Jeritan Sopir Truk ODOL, KNKT: Takut Nyawa Melayang, Direm Hari Senin Berhentinya Hari Sabtu!

Senin, 02 Juni 2025 - 15:29 WIB
loading...
Jeritan Sopir Truk ODOL,...
Permasalahan ODOL ternyata sangat rumit dan melibatkan banyak pihak. Foto: ChatGPT
A A A
JAKARTA - Momok truk Over Dimension Over Load (ODOL) kembali menjadi sorotan tajam di jalanan Indonesia. Lebih dari sekadar pelanggaran lalu lintas, masalah ini adalah kisah pilu tentang ketakutan di balik kemudi, di mana para sopir truk terpaksa mempertaruhkan nyawa demi selembar rupiah.

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) kini membuka tabir gelap ini, mengungkap bahwa para sopir justru yang paling menderita akibat muatan berlebih.

Soerjanto, Ketua KNKT, dengan nada prihatin menegaskan bahwa penanganan truk ODOL membutuhkan campur tangan banyak pihak.

“Kita harus buat road map atau perencanaan untuk beberapa tahun ke depan dalam menertibkan truk kelebihan dimensi dan muatan dan harus dijalankan secara konsisten," kata Soerjanto dalam keterangan resminya.

Ini adalah panggilan darurat untuk seluruh kementerian dan lembaga terkait agar bersatu menghadapi ancaman ini.

Soerjanto mengungkapkan bahwa langkah awal yang paling krusial adalah memulai dari proyek pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Mereka harus menjadi contoh pertama dengan melarang keras penggunaan truk kelebihan dimensi dan muatan.

Mengapa? Karena pemerintah memiliki kontrol penuh dan harus mengimplementasikan hal tersebut dengan tegas.

Yang paling tragis, di balik setiap truk ODOL yang melaju, ada kisah sopir yang terpaksa. KNKT menyoroti bahwa pemilik usaha jasa pengiriman memiliki kuasa penuh dalam memerintahkan personelnya untuk memuat barang ke dalam truk.

Namun, para pengemudi truk justru berada dalam posisi yang tidak berdaya. Mereka tidak memiliki kuasa untuk menolak dan diselimuti kekhawatiran ketika berkendara dengan muatan berlebihan.

“Kenyataan sebenarnya pengemudi dan pemilik truk, mereka juga tidak senang dengan kondisi ini. Disamping truk akan lebih cepat rusak dan sangat berisiko mengalami kecelakaan lalu lintas," ujar Soerjanto. Sebuah pengakuan yang menusuk, menggambarkan bahwa sopir adalah korban, bukan pelaku utama.

Lebih dramatis lagi, Soerjanto menyampaikan jeritan hati para sopir truk. "Menurut para pengemudi truk, mengendarai truk kelebihan dimensi dan muatan sangat mengerikan. Ibaratnya, kalau direm hari Senin berhentinya hari Sabtu," lanjutnya.

Sebuah analogi yang kejam, menggambarkan betapa berbahayanya mengemudikan truk ODOL, di mana kontrol atas kendaraan nyaris hilang.

Pungli dan Premanisme: 'Pajak Jalanan' yang Mencekik Sopir!

Masalah truk ODOL ternyata tidak berdiri sendiri. KNKT juga menyoroti adanya 'penyakit' lain yang turut memperparah kondisi: praktik pungutan liar (pungli) dan aksi premanisme di jalur distribusi barang.

Fenomena ini, yang sering terjadi di luar pengawasan, secara brutal memeras uang jalan para sopir, merugikan mereka yang sudah hidup pas-pasan.

"Prioritas utama dalam penertiban truk kelebihan dimensi dan muatan adalah pemberantasan preman dan pungli. Hal ini sangat membebani transporter (pengusaha angkutan barang) dan pengemudi," ungkap Soerjanto dengan tegas.

Ia bahkan mengungkap angka yang mencengangkan: biaya pungli ini bisa mencapai total 15-35 persen dari ongkos angkut, tergantung daerah dan jenis barang yang diangkut. Sebuah "pajak jalanan" yang tanpa ampun mencekik pendapatan sopir dan pengusaha angkutan.

Baca Juga: Jalanan Tak Aman dari Monster ODOL? Polisi Luncurkan Operasi Senyap, Beri Waktu 30 Hari Sebelum Palu Tilang Menghantam!

Kini, KNKT menyerukan agar pemerintah tidak hanya fokus pada truknya, tetapi juga pada ekosistem di sekitarnya. Perang melawan truk ODOL harus sejalan dengan pemberantasan premanisme dan pungli yang merajalela.

Ini adalah sebuah pertarungan multi-dimensi yang membutuhkan komitmen luar biasa dari seluruh pemangku kepentingan. Akankah jeritan para sopir truk ini didengar dan direspons dengan tindakan nyata, demi jalanan yang lebih aman dan adilbagisemua?
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenhub: Monster Truk...
Kemenhub: Monster Truk Tambang Impor Dilarang Keras Turun ke Jalan Raya
Alarm Keras dari Kemenhub:...
Alarm Keras dari Kemenhub: Perang Total Lawan Monster ODOL Dimulai, Aturan Tarif Jadi Senjata Utama
Fakta Mengerikan di...
Fakta Mengerikan di Balik Truk ODOL: AHY Ungkap Setoran Pungli Satu Truk Capai Rp150 Juta Setahun!
Benteng Pengawas Truk...
Benteng Pengawas Truk ODOL Jadi Sarang Pungli, Kemenhub Siapkan Mata-Mata Digital untuk Basmi Oknum Nakal
Horor di Tanjakan Sawangan:...
Horor di Tanjakan Sawangan: Pelajaran Mahal di Balik Truk yang Gagal Nanjak
Monster Jalanan Pencabut...
Monster Jalanan Pencabut Nyawa: Negara Rugi Rp40 Triliun, AHY Umumkan Perang Lawan Truk ODOL
Pusat Studi Kepolisian...
Pusat Studi Kepolisian ULM Inisiasi Deklarasi Bersama Anti-ODOL di Kalsel
Kecelakaan 2 Truk di...
Kecelakaan 2 Truk di Tol Dalkot, Kenek Tewas dan Sopir Luka Ringan
Uji Coba Penertiban...
Uji Coba Penertiban Truk ODOL Bakal Dimulai 1 Juni 2026, Ini 3 Variabelnya
Rekomendasi
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Ketum IPSI Sambut Komitmen...
Ketum IPSI Sambut Komitmen Presiden Prabowo soal Pelatnas Jangka Panjang, Optimistis Pencak Silat Mendunia
Berita Terkini
DFSK E5 Plus: Pre-Booking...
DFSK E5 Plus: Pre-Booking Dibuka, Ratusan Unit Ludes di Hari Pertama
Lepas E4 vs Jaecoo J5:...
Lepas E4 vs Jaecoo J5: Perbandingan SUV EV Rp300 Jutaan Terbaik
Leopard Aesthetics yang...
Leopard Aesthetics yang Menggigit: Lepas E4 EV Buktikan SUV Listrik Bisa Elegan Tanpa Radikal
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
IMX 2026: Setelah Jepang,...
IMX 2026: Setelah Jepang, Kini Bersiap Pecahkan Rekor di ICE BSD
Ford Gunakan Beruang...
Ford Gunakan Beruang Raksasa untuk Menguji Kualitas F150
Infografis
Klasemen Medali SEA...
Klasemen Medali SEA Games 2025 (Senin 15 Desember Pukul 14.00 WIB)
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved