X Luncurkan XChat dengan Enkripsi ala Bitcoin, Siap Bikin WhatsApp Panas Dingin?
Selasa, 03 Juni 2025 - 15:05 WIB
loading...
XChat menjadi upaya Elon Musk untuk menyaingi WhatsApp. Foto: ist
A
A
A
JAKARTA - Elon Musk kembali membuat gebrakan di platform media sosial miliknya, X (sebelumnya Twitter). Fitur direct message (DM) terbaru yang diberi nama XChat resmi diluncurkan dalam tahap beta, membawa janji keamanan dan privasi yang ekstrem: enkripsi 'gaya Bitcoin' dan dukungan panggilan audio serta video!
Ini adalah sebuah deklarasi perang terbuka terhadap aplikasi perpesanan dominan dan penegasan ambisi Musk untuk menjadikan X sebagai 'aplikasi segalanya'.
X, dan sebelumnya Twitter, telah lama menjadi platform pilihan bagi pengguna yang gemar tampil di mata publik—sebuah ruang untuk berbagi pemikiran tanpa filter, beragam opini, dan drama viral.
Namun, sejak Elon Musk mengakuisisi platform tersebut pada 2022, ia bertekad untuk menarik pengguna yang lebih mengutamakan privasi, seiring upayanya menjadikan X bagian integral dari kehidupan sehari-hari.
Usaha terbarunya ini adalah fitur baru yang disebut XChat. "XChat yang serba baru sedang diluncurkan dengan enkripsi, pesan yang menghilang, dan kemampuan untuk mengirim semua jenis file. Juga, panggilan audio/video," kata Musk dalam sebuah unggahan di X.
Yang paling membuat gempar, Musk menyatakan bahwa fungsi chat ini juga akan memiliki "enkripsi (gaya Bitcoin)," yang ia sebut sebagai "arsitektur yang benar-benar baru." Ia tidak merinci apa sebenarnya maksud dari "enkripsi gaya Bitcoin" tersebut. Pihak X tidak segera menanggapi permintaan klarifikasi dari Business Insider, menyisakan misteri yang memicu spekulasi di kalangan ahli teknologi.
Menurut laporan TechCrunch, fitur baru ini sudah dapat diakses oleh beberapa pengguna X yang memiliki langganan berbayar. Pesan-pesan juga tampaknya diamankan di balik kode sandi empat digit.
Perusahaan ini pertama kali merilis fitur pesan terenkripsi untuk pengguna berbayar pada Mei 2023. X sempat menghentikan fitur tersebut minggu lalu untuk fokus pada "melakukan beberapa peningkatan," yang kemungkinan terkait dengan peluncuran XChat ini.
Dalam sebuah pertemuan internal perusahaan pada 2023, Musk mengatakan ia ingin melihat X menjadi situs kencan "berfungsi penuh" dan bank digital pada 2024, di antara banyak hal lainnya.
Namun, Elon Musk bukanlah satu-satunya mogul Silicon Valley yang memiliki ambisi untuk membangun super app untuk pasar Barat.
Sam Altman, CEO OpenAI, melalui proyek sampingan futuristiknya, World, juga berupaya memverifikasi identitas manusia di dunia digital untuk berbagai aplikasi. Pada bulan Maret, World meluncurkan versi "App Store" sendiri, dan juga menjadi host program inkubator bagi pengembang untuk membangun jenis aplikasi yang ingin mereka lihat di toko mereka: "aplikasi sehari-hari yang dioptimalkan untuk manusia nyata."
Baca Juga: Ditinggal Elon Musk, Trump Berikan Posisi Penting Isaacman di NASA
Pada sebuah acara World di bulan Mei, mereka mengklaim memiliki lebih dari 26 juta pengguna dan 12 juta pengguna "terverifikasi". Meskipun angka ini masih jauh di bawah 600 juta pengguna aktif bulanan yang diklaim Musk untuk X pada Oktober 2024, World terus bergerak maju dengan visinya.
Musk sendiri baru-baru ini kembali fokus pada perusahaan-perusahaannya, termasuk X dan Tesla, setelah mengumumkan akan mundur dari pekerjaannya untuk pemerintahan Trumpbulanlalu.
Ini adalah sebuah deklarasi perang terbuka terhadap aplikasi perpesanan dominan dan penegasan ambisi Musk untuk menjadikan X sebagai 'aplikasi segalanya'.
X, dan sebelumnya Twitter, telah lama menjadi platform pilihan bagi pengguna yang gemar tampil di mata publik—sebuah ruang untuk berbagi pemikiran tanpa filter, beragam opini, dan drama viral.
Namun, sejak Elon Musk mengakuisisi platform tersebut pada 2022, ia bertekad untuk menarik pengguna yang lebih mengutamakan privasi, seiring upayanya menjadikan X bagian integral dari kehidupan sehari-hari.
Usaha terbarunya ini adalah fitur baru yang disebut XChat. "XChat yang serba baru sedang diluncurkan dengan enkripsi, pesan yang menghilang, dan kemampuan untuk mengirim semua jenis file. Juga, panggilan audio/video," kata Musk dalam sebuah unggahan di X.
Yang paling membuat gempar, Musk menyatakan bahwa fungsi chat ini juga akan memiliki "enkripsi (gaya Bitcoin)," yang ia sebut sebagai "arsitektur yang benar-benar baru." Ia tidak merinci apa sebenarnya maksud dari "enkripsi gaya Bitcoin" tersebut. Pihak X tidak segera menanggapi permintaan klarifikasi dari Business Insider, menyisakan misteri yang memicu spekulasi di kalangan ahli teknologi.
Menurut laporan TechCrunch, fitur baru ini sudah dapat diakses oleh beberapa pengguna X yang memiliki langganan berbayar. Pesan-pesan juga tampaknya diamankan di balik kode sandi empat digit.
Perusahaan ini pertama kali merilis fitur pesan terenkripsi untuk pengguna berbayar pada Mei 2023. X sempat menghentikan fitur tersebut minggu lalu untuk fokus pada "melakukan beberapa peningkatan," yang kemungkinan terkait dengan peluncuran XChat ini.
Ambisi 'Aplikasi Segala' dan Tantangan dari Kompetitor
Selama beberapa tahun terakhir, X terus berupaya menambahkan fitur-fitur yang lebih pribadi dan terenkripsi, seiring dengan ambisinya untuk menjadi "aplikasi segalanya" yang mirip dengan WeChat di China.Dalam sebuah pertemuan internal perusahaan pada 2023, Musk mengatakan ia ingin melihat X menjadi situs kencan "berfungsi penuh" dan bank digital pada 2024, di antara banyak hal lainnya.
Namun, Elon Musk bukanlah satu-satunya mogul Silicon Valley yang memiliki ambisi untuk membangun super app untuk pasar Barat.
Sam Altman, CEO OpenAI, melalui proyek sampingan futuristiknya, World, juga berupaya memverifikasi identitas manusia di dunia digital untuk berbagai aplikasi. Pada bulan Maret, World meluncurkan versi "App Store" sendiri, dan juga menjadi host program inkubator bagi pengembang untuk membangun jenis aplikasi yang ingin mereka lihat di toko mereka: "aplikasi sehari-hari yang dioptimalkan untuk manusia nyata."
Baca Juga: Ditinggal Elon Musk, Trump Berikan Posisi Penting Isaacman di NASA
Pada sebuah acara World di bulan Mei, mereka mengklaim memiliki lebih dari 26 juta pengguna dan 12 juta pengguna "terverifikasi". Meskipun angka ini masih jauh di bawah 600 juta pengguna aktif bulanan yang diklaim Musk untuk X pada Oktober 2024, World terus bergerak maju dengan visinya.
Musk sendiri baru-baru ini kembali fokus pada perusahaan-perusahaannya, termasuk X dan Tesla, setelah mengumumkan akan mundur dari pekerjaannya untuk pemerintahan Trumpbulanlalu.
(dan)
Lihat Juga :