Respons Neta Indonesia Soal Pencopotan Paksa Logo dari Kantor Pusatnya
Minggu, 01 Juni 2025 - 13:04 WIB
loading...
Respons Neta Indonesia . FOTO/ DOK SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Logo Neta dicopot diam-diam di malam hari di Kantor pusat Neta Auto di Shanghai menimbulkan segudan tanda tanya. Menanggapi hal itu, Neta Indonesia memberi tanggapannya.
BACA JUGA - Kupas Tuntas Perbandingan Esemka NETA U Pro, NETA V Pro, dan NETA V yang Bakal Kejutkan IIMS 2023
Foto-foto hilang logo Neta dibagikan oleh pengguna media sosial menunjukkan beberapa pekerja menggunakan tali dan pengikis untuk mencopot tanda tersebut, meninggalkan bekas samar di dinding gedung.
'' Sehubungan dengan dilepasnya logo NETA di kantor pusat kami di Shanghai, kami ingin menyampaikan bahwa hal ini disebabkan oleh perubahan alamat kantor pusat NETA yang kini berlokasi di Hongqiao Transport Hub, yang terletak di dekat Bandara Internasional Shanghai,'' tutur Brand PR & Digital Senior Manager PT Neta Auto Indonesia, Frietz Frederick kepada SindoNews.
Menurutnya, langkah strategis ini diambil untuk meningkatkan kemudahan akses dan efisiensi operasional NETA dalam perencanaan bisnis, baik di tingkat lokal maupun global. Dengan lokasi baru yang strategis, kami dapat memperkuat kolaborasi lintas wilayah serta mendukung pengembangan bisnis secara lebih optimal.
Sebelumnya, Seperti dilansir dari Car News China, Jumat (30/5/2025), Neta mengonfirmasi pemindahan tersebut setelah berakhirnya masa sewa gedung bulan lalu, dan mengatakan perusahaan sedang dalam proses pemindahan, tetapi alamat baru belum diumumkan.
Neta, yang pernah digambarkan sebagai 'kuda hitam' di antara perusahaan rintisan kendaraan listrik (EV) di China, kini menghadapi pergumulan internal yang dapat mengakhiri kariernya.
Beberapa sumber telah mengungkapkan bahwa pemegang saham yang terkait dengan pemerintah di perusahaan induk Hozon New Energy Automobile berencana mengadakan rapat dewan untuk mencopot pendirinya, Fang Yunzhou, dari jabatan Ketua dan CEO.
Langkah tersebut dilakukan saat Neta bergulat dengan kerugian besar, gangguan rantai pasokan, dan penutupan pabrik. Fang, yang mendirikan Hozon pada tahun 2014, pernah dianggap sebagai pendorong utama keberhasilan awal Neta. Namun, kini ia mendapat kritik keras dari investor kepentingan publik yang tidak senang dengan cara ia mengelola keuangan dan arahan perusahaan.
Dengan akumulasi kerugian yang melebihi 18,3 miliar yuan dan rasio utang sebesar 217 persen, kepercayaan terhadap Fang terkikis.
Bahkan, beberapa pemegang saham pemerintah mendorong Hozon untuk menjalani proses restrukturisasi kebangkrutan, tanda serius bahwa masa depan perusahaan semakin tidak pasti.
Struktur kepemilikan campuran yang menggabungkan modal swasta dengan investasi pemerintah awalnya dipandang sebagai keuntungan strategis, tetapi kini telah menjadi sumber pertentangan.
Pendekatan berisiko tinggi Fang, termasuk rencana ekspansi agresif ke Asia Tenggara dan target untuk menghasilkan laba pada tahun 2026, dipandang bertentangan dengan pendekatan yang lebih konservatif dari investor pemerintah.
BACA JUGA - Kupas Tuntas Perbandingan Esemka NETA U Pro, NETA V Pro, dan NETA V yang Bakal Kejutkan IIMS 2023
Foto-foto hilang logo Neta dibagikan oleh pengguna media sosial menunjukkan beberapa pekerja menggunakan tali dan pengikis untuk mencopot tanda tersebut, meninggalkan bekas samar di dinding gedung.
'' Sehubungan dengan dilepasnya logo NETA di kantor pusat kami di Shanghai, kami ingin menyampaikan bahwa hal ini disebabkan oleh perubahan alamat kantor pusat NETA yang kini berlokasi di Hongqiao Transport Hub, yang terletak di dekat Bandara Internasional Shanghai,'' tutur Brand PR & Digital Senior Manager PT Neta Auto Indonesia, Frietz Frederick kepada SindoNews.
Menurutnya, langkah strategis ini diambil untuk meningkatkan kemudahan akses dan efisiensi operasional NETA dalam perencanaan bisnis, baik di tingkat lokal maupun global. Dengan lokasi baru yang strategis, kami dapat memperkuat kolaborasi lintas wilayah serta mendukung pengembangan bisnis secara lebih optimal.
Sebelumnya, Seperti dilansir dari Car News China, Jumat (30/5/2025), Neta mengonfirmasi pemindahan tersebut setelah berakhirnya masa sewa gedung bulan lalu, dan mengatakan perusahaan sedang dalam proses pemindahan, tetapi alamat baru belum diumumkan.
Neta, yang pernah digambarkan sebagai 'kuda hitam' di antara perusahaan rintisan kendaraan listrik (EV) di China, kini menghadapi pergumulan internal yang dapat mengakhiri kariernya.
Beberapa sumber telah mengungkapkan bahwa pemegang saham yang terkait dengan pemerintah di perusahaan induk Hozon New Energy Automobile berencana mengadakan rapat dewan untuk mencopot pendirinya, Fang Yunzhou, dari jabatan Ketua dan CEO.
Langkah tersebut dilakukan saat Neta bergulat dengan kerugian besar, gangguan rantai pasokan, dan penutupan pabrik. Fang, yang mendirikan Hozon pada tahun 2014, pernah dianggap sebagai pendorong utama keberhasilan awal Neta. Namun, kini ia mendapat kritik keras dari investor kepentingan publik yang tidak senang dengan cara ia mengelola keuangan dan arahan perusahaan.
Dengan akumulasi kerugian yang melebihi 18,3 miliar yuan dan rasio utang sebesar 217 persen, kepercayaan terhadap Fang terkikis.
Bahkan, beberapa pemegang saham pemerintah mendorong Hozon untuk menjalani proses restrukturisasi kebangkrutan, tanda serius bahwa masa depan perusahaan semakin tidak pasti.
Struktur kepemilikan campuran yang menggabungkan modal swasta dengan investasi pemerintah awalnya dipandang sebagai keuntungan strategis, tetapi kini telah menjadi sumber pertentangan.
Pendekatan berisiko tinggi Fang, termasuk rencana ekspansi agresif ke Asia Tenggara dan target untuk menghasilkan laba pada tahun 2026, dipandang bertentangan dengan pendekatan yang lebih konservatif dari investor pemerintah.
(wbs)
Lihat Juga :