Perang Dunia Ketiga Berpotensi Terjadi, Gaikindo Takut Industri Otomotif Hancur
Jum'at, 20 Juni 2025 - 13:10 WIB
loading...
A
A
A
Apabila konflik semakin meluas, maka sumber material yang dibutuhkan untuk memproduksi mobil akan sulit didapatkan. Bahkan, tarif impor akan lebih tinggi yang membuat industri otomotif terancam hancur.
"Jadi kita masih belum tahu, mudah-mudahan tidak terjadi perang yang lebih besar. Karena kalau sampai terjadi perang itu bisa-bisa perang dunia ketiga meletus. Kalau itu terjadi ya selesai lah sebetulnya," ujar Nangoi.
Namun, Gaikindo meyakini peran PBB masih cukup besar dalam meredakan situasi yang sedang memanas saat ini. Apabila upaya damai tercapai, maka seluruh sektor, terutama industri otomotif akan kembali berkembang.
"Tetapi kalau saya lihat harusnya PBB masih berperan, perdamaian masih bisa kita wujudkan. Kalau itu terjadi seandainya meleset pun 2 tahun ini masih agak sedikit tipis. Nah, yang membanggakan Indonesia agak jauh dari konflik-konflik tersebut. Ukraina dengan Rusia, Timur Tengah, India dengan Pakistan," ucap Nangoi.
"Jadi kita masih belum tahu, mudah-mudahan tidak terjadi perang yang lebih besar. Karena kalau sampai terjadi perang itu bisa-bisa perang dunia ketiga meletus. Kalau itu terjadi ya selesai lah sebetulnya," ujar Nangoi.
Namun, Gaikindo meyakini peran PBB masih cukup besar dalam meredakan situasi yang sedang memanas saat ini. Apabila upaya damai tercapai, maka seluruh sektor, terutama industri otomotif akan kembali berkembang.
"Tetapi kalau saya lihat harusnya PBB masih berperan, perdamaian masih bisa kita wujudkan. Kalau itu terjadi seandainya meleset pun 2 tahun ini masih agak sedikit tipis. Nah, yang membanggakan Indonesia agak jauh dari konflik-konflik tersebut. Ukraina dengan Rusia, Timur Tengah, India dengan Pakistan," ucap Nangoi.
(wbs)
Lihat Juga :