Mengapa Bugatti Chiron Tourbillon Pakai Mesin NA V16, Ini Jawabannya
Jum'at, 06 Juni 2025 - 11:40 WIB
loading...
Bugatti Chiron Tourbillon . FOTO/ CARSCOOPS
A
A
A
MILANMOBIL - Kita semua tahu bahwa Bugatti Chiron merupakan evolusi dari Veyron. Kini Tourbillon hadir dengan mesin NA V16, jauh berbeda dengan Chiron dan Veyron yang menggunakan mesin quad-turbo W-16 yang terkenal.
BACA JUGA - Bugatti Pastikan Tak Ada Bugatti Chiron Versi Atap Terbuka
Mesin baru ini mendapat sentuhan Cosworth dan 42 persen lebih ringan dari mesin Chiron. Para insinyur Bugatti dan Cosworth berhasil lebih meringankan mesin dengan meniadakan empat unit turbocharger yang menjadi identitas mesin W-16 sebelumnya.
Mate Rimac dalam wawancaranya dengan Top Gear menyatakan bahwa ia tidak melihat manfaat apa pun dari penggunaan turbocharger pada supercar hybrid. Kekurangan tenaga akibat tidak adanya turbocharger akan diimbangi oleh komponen hybrid dan sekaligus memberikan keunggulan elektrifikasi.
Tourbillon, misalnya, memiliki baterai besar yang memungkinkannya melaju sejauh 70 kilometer dalam mode full elektrik. Mudah untuk keluar malam saat istri sedang tidur.
Mate menjelaskan bahwa dengan tidak adanya empat turbocharger, mereka kehilangan tenaga sekitar 600 hp. Namun, penggunaan tiga motor listrik mengatasi masalah ini dan mampu menghasilkan tenaga sebesar 800 hp. Bahkan lebih tinggi dari aslinya.
Jika dipadukan dengan mesin V16, Tourbillon kini memiliki tenaga maksimum 1.800 hp! Jauh lebih bertenaga dari pendahulunya dan lebih ringan.
Berat total Tourbillon dengan semua cairan dan tangki bensin penuh hanya 1.995 kilogram. Lebih ringan dari Rimac Nevera dan Koenigsegg Gemera.
BACA JUGA - Bugatti Pastikan Tak Ada Bugatti Chiron Versi Atap Terbuka
Mesin baru ini mendapat sentuhan Cosworth dan 42 persen lebih ringan dari mesin Chiron. Para insinyur Bugatti dan Cosworth berhasil lebih meringankan mesin dengan meniadakan empat unit turbocharger yang menjadi identitas mesin W-16 sebelumnya.
Mate Rimac dalam wawancaranya dengan Top Gear menyatakan bahwa ia tidak melihat manfaat apa pun dari penggunaan turbocharger pada supercar hybrid. Kekurangan tenaga akibat tidak adanya turbocharger akan diimbangi oleh komponen hybrid dan sekaligus memberikan keunggulan elektrifikasi.
Tourbillon, misalnya, memiliki baterai besar yang memungkinkannya melaju sejauh 70 kilometer dalam mode full elektrik. Mudah untuk keluar malam saat istri sedang tidur.
Mate menjelaskan bahwa dengan tidak adanya empat turbocharger, mereka kehilangan tenaga sekitar 600 hp. Namun, penggunaan tiga motor listrik mengatasi masalah ini dan mampu menghasilkan tenaga sebesar 800 hp. Bahkan lebih tinggi dari aslinya.
Jika dipadukan dengan mesin V16, Tourbillon kini memiliki tenaga maksimum 1.800 hp! Jauh lebih bertenaga dari pendahulunya dan lebih ringan.
Berat total Tourbillon dengan semua cairan dan tangki bensin penuh hanya 1.995 kilogram. Lebih ringan dari Rimac Nevera dan Koenigsegg Gemera.
(wbs)
Lihat Juga :