Mibot Mobil Listrik Mini Mulai Banyak Berseliweran di Jepang
Selasa, 03 Juni 2025 - 07:14 WIB
loading...
A
A
A
Di Jepang, mobil kecil, atau yang lebih dikenal sebagai “mobil kei,” merupakan segmen paling populer dan mencakup lebih dari setengah jumlah total kendaraan di sana.
Nissan Sakura, misalnya, mencatat penjualan sebanyak 22.926 unit pada tahun 2023. Namun, dijual dengan harga awal ¥2,5 juta. Sementara Mibot ditawarkan dengan setengah harga. Perbedaan yang signifikan tersebut tentu akan menggoda pembeli yang menginginkan kendaraan harian yang terjangkau dan mudah dirawat.
Menurut pendiri dan CEO KG Motors, Kazunari Kusunoki, ide untuk memproduksi Mibot muncul ketika ia melihat terlalu banyak mobil besar yang harus ‘berjuang’ di jalan-jalan sempit Jepang.
“Melihat begitu banyak mobil besar di jalan-jalan sempit Jepang, di situlah semuanya berawal bagi saya,” kata Kusunoki.
Perusahaan tersebut membuka pesanan pada musim gugur lalu dan menerima lebih dari 1.000 aplikasi hanya dalam bulan pertama. Hingga Mei 2025, KG Motors telah mengumpulkan 2.250 pesanan, lebih dari setengah dari targetnya sebanyak 3.300 unit yang akan dikirimkan pada Maret 2027.
Jika berhasil, angka ini akan melampaui penjualan kendaraan listrik Toyota di Jepang tahun lalu (sekitar 2.000 unit) dan mendekati pencapaian BYD asal Tiongkok, yang menjual 2.200 kendaraan setelah hanya setahun berada di pasar Jepang.
Toyota, Nissan, dan Honda masih dianggap tertinggal dalam transisi ke kendaraan listrik penuh (BEV). Bahkan, Toyota telah mengatakan bahwa kendaraan listrik bukanlah satu-satunya solusi dan banyak orang Jepang cenderung mempercayainya.
Nissan Sakura, misalnya, mencatat penjualan sebanyak 22.926 unit pada tahun 2023. Namun, dijual dengan harga awal ¥2,5 juta. Sementara Mibot ditawarkan dengan setengah harga. Perbedaan yang signifikan tersebut tentu akan menggoda pembeli yang menginginkan kendaraan harian yang terjangkau dan mudah dirawat.
Menurut pendiri dan CEO KG Motors, Kazunari Kusunoki, ide untuk memproduksi Mibot muncul ketika ia melihat terlalu banyak mobil besar yang harus ‘berjuang’ di jalan-jalan sempit Jepang.
“Melihat begitu banyak mobil besar di jalan-jalan sempit Jepang, di situlah semuanya berawal bagi saya,” kata Kusunoki.
Perusahaan tersebut membuka pesanan pada musim gugur lalu dan menerima lebih dari 1.000 aplikasi hanya dalam bulan pertama. Hingga Mei 2025, KG Motors telah mengumpulkan 2.250 pesanan, lebih dari setengah dari targetnya sebanyak 3.300 unit yang akan dikirimkan pada Maret 2027.
Jika berhasil, angka ini akan melampaui penjualan kendaraan listrik Toyota di Jepang tahun lalu (sekitar 2.000 unit) dan mendekati pencapaian BYD asal Tiongkok, yang menjual 2.200 kendaraan setelah hanya setahun berada di pasar Jepang.
Toyota, Nissan, dan Honda masih dianggap tertinggal dalam transisi ke kendaraan listrik penuh (BEV). Bahkan, Toyota telah mengatakan bahwa kendaraan listrik bukanlah satu-satunya solusi dan banyak orang Jepang cenderung mempercayainya.
Lihat Juga :