengamati "penjualan Xiaomi selama setahun ke depan untuk melihat apakah ada dampak." Ia menambahkan, "Jika mereka dapat membuktikan kepada konsumen, membuktikan kepada publik, bahwa kendaraan mereka aman, mereka mungkin akan baik-baik saja."

Meski demikian, pasar EV China dikenal sangat kompetitif dan brutal. "Mereka perlu memperluas portofolio produk mereka dan mulai mencari pertumbuhan penjualan secara internasional, karena mereka juga akan menghadapi persaingan yang sangat ketat di China," kata Tu Le. "Dan saya tidak tahu apakah mereka bisa menjadi sangat besar seperti BYD."
Baca Juga: Terlalu Kencang, Xiaomi Turunkan Tenaga Kuda SU7 Ultra
Pasar kendaraan listrik di China adalah yang terbesar dan paling dinamis di dunia. Menurut laporan Statista, penjualan EV di China melonjak dari sekitar 1,3 juta unit pada tahun 2020 menjadi lebih dari 6,8 juta unit pada tahun 2023.
Pertumbuhan yang eksponensial ini telah menarik banyak pemain baru, termasuk raksasa teknologi seperti Xiaomi.
Meskipun Tesla memimpin pasar EV global selama bertahun-tahun, persaingan di China semakin ketat. Data dari China Passenger Car Association (CPCA) menunjukkan bahwa pangsa pasar Tesla di China memang menghadapi tekanan signifikan dari produsen lokal seperti BYDdanlainnya.
(dan)
Lihat Juga :