Selain BYD, Xiaomi Ikut Hancurkan Pesona Tesla di Pasar Otomotif China
Kamis, 29 Mei 2025 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, BYD tetap menjadi produsen EV terbesar di China dan mulai memperkuat kehadirannya di pasar luar negeri. Pada bulan April, BYD mencatat penjualan yang lebih tinggi daripada Tesla di Eropa untuk pertama kalinya.
Di China, penjualan Tesla turun tajam hingga 60 persen dari Maret hingga April, menjadi hanya 28.731 unit.
Pabrikan EV lokal seperti Xpeng juga mulai bersaing langsung dengan Tesla, misalnya dengan menawarkan fitur mengemudi pintar dengan harga setengah dari Model 3. Bahkan, Xiaomi dan beberapa merek lain telah mulai menjual mobil dengan sistem mengemudi otonom tingkat perkotaan (urban NOA) dalam kisaran harga sekitar 200.000 yuan.
Sebagai perbandingan, sistem FSD (Full Self-Driving) Tesla tidak hanya lebih mahal, tetapi juga dianggap kurang memuaskan di pasar Tiongkok.
Data penjualan dari Januari hingga April 2025 menunjukkan perbedaan yang signifikan: Tesla menjual 163.338 unit di China, sedikit menurun sebesar 0,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, BYD mencatat peningkatan sebesar 12,9 persen dengan penjualan sebanyak 886.240 unit, sementara Xiaomi melonjak drastis sebesar 1.379,9 persen menjadi 104.454 unit.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, jelas terlihat bahwa konsumen China kini lebih cenderung memilih produk lokal.
BYD dan Xiaomi tidak hanya menantang Tesla, mereka juga mengubah lanskap pasar dan persepsi pembeli tentang apa yang seharusnya ditawarkan oleh kendaraan listrik modern.
======================
Arab Saudi Ciptakan Sistem Deteksi Dehidrasi Menggunakan Layar HP
RIYADH- Dehidrasi itu berbahaya, apalagi di cuaca panas seperti sekarang. Beberapa tahun lalu, pernah ada kasus viral seorang mahasiswa yang mengalami kerusakan otak akibat gabungan antara sengatan panas dan dehidrasi.
Di China, penjualan Tesla turun tajam hingga 60 persen dari Maret hingga April, menjadi hanya 28.731 unit.
Pabrikan EV lokal seperti Xpeng juga mulai bersaing langsung dengan Tesla, misalnya dengan menawarkan fitur mengemudi pintar dengan harga setengah dari Model 3. Bahkan, Xiaomi dan beberapa merek lain telah mulai menjual mobil dengan sistem mengemudi otonom tingkat perkotaan (urban NOA) dalam kisaran harga sekitar 200.000 yuan.
Sebagai perbandingan, sistem FSD (Full Self-Driving) Tesla tidak hanya lebih mahal, tetapi juga dianggap kurang memuaskan di pasar Tiongkok.
Data penjualan dari Januari hingga April 2025 menunjukkan perbedaan yang signifikan: Tesla menjual 163.338 unit di China, sedikit menurun sebesar 0,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Di sisi lain, BYD mencatat peningkatan sebesar 12,9 persen dengan penjualan sebanyak 886.240 unit, sementara Xiaomi melonjak drastis sebesar 1.379,9 persen menjadi 104.454 unit.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, jelas terlihat bahwa konsumen China kini lebih cenderung memilih produk lokal.
BYD dan Xiaomi tidak hanya menantang Tesla, mereka juga mengubah lanskap pasar dan persepsi pembeli tentang apa yang seharusnya ditawarkan oleh kendaraan listrik modern.
======================
Arab Saudi Ciptakan Sistem Deteksi Dehidrasi Menggunakan Layar HP
RIYADH- Dehidrasi itu berbahaya, apalagi di cuaca panas seperti sekarang. Beberapa tahun lalu, pernah ada kasus viral seorang mahasiswa yang mengalami kerusakan otak akibat gabungan antara sengatan panas dan dehidrasi.
Lihat Juga :