Gagal Penuhi Syarat, Neta Terancam Kembalikan Insentif Pemerintah Thailand
Jum'at, 27 Juni 2025 - 11:41 WIB
loading...
Neta Terancam Kembalikan Insentif Pemerintah Thailand. FOTO/ CNC
A
A
A
BANGKOK - Perusahaan kendaraan listrik (EV) asal China, Hozon New Energy Automobile Co Ltd, yang lebih dikenal dengan nama mereknya Neta, kini menghadapi kemungkinan harus mengembalikan insentif yang diterima dari pemerintah Thailand menyusul kegagalannya memenuhi beberapa syarat penting dalam program subsidi EV negara tersebut.
BACA JUGA - Neta V Kalah Bersaing, Neta Balas dengan Neta V-II, Harga cuma Rp200 Jutaan
Menurut laporan otoritas setempat, Neta diduga tidak memenuhi kewajiban terkait investasi dan produksi kendaraan lokal sebagaimana disepakati dalam skema bantuan pemerintah yang ditawarkan kepada produsen EV asing.
Kegagalan ini dapat menyebabkan Neta harus mengembalikan sejumlah dana yang sebelumnya diberikan sebagai insentif.
Thailand sebelumnya telah memperkenalkan paket subsidi yang menarik untuk merangsang industri kendaraan listrik, termasuk potongan tunai bagi pembeli dan insentif pajak bagi produsen, dengan syarat mereka harus berinvestasi dan memulai perakitan lokal dalam jangka waktu tertentu.
Sejauh ini, pihak berwenang belum membuat keputusan akhir, tetapi sedang mengevaluasi kinerja Neta dan komitmen investasinya.
Jika terbukti tidak berhasil, Neta bisa jadi merupakan salah satu produsen pertama yang akan dikenakan tindakan pengembalian subsidi.
Langkah ini menunjukkan tekad pemerintah Thailand untuk memastikan investor asing menepati janji mereka dan tidak sekadar memanfaatkan skema insentif yang ditawarkan tanpa memberikan manfaat jangka panjang bagi industri lokal.
BACA JUGA - Neta V Kalah Bersaing, Neta Balas dengan Neta V-II, Harga cuma Rp200 Jutaan
Menurut laporan otoritas setempat, Neta diduga tidak memenuhi kewajiban terkait investasi dan produksi kendaraan lokal sebagaimana disepakati dalam skema bantuan pemerintah yang ditawarkan kepada produsen EV asing.
Kegagalan ini dapat menyebabkan Neta harus mengembalikan sejumlah dana yang sebelumnya diberikan sebagai insentif.
Thailand sebelumnya telah memperkenalkan paket subsidi yang menarik untuk merangsang industri kendaraan listrik, termasuk potongan tunai bagi pembeli dan insentif pajak bagi produsen, dengan syarat mereka harus berinvestasi dan memulai perakitan lokal dalam jangka waktu tertentu.
Sejauh ini, pihak berwenang belum membuat keputusan akhir, tetapi sedang mengevaluasi kinerja Neta dan komitmen investasinya.
Jika terbukti tidak berhasil, Neta bisa jadi merupakan salah satu produsen pertama yang akan dikenakan tindakan pengembalian subsidi.
Langkah ini menunjukkan tekad pemerintah Thailand untuk memastikan investor asing menepati janji mereka dan tidak sekadar memanfaatkan skema insentif yang ditawarkan tanpa memberikan manfaat jangka panjang bagi industri lokal.
(wbs)
Lihat Juga :