Sekolah Jalanan Membawa Maut: KNKT Desak Pelatihan Wajib, Sebut Sopir Otodidak Tak Paham Kendaraan Sendiri

Sabtu, 07 Juni 2025 - 21:01 WIB
loading...
Sekolah Jalanan Membawa...
Sopir otodidak acap kali tidak paham tentang kendaraannya sendiri, sehingga jadi penyebab kecelakaan. Foto: Gemini
A A A
JAKARTA - Di tengah rentetan kecelakaan truk dan bus yang seolah tak ada habisnya, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akhirnya menyodorkan diagnosis pahit sekaligus resep penawarnya.

Mereka menilai, akar dari banyak tragedi di jalan raya adalah para pengemudi yang "lulusan sekolah jalanan"—belajar secara otodidak tanpa pernah menerima pelatihan formal yang memadai.

KNKT kini secara terang-terangan meminta agar pelatihan menjadi sebuah keharusan, bukan lagi pilihan. Ini adalah upaya untuk menghentikan siklus maut yang dipicu oleh ketidaktahuan pengemudi terhadap kendaraan yang mereka kemudikan setiap hari.

Ahmad Wildan, Plt Ketua Subkomite Lalu Lintas Angkutan Jalan KNKT, menegaskan bahwa menjadi sopir kendaraan komersial bukanlah sekadar bisa memutar kemudi dan menginjak pedal. Menurutnya, ada tiga pilar keselamatan yang wajib dimiliki dan hanya bisa diasah melalui pelatihan yang benar.

"Kunci selamat berkendara di jalan itu ada tiga," kata Wildan dalam keterangan resminya. "Pertama, kompeten, bahwa setiap pengemudi mampu memastikan kondisi kendaraannya baik, paham penggunaan sistem rem, paham informasi di dashboard, paham aturan lalu lintas, dan paham jalan."

Kedua, lanjut Wildan, adalah kepatuhan. Pengemudi wajib mematuhi semua peraturan lalu lintas dan prosedur mengemudi yang benar. Dan yang tak kalah penting, pilar ketiga adalah kejujuran.

"Ketiga, jujur pada dirinya sendiri. Jika mengantuk, lelah, atau sakit, berhenti, jangan mengemudi," ucapnya, menyinggung salah satu penyebab utama kecelakaan fatal: microsleep.

Ancaman dari Ketidaktahuan

Wildan merasa miris dengan kondisi saat ini, di mana banyak pengemudi hanya mengandalkan ilmu "turun-temurun" atau belajar dari pengalaman di jalan, yang sering kali salah. Akibatnya, mereka tidak memahami cara kerja sistem krusial pada kendaraannya yang dirancang untuk mencegah kecelakaan, seperti exhaust brake atau teknik pengereman di turunan.

"Jika tidak memahami sistem yang bekerja pada kendaraan tersebut, bertanya kepada yang tahu atau mengikuti pelatihan. Jangan sekali-kali membawa kendaraan di mana sistemnya belum dipahami dengan baik," tuturnya.

Pernyataan ini adalah sebuah tamparan keras. Selama ini, para pengemudi "otodidak" ini dibiarkan melenggang di jalan raya, mengemudikan mesin puluhan ton dengan pengetahuan yang minim.

Desakan KNKT untuk pelatihan wajib ini menjadi sebuah pertanyaan besar bagi seluruh pemangku kepentingan: Sampai kapan nyawa publik akan terus dipertaruhkan sebagai "biaya belajar" bagi para sopir yang tak pernah mengenyam pendidikan profesiyanglayak?
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenhub: Monster Truk...
Kemenhub: Monster Truk Tambang Impor Dilarang Keras Turun ke Jalan Raya
Alarm Keras dari Kemenhub:...
Alarm Keras dari Kemenhub: Perang Total Lawan Monster ODOL Dimulai, Aturan Tarif Jadi Senjata Utama
Fakta Mengerikan di...
Fakta Mengerikan di Balik Truk ODOL: AHY Ungkap Setoran Pungli Satu Truk Capai Rp150 Juta Setahun!
Benteng Pengawas Truk...
Benteng Pengawas Truk ODOL Jadi Sarang Pungli, Kemenhub Siapkan Mata-Mata Digital untuk Basmi Oknum Nakal
Horor di Tanjakan Sawangan:...
Horor di Tanjakan Sawangan: Pelajaran Mahal di Balik Truk yang Gagal Nanjak
Monster Jalanan Pencabut...
Monster Jalanan Pencabut Nyawa: Negara Rugi Rp40 Triliun, AHY Umumkan Perang Lawan Truk ODOL
Pusat Studi Kepolisian...
Pusat Studi Kepolisian ULM Inisiasi Deklarasi Bersama Anti-ODOL di Kalsel
Uji Coba Penertiban...
Uji Coba Penertiban Truk ODOL Bakal Dimulai 1 Juni 2026, Ini 3 Variabelnya
Kemenhub Tindak Tegas...
Kemenhub Tindak Tegas Pelanggar Aturan ODOL Selama Lebaran, 124 Perusahaan Truk Diganjar Sanksi
Rekomendasi
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Eropa dari AS, Mampukah Turki Ingin Memperkuat NATO 3.0?
PLN EPI Bangun Ekosistem...
PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Italia Blokir Bantuan...
Italia Blokir Bantuan Militer NATO kepada Ukraina Senilai Rp1.436 Triliun, Sinyal Kemenangan bagi Rusia?
Berita Terkini
Benedetto Vigna: Jika...
Benedetto Vigna: Jika Mobil Otonom Bisa Mengemudi Sendiri, Mengapa Membeli Ferrari
XPENG V1SION Night 2026,...
XPENG V1SION Night 2026, Tandai Babak Baru XPENG di Indonesia
Volkswagen Group Disinyalir...
Volkswagen Group Disinyalir Akan Menjual Ducati?
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi...
Ber-DNA Lancer, Mitsubishi Attrage 2026 Dipastikan Siap Diluncurkan
Mau Beli Mobil Baru...
Mau Beli Mobil Baru atau Bekas? OLX Kini Sediakan Keduanya dalam Satu Platform
Bawa SIMC ke PRJ 2026...
Bawa SIMC ke PRJ 2026 Bisa Dapat Subsidi Harga Kendaraan Listrik
Infografis
Dampak Negatif Jika...
Dampak Negatif Jika Pramuka Dihapus dari Ekskul Wajib di Sekolah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved