Kalkulator Bicara: Benarkah Motor Listrik Jauh Lebih Untung Dibandingkan Bensin?
Sabtu, 14 Juni 2025 - 10:54 WIB
loading...
Motor listrik memang mahal, tapi dalam jangka panjang dianggap lebih menguntungkan. Foto: Polytron
A
A
A
JAKARTA - Di tengah hiruk pikuk jalanan dan kenaikan harga bahan bakar, janji tentang motor listrik yang lebih hemat dan ramah lingkungan terdengar sangat menggiurkan. Banyak masyarakat yang sudah tertarik, namun masih ragu, menimbang-nimbang antara keuntungan jangka panjang dengan harga beli yang terasa lebih mahal di awal.
Lantas, apakah beralih ke motor listrik benar-benar sebuah keputusan finansial yang cerdas? Atau ini hanya sebuah tren "hijau" yang sebenarnya menguras kantong lebih dalam? Mari kita bedah hitung-hitungannya.
Angka ini, bahkan setelah diskon, masih terasa lebih tinggi jika dibandingkan dengan beberapa model motor bensin skutik terlaris di Indonesia yang bisa didapatkan di bawah angka tersebut. Inilah "dinding" pertama yang membuat banyak calon pembeli berpikir dua kali. Namun, cerita tidak berhenti sampai di sini.
Pajak Kendaraan (STNK): Sekitar Rp50.000 per tahun.
Biaya Servis Rutin: Rp0 (karena tidak ada oli, busi, dll).
Total Biaya Tahunan: Rp935.600
Pajak Kendaraan (STNK): Sekitar Rp320.000 per tahun.
Biaya Servis Rutin (Ganti Oli, dll): Sekitar Rp720.000 per tahun.
Total Biaya Tahunan: Rp5.360.000
Dari perhitungan ini, terlihat jelas bahwa pengguna motor listrik bisa menghemat hingga Rp4.424.400 setiap tahunnya.
"Dengan beralih ke Polytron FOX-R, konsumen bisa menghemat hingga Rp4.424.400 per tahun," ungkap Ilman Fachrian Fadly, Head of Group Product Electric Vehicle 2W Polytron. "Ini bukan sekadar penghematan, tapi keputusan finansial cerdas untuk efisiensi jangka panjang."
Ditambah lagi dengan keuntungan lain seperti nol emisi, suara mesin yang senyap, dan performa torsi instan yang responsif, beralih ke motor listrik bukan lagi sekadar mengikuti tren.
"Banyak masyarakat sebenarnya sudah tertarik untuk beralih ke motor listrik, tapi masih mempertimbangkan waktu yang tepat. Lewat program ini, kami ingin menghadirkan solusi nyata bahwa sekarang sudah saatnya waktu yang tepat,”tambahIlman.
Lantas, apakah beralih ke motor listrik benar-benar sebuah keputusan finansial yang cerdas? Atau ini hanya sebuah tren "hijau" yang sebenarnya menguras kantong lebih dalam? Mari kita bedah hitung-hitungannya.
Modal Awal yang Bikin 'Mikir'
Inilah kerugian atau hambatan pertama yang harus diakui: harga beli. Mari kita ambil contoh dari promo terbaru Polytron. Dengan diskon besar-besaran, harga motor listrik Polytron FOX-S menjadi Rp11.600.000, sementara FOX-R (warna lama) dibanderol Rp13.600.000.Angka ini, bahkan setelah diskon, masih terasa lebih tinggi jika dibandingkan dengan beberapa model motor bensin skutik terlaris di Indonesia yang bisa didapatkan di bawah angka tersebut. Inilah "dinding" pertama yang membuat banyak calon pembeli berpikir dua kali. Namun, cerita tidak berhenti sampai di sini.
Mesin Uang Jangka Panjang: Di Mana Letak Keuntungannya?
Keajaiban sesungguhnya dari motor listrik baru terasa saat kita mulai berbicara tentang biaya operasional harian. Mari kita buat sebuah skenario realistis untuk seorang pekerja komuter yang menempuh jarak 60 km setiap hari selama setahun.Motor Listrik (Polytron FOX-R):
Biaya 'Minum' Listrik: Hanya sekitar Rp885.600 per tahun.Pajak Kendaraan (STNK): Sekitar Rp50.000 per tahun.
Biaya Servis Rutin: Rp0 (karena tidak ada oli, busi, dll).
Total Biaya Tahunan: Rp935.600
Motor Bensin (Rata-rata):
Biaya 'Jajan' Bensin (RON 90): Mencapai Rp4.320.000 per tahun.Pajak Kendaraan (STNK): Sekitar Rp320.000 per tahun.
Biaya Servis Rutin (Ganti Oli, dll): Sekitar Rp720.000 per tahun.
Total Biaya Tahunan: Rp5.360.000
Dari perhitungan ini, terlihat jelas bahwa pengguna motor listrik bisa menghemat hingga Rp4.424.400 setiap tahunnya.
"Dengan beralih ke Polytron FOX-R, konsumen bisa menghemat hingga Rp4.424.400 per tahun," ungkap Ilman Fachrian Fadly, Head of Group Product Electric Vehicle 2W Polytron. "Ini bukan sekadar penghematan, tapi keputusan finansial cerdas untuk efisiensi jangka panjang."
Verdict: Jadi, Menguntungkan atau Sekadar Tren?
Melihat perbandingan di atas, jawabannya menjadi jelas. Meskipun membutuhkan investasi awal yang sedikit lebih besar, motor listrik adalah "mesin uang" jangka panjang. Penghematan dari biaya bahan bakar dan perawatan rutin akan dengan cepat menutupi selisih harga beli di awal, bahkan hanya dalam waktu kurang dari dua hingga tiga tahun.Ditambah lagi dengan keuntungan lain seperti nol emisi, suara mesin yang senyap, dan performa torsi instan yang responsif, beralih ke motor listrik bukan lagi sekadar mengikuti tren.
"Banyak masyarakat sebenarnya sudah tertarik untuk beralih ke motor listrik, tapi masih mempertimbangkan waktu yang tepat. Lewat program ini, kami ingin menghadirkan solusi nyata bahwa sekarang sudah saatnya waktu yang tepat,”tambahIlman.
(dan)
Lihat Juga :