Mibot Mobil Listrik Mini Mulai Banyak Berseliweran di Jepang

Selasa, 03 Juni 2025 - 07:14 WIB
loading...
Mibot Mobil Listrik...
Mibot Mobil Listrik Mini di Jepang. FOTO/ THE VERGE
A A A
WAHYU BUDI SANTOSO - Ini bukan Toyota, Nissan, atau Honda. Namun, EV mini terbaru dari Jepang ini mencuri perhatian dengan tawaran harga yang terlalu murah untuk diabaikan.

BACA JUGA - Nissan dan Mitsubishi Kompak Memperkenalkan Kei Car Baru

Dikenal sebagai mibot, mobil listrik satu tempat duduk ini dijual hanya seharga ¥1 juta, setengah dari harga Nissan Sakura, EV terlaris di Jepang saat ini.

Sebuah perusahaan rintisan Jepang, KG Motors, saat ini tengah sibuk mengubah lanskap otomotif Jepang dengan "robot mobilitas" yang kecil dan terjangkau. Model perdana mereka, mibot adalah mobil listrik mini berukuran panjang 2.490 mm, seukuran kereta golf.

Meskipun ukurannya kecil, mobil ini dirancang khusus untuk kebutuhan sehari-hari di kota-kota padat Jepang dengan jalur-jalur sempit.

Dengan kecepatan maksimum 60 km/jam dan jarak tempuh sekitar 100 km dengan sekali pengisian daya, Mibot bukanlah EV bertenaga tinggi, tetapi cukup untuk menyelesaikan tugas sehari-hari seperti pergi bekerja, berbelanja, atau mengantar anak-anak ke sekolah.

Mengapa Mibot Menjadi Fokus?

Di Jepang, mobil kecil, atau yang lebih dikenal sebagai “mobil kei,” merupakan segmen paling populer dan mencakup lebih dari setengah jumlah total kendaraan di sana.

Nissan Sakura, misalnya, mencatat penjualan sebanyak 22.926 unit pada tahun 2023. Namun, dijual dengan harga awal ¥2,5 juta. Sementara Mibot ditawarkan dengan setengah harga. Perbedaan yang signifikan tersebut tentu akan menggoda pembeli yang menginginkan kendaraan harian yang terjangkau dan mudah dirawat.

Menurut pendiri dan CEO KG Motors, Kazunari Kusunoki, ide untuk memproduksi Mibot muncul ketika ia melihat terlalu banyak mobil besar yang harus ‘berjuang’ di jalan-jalan sempit Jepang.

“Melihat begitu banyak mobil besar di jalan-jalan sempit Jepang, di situlah semuanya berawal bagi saya,” kata Kusunoki.

Perusahaan tersebut membuka pesanan pada musim gugur lalu dan menerima lebih dari 1.000 aplikasi hanya dalam bulan pertama. Hingga Mei 2025, KG Motors telah mengumpulkan 2.250 pesanan, lebih dari setengah dari targetnya sebanyak 3.300 unit yang akan dikirimkan pada Maret 2027.

Jika berhasil, angka ini akan melampaui penjualan kendaraan listrik Toyota di Jepang tahun lalu (sekitar 2.000 unit) dan mendekati pencapaian BYD asal Tiongkok, yang menjual 2.200 kendaraan setelah hanya setahun berada di pasar Jepang.

Toyota, Nissan, dan Honda masih dianggap tertinggal dalam transisi ke kendaraan listrik penuh (BEV). Bahkan, Toyota telah mengatakan bahwa kendaraan listrik bukanlah satu-satunya solusi dan banyak orang Jepang cenderung mempercayainya.

"Karena berasal dari Toyota, banyak orang Jepang menganggapnya biasa saja. Banyak di sini yang percaya bahwa EV tidak akan menjadi arus utama," kata Kusunoki.

Namun, KG Motors ingin mengubah persepsi itu dengan harga yang wajar, desain yang praktis, dan efisiensi tinggi dalam penggunaan sehari-hari.

KG Motors mengharapkan produksi pertama sebanyak 300 unit akan dimulai pada bulan Oktober dan mulai dikirimkan ke pelanggan pada bulan Maret 2026. Sebanyak 3.000 unit tambahan akan diekspor ke luar negeri.

Perusahaan mengakui akan mengalami kerugian pada batch pertama, tetapi memperkirakan akan mulai menghasilkan laba pada batch kedua. Setelah itu, perusahaan berencana untuk memproduksi sekitar 10.000 unit EV mini setiap tahun.

Dengan permintaan yang tinggi, harga yang terjangkau, dan desain yang ringkas yang sangat cocok untuk gaya hidup perkotaan modern, mibot berpotensi menjadi pengubah permainan di pasar EV tidak hanya di Jepang, tetapi juga secara global. Terkadang, yang kecillah yang membuat dampak terbesar.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ironi Polestar: Dirakit...
Ironi Polestar: Dirakit di Amerika, tapi Tetap Dilarang Karena Software China
GWM Tank 300 Facelift...
GWM Tank 300 Facelift Terungkap, Jangkauan EV 200 km Kemampuan Off-Road Ditingkatkan
Jelajahi Dataran Tinggi...
Jelajahi Dataran Tinggi dan Perkotaan, BYD M6 DM Media Challenge Buktikan Efisiensi Teknologi Dual Mode
Ternyata Ini Alasan...
Ternyata Ini Alasan Koenigsegg Tidak Mau Bikin Mobil Listrik
Sistem Isi Daya Dua...
Sistem Isi Daya Dua Arah Memicu Persaingan antara BMW, VW, dan BYD
Honda Terbitkan Obligasi...
Honda Terbitkan Obligasi Rp44 Triliun: Bukan Ekspansi, tapi Ganti Rugi
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Iran Tawarkan Kembali...
Iran Tawarkan Kembali Ekspor Minyak ke Jepang setelah Vakum sejak 2019
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
Rekomendasi
Mewahnya Pernikahan...
Mewahnya Pernikahan Taylor Swift dan Travis Kelce, Ada Penampilan Spesial Paul McCartney
Pilot Amerika Serikat...
Pilot Amerika Serikat Korban Serangan KKB di Yahukimo Diduga Tewas Ditembak Jarak Dekat
YouTube Update Shorts,...
YouTube Update Shorts, Tampilan Lebih Bersih dan Kontrol Cepat
Berita Terkini
Detail Jenis BBM B50...
Detail Jenis BBM B50 yang Bakal Tersedia di Seluruh SPBU Indonesia
BBM B50 Resmi Diterapkan,...
BBM B50 Resmi Diterapkan, ini Komponen Mobil Diesel yang Wajid Dicek Rutin
Toyota Siap Terjun Langsung...
Toyota Siap Terjun Langsung ke Produksi Taksi Terbang Listrik
Rapor Penjualan Wuling...
Rapor Penjualan Wuling 1 Dekade Terakhir, Mampukah Aira Mengembalikan Takhta?
Tesla Cybercab, Mobil...
Tesla Cybercab, Mobil Listrik Tanpa Setir Mulai Mengaspal
Perempuan Indonesia...
Perempuan Indonesia 27 Tahun Jadi Sopir Bus di Jepang: Bagaimana Ia Lolos Seleksi Ketat Tokyu Bus?
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved