Huawei Klaim Bikin Baterai Mobil Listrik dengan Jarak Tempuh 3.000 Km, Realita atau Fatamorgana?
Jum'at, 27 Juni 2025 - 12:06 WIB
loading...
A
A
A
Bayangkan baterai Anda seperti pembuluh darah. Seiring waktu, muncul "plak" yang menyumbat aliran dan akhirnya menyebabkan kegagalan. Dalam baterai, plak ini disebut dendrit. Nitrogen yang ditambahkan Huawei berfungsi seperti "pembersih plak", memastikan reaksi kimia utama terus berjalan lancar, menjaga suhu tetap dingin, dan memperpanjang umur baterai secara dramatis.
"Trik kimia ini membersihkan kontak, memungkinkan bahan kimia utama terus bereaksi, membantu siklus pengisian daya, dan menjaga suhu lebih rendah dari baterai konvensional," demikian inti dari penjelasan teknis tersebut.
Hasilnya, para ilmuwan menargetkan kepadatan energi yang luar biasa, mencapai 400Wh/kg, dengan potensi menembus angka 600Wh/kg. Sebagai perbandingan, baterai canggih di Porsche Taycan saat ini hanya memiliki kepadatan energi sekitar 169Wh/kg.
Untuk menempuh jarak sejauh itu dengan tingkat konsumsi energi mobil listrik saat ini, Anda akan membutuhkan baterai raksasa berkapasitas 500kWh. Jika para ilmuwan Huawei berhasil mencapai kepadatan energi 500Wh/kg, maka baterai tersebut akan memiliki bobot satu ton penuh.
"Trik kimia ini membersihkan kontak, memungkinkan bahan kimia utama terus bereaksi, membantu siklus pengisian daya, dan menjaga suhu lebih rendah dari baterai konvensional," demikian inti dari penjelasan teknis tersebut.
Hasilnya, para ilmuwan menargetkan kepadatan energi yang luar biasa, mencapai 400Wh/kg, dengan potensi menembus angka 600Wh/kg. Sebagai perbandingan, baterai canggih di Porsche Taycan saat ini hanya memiliki kepadatan energi sekitar 169Wh/kg.
Saat Angka Bicara dan Realita Menampar
Di sinilah angka-angka di atas kertas mulai berbenturan dengan hukum fisika di dunia nyata. Angka magis 3.000 km itu, menurut para analis, adalah hasil ekstrapolasi liar dari target kepadatan energi tersebut. Banyak yang menganggap jarak 3.000 km dalam sekali pengisian daya itu tidak realistis.Untuk menempuh jarak sejauh itu dengan tingkat konsumsi energi mobil listrik saat ini, Anda akan membutuhkan baterai raksasa berkapasitas 500kWh. Jika para ilmuwan Huawei berhasil mencapai kepadatan energi 500Wh/kg, maka baterai tersebut akan memiliki bobot satu ton penuh.
Lihat Juga :