Ahli Ungkap Penyebab Mabuk ketika Naik Mobil Lisrik
Selasa, 08 Juli 2025 - 07:29 WIB
loading...
A
A
A
Misalnya, saat pengemudi menginjak pedal gas dan mendengar mesin menderu dan knalpot bergemuruh, otak pengemudi bersiap untuk menambah kecepatan. Namun, untuk kendaraan listrik, pengemudi hanya mendengar dengungan motor pada frekuensi rendah atau bahkan tidak ada suara sama sekali, sehingga otak mereka lebih sulit mengantisipasi pergerakan.
“Jika kita terbiasa bepergian dengan kendaraan non-EV, kita terbiasa memahami pergerakan mobil berdasarkan sinyal seperti kecepatan mesin, getaran mesin, torsi, kotak roda gigi, dan sebagainya,” jelas William Emond, mahasiswa PhD di Université de Technologie de Belfort-Montbéliard di Prancis, kepada The Guardian.
“Namun, saat pertama kali bepergian dengan EV, otak dan tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi.”
Proses pengereman regeneratif yang terdapat pada EV juga dapat menjadi faktor penyebab mual dan mabuk perjalanan pada pengemudi.
Sebagai catatan, pengereman regeneratif adalah sistem di mana energi kinetik kendaraan secara otomatis diubah menjadi energi listrik melalui pengereman, dan dialirkan kembali ke baterai. Pada mobil konvensional, energi kinetik terbuang sebagai energi panas pada cakram rem.
Pengereman regeneratif dapat menyebabkan mabuk perjalanan bagi pengemudi EV, terutama bagi mereka yang menyetel pengereman regeneratif ke level maksimal. Masalah ini juga terjadi pada mereka yang menggunakan mode satu pedal, karena tindakan mengangkat pedal gas akan menyebabkan mobil melambat secara tiba-tiba, sedangkan pada mobil konvensional otak akan siap mengerem saat pedal rem diinjak.
“Jika kita terbiasa bepergian dengan kendaraan non-EV, kita terbiasa memahami pergerakan mobil berdasarkan sinyal seperti kecepatan mesin, getaran mesin, torsi, kotak roda gigi, dan sebagainya,” jelas William Emond, mahasiswa PhD di Université de Technologie de Belfort-Montbéliard di Prancis, kepada The Guardian.
“Namun, saat pertama kali bepergian dengan EV, otak dan tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi.”
Proses pengereman regeneratif yang terdapat pada EV juga dapat menjadi faktor penyebab mual dan mabuk perjalanan pada pengemudi.
Sebagai catatan, pengereman regeneratif adalah sistem di mana energi kinetik kendaraan secara otomatis diubah menjadi energi listrik melalui pengereman, dan dialirkan kembali ke baterai. Pada mobil konvensional, energi kinetik terbuang sebagai energi panas pada cakram rem.
Pengereman regeneratif dapat menyebabkan mabuk perjalanan bagi pengemudi EV, terutama bagi mereka yang menyetel pengereman regeneratif ke level maksimal. Masalah ini juga terjadi pada mereka yang menggunakan mode satu pedal, karena tindakan mengangkat pedal gas akan menyebabkan mobil melambat secara tiba-tiba, sedangkan pada mobil konvensional otak akan siap mengerem saat pedal rem diinjak.
Lihat Juga :