Meremehkan Mobil China Jadi Dosa Besar yang Pernah Dilakukan Tesla

Senin, 02 Juni 2025 - 11:14 WIB
loading...
Meremehkan Mobil China...
Mobil listrik buatan China milik GAC AION. FOTO/ DOK SindoNews
A A A
BEIJING - Belum lama ini angka penjualan Tesla menukik habis, Sebelum mobil Tesla dihujani pujian karena lebih cepat, lebih canggih daripada kendaraan listrik pesaingnya dan CEO Elon Musk dipuji sebagai seorang jenius yang tidak biasa.

BACA JUGA - Xiaomi Berambisi Kuasai Pasar Merek Mobil Listrik China

Namun, keadaan telah berubah dan citra merek Tesla telah meredup secara signifikan, menurut hasil jajak pendapat baru dari UBS.

Angkanya bervariasi dari satu wilayah ke wilayah lain di seluruh dunia, tetapi pembeli di Tiongkok, Eropa, dan AS semuanya setuju bahwa daya tarik memiliki Tesla jauh lebih lemah daripada sebelumnya. Dan produsen mobil pesaing, baik yang baru maupun lama, dari BMW hingga Xiaomi, tidak membuang waktu untuk memanfaatkan kemerosotan popularitas itu.

Angka global menunjukkan jumlah pembeli yang menempatkan Tesla sebagai merek utama mereka turun menjadi 18 persen tahun lalu, turun dari 23 persen pada tahun 2022.

Jika melihat pembeli AS saja, jumlah yang menempatkan Tesla sebagai merek utama turun dari 38 persen menjadi 29 persen, dan di Eropa turun dari 20 menjadi 15 persen.

Namun, di Tiongkok Tesla benar-benar kesulitan, sebagian besar karena ketersediaan kendaraan listrik domestik dengan harga yang agresif yang sarat dengan teknologi dan sebagian besar belum tersedia bagi pembeli mobil Barat. Persentase pembeli Tiongkok yang menempatkan Tesla sebagai merek utama mereka hanya 14 persen tahun lalu, turun dari 18 persen pada tahun 2023. Pada tahun 2020, jumlahnya mencapai 30 persen, SCMP melaporkan mengutip survei UBS yang sama.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wang Chuanfu Yakin 5...
Wang Chuanfu Yakin 5 Tahun Lagi BYD Akan Jadi Penguasa Pasar Otomotif
Huawei Luncurkan MPV...
Huawei Luncurkan MPV Supermewah ala Rolls-Royce
BYD, Nio, CALB Terdaftar...
BYD, Nio, CALB Terdaftar dalam Daftar Perusahaan Militer China oleh Pentagon
Jurus China Singkirkan...
Jurus China Singkirkan Mobil PHEV Eropa dari Pasar Otomotif
Kursi Tanpa Gravitasi...
Kursi Tanpa Gravitasi Mobil Listrik China Picu Masalah Baru
ByteDance Respons Soal...
ByteDance Respons Soal Kehadiran Mobil Listrik TikTok
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
China Terus Perkuat...
China Terus Perkuat Militer, AS Ajak Sekutu Melawan Beijing
Rekomendasi
Kasus Rabies Renggut...
Kasus Rabies Renggut Nyawa Pelajar, DPRD Nagakeo Minta Pemda Perkuat Pengendalian
OTT KPK di BPK Berujung...
OTT KPK di BPK Berujung 5 Tersangka, Bupati Muara Enim Edison Ikut Terjerat
Bertemu Prabowo, JK...
Bertemu Prabowo, JK Siap Partisipasi Bangun Energi Hijau
Berita Terkini
Mengapa The All-New...
Mengapa The All-New Lexus ES Bawa Evolusi Sedan Mewah Listrik ke Indonesia?
Tata Diam-diam Gunakan...
Tata Diam-diam Gunakan Platform Freelander dan Teknologi Chery untuk Mobil Premium
Mengapa Seres E5 Plus...
Mengapa Seres E5 Plus Jadi Ancaman Baru di Kelas SUV PHEV 7-Seater Indonesia?
Wang Chuanfu Yakin 5...
Wang Chuanfu Yakin 5 Tahun Lagi BYD Akan Jadi Penguasa Pasar Otomotif
DUNLOP Hadirkan SmartCare...
DUNLOP Hadirkan SmartCare Warranty, Solusi Tenang Pengguna Ban BLUE RESPONSE TG
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved