Pasar Mobil Terseok-seok, Suzuki Minta Pemerintah Daerah Tidak Terapkan Opsen Pajak

Jum'at, 06 Juni 2025 - 13:36 WIB
loading...
Pasar Mobil Terseok-seok,...
Opsen pajak menjadi salah satu alasan mengapa konsumen menunda membeli mobil baru. Foto: SIS
A A A
JAKARTA - Kabar buruk kembali menyelimuti industri otomotif nasional. Di tengah lesunya daya beli masyarakat, para produsen mobil kini dihadapkan pada ancaman baru yang bisa membuat penjualan semakin seret: penerapan opsen pajak di sejumlah daerah.

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) secara terbuka meminta kepada pemerintah daerah untuk berpikir ulang, memperingatkan bahwa kebijakan ini bisa menjadi senjata makan tuan.

Pasar mobil memang sedang tidak baik-baik saja. Data menunjukkan, penjualan dari pabrik ke diler (wholesales) periode Januari-April 2025 hanya mencapai 256.368 unit. Angka ini turun 2,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di tengah tren negatif ini, rencana 18 pemerintah daerah untuk menerapkan opsen pajak setelah masa pemutihan berakhir pada Juni 2025, dianggap sebagai langkah yang bisa membunuh minat beli konsumen.

Donny Saputra, Deputy 4W Sales & Marketing Managing Director PT SIS, menyuarakan kekhawatiran industri dengan lugas. Ia meminta para pembuat kebijakan di daerah untuk meninjau kembali rencana tersebut, mengingat dampaknya yang bisa sangat signifikan.

"Kami harap dengan kondisi saat ini, rekan-rekan di daerah tersebut mau meninjau kembali. Jadi yang mungkin agak signifikan berkaitan isu opsen itu. Apakah akan berlanjut atau tersedia tambahan insentif dari rekan-rekan pemerintah daerah," kata Donny di Jakarta, belum lama ini.

Peringatan Donny bukan tanpa dasar. Logikanya sederhana: jika harga mobil baru menjadi lebih mahal akibat pajak tambahan, masyarakat akan semakin menahan diri untuk melakukan pembelian. Alih-alih mendapatkan pemasukan tambahan, pemerintah daerah justru berisiko kehilangan potensi pendapatan dari pajak kendaraan yang penjualannya menurun drastis. Sebuah dilema antara mengejar target pendapatan jangka pendek dengan risiko mencekik industri dalam jangka panjang.

Beberapa daerah, seperti Aceh, Riau, hingga Jawa Tengah, memang sempat memberikan angin segar berupa pemutihan pajak hingga Juni 2025. Namun, "bulan madu" ini akan segera berakhir, dan ancaman kenaikan harga akibat opsen pajak sudah di depan mata.

Menghadapi situasi sulit ini, Donny mengakui bahwa Suzuki tidak hanya pasrah. Berbagai program penjualan khusus telah disiapkan untuk setiap model guna merayu konsumen yang semakin berhati-hati dalam membelanjakan uangnya.

"Dengan kondisi seperti ini, tentunya orang semakin berhati-hati dalam memutuskan pembelian. Maka kami memberikan program khusus untuk setiap model yang kami tawarkan ke konsumen," ujarnya.

Kini, bola panas berada di tangan pemerintah daerah. Akankah mereka mendengarkan "teriakan" dari industri otomotif dan menunda penerapan opsen pajak demi menjaga stabilitas pasar? Atau mereka akan tetap bersikukuh mengejar target pendapatan, dengan risiko membuat pasar mobil nasional semakinterpuruk?
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Suzuki Jimny Rhino 4x4...
Suzuki Jimny Rhino 4x4 Siap Diluncurkan Akhir Tahun Ini
Suzuki Swift dengan...
Suzuki Swift dengan Mesin Hidrogen Tanpa Emisi Diluncurkan
Suzuki GSX-8T dan GSX-8TT...
Suzuki GSX-8T dan GSX-8TT dengan Sentuhan Neo-Retro Diluncurkan
Dari Angkot hingga Ambulans,...
Dari Angkot hingga Ambulans, Suzuki Pamer 6 Kendaraan Niaga GIICOMVEC 2026
Beda Kelas Layanan Mudik:...
Beda Kelas Layanan Mudik: Suzuki Buka 71 Titik Bengkel, Chery Hanya Sanggup 22 Posko
10 Fakta eVitara, SUV...
10 Fakta eVitara, SUV Listrik Global Pertama Suzuki Sekaligus Model Termahal di Indonesia
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Rekomendasi
Besok Puncak HUT ke-499...
Besok Puncak HUT ke-499 Jakarta di Bundaran HI, Ini Info Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkirnya
Bank Bangkrut di Indonesia...
Bank Bangkrut di Indonesia Tambah Lagi, Izin Dicabut OJK Akibat Penyehatan Modal Gagal
Guru Besar UMJ: Program...
Guru Besar UMJ: Program MBG Jangan Dihentikan, tapi Dibenahi dan Diprioritaskan ke kelompok Rentan
Berita Terkini
Ini Alasan Harga Lepas...
Ini Alasan Harga Lepas E4 Belum Juga Diumumkan
DFSK E5 Plus: Pre-Booking...
DFSK E5 Plus: Pre-Booking Dibuka, Ratusan Unit Ludes di Hari Pertama
Lepas E4 vs Jaecoo J5:...
Lepas E4 vs Jaecoo J5: Perbandingan SUV EV Rp300 Jutaan Terbaik
Leopard Aesthetics yang...
Leopard Aesthetics yang Menggigit: Lepas E4 EV Buktikan SUV Listrik Bisa Elegan Tanpa Radikal
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
IMX 2026: Setelah Jepang,...
IMX 2026: Setelah Jepang, Kini Bersiap Pecahkan Rekor di ICE BSD
Infografis
Timbulkan Halusinasi,...
Timbulkan Halusinasi, Australia Minta Warganya Tidak Makan Bayam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved