Perang Harga Industri Otomotif China! Bos GWM: Ini Bukan Lagi Kompetisi, Ini Bunuh Diri Massal!
Sabtu, 31 Mei 2025 - 11:33 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Wei, para pemasok khususnya telah berjuang untuk bertahan hidup karena tekanan berkelanjutan untuk menurunkan harga. Hal ini menciptakan efek domino negatif di seluruh rantai pasokan.
Menyusul komentar terbaru Wei, saham beberapa produsen EV China seperti BYD, Leapmotor, Nio, dan Geely anjlok hingga 9,5 persen. Hal ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan model bisnis yang terlalu agresif dalam perang harga.
Baca Juga: Selain BYD, Ini 10 Mobil China paling Laris di Indonesia pada April 2025
China adalah pasar kendaraan listrik terbesar di dunia. Pada tahun 2024, penjualan EV di China mencapai sekitar 9,5 juta unit, merupakan lebih dari 60% penjualan EV global. Namun, persaingan di pasar ini sangat ketat, dengan ratusan merek bersaing.
Penurunan harga yang agresif telah menjadi strategi umum di antara produsen EV China untuk mendapatkan pangsa pasar, terutama setelah peluncuran model-model baru dengan teknologi canggih yang membuat model lama menjadikurangmenarik.
Menyusul komentar terbaru Wei, saham beberapa produsen EV China seperti BYD, Leapmotor, Nio, dan Geely anjlok hingga 9,5 persen. Hal ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap keberlanjutan model bisnis yang terlalu agresif dalam perang harga.
Baca Juga: Selain BYD, Ini 10 Mobil China paling Laris di Indonesia pada April 2025
China adalah pasar kendaraan listrik terbesar di dunia. Pada tahun 2024, penjualan EV di China mencapai sekitar 9,5 juta unit, merupakan lebih dari 60% penjualan EV global. Namun, persaingan di pasar ini sangat ketat, dengan ratusan merek bersaing.
Penurunan harga yang agresif telah menjadi strategi umum di antara produsen EV China untuk mendapatkan pangsa pasar, terutama setelah peluncuran model-model baru dengan teknologi canggih yang membuat model lama menjadikurangmenarik.
(dan)
Lihat Juga :