Daftar Mobil Terlaris di Indonesia Juni 2025: Kuda Hitam China Menggebrak Papan Atas
Rabu, 09 Juli 2025 - 08:50 WIB
loading...
Dengan hanya bermodalkan satu model, MPV premium Denza D9, mereka berhasil mencatatkan wholesales sebanyak 1.768 unit pada Juni 2025. Foto: Sindonews/Danang Arradian
A
A
A
JAKARTA - Kabar buruk menyelimuti industri otomotif nasional di penghujung semester pertama 2025. Lonceng peringatan seakan berbunyi nyaring saat data penjualan mobil bulan Juni dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).
Pasar yang diharapkan bergairah justru menunjukkan gejala lesu darah, sebuah sinyalemen tantangan ekonomi yang kian nyata. Namun, di tengah muramnya pasar, sebuah anomali terjadi: merek premium asal China, Denza, secara mengejutkan melesat masuk ke jajaran 10 besar, mengusik dominasi para raksasa Jepang.
Data Gaikindo menunjukkan potret suram. Distribusi mobil dari pabrik ke diler (wholesales) sepanjang Juni 2025 tercatat hanya 57.760 unit. Angka ini anjlok 4,7 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Jika ditarik lebih jauh, total wholesales sepanjang Januari hingga Juni 2025 hanya mencapai 374.740 unit, sebuah kemerosotan tajam 8,6 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang mampu membukukan 410.020 unit.
Kondisi tak jauh berbeda terjadi di level konsumen. Penjualan ritel (retail sales), atau mobil yang benar-benar keluar dari diler ke garasi pembeli, memang naik tipis 0,6 persen secara bulanan menjadi 61.647 unit.
Namun, secara akumulatif selama enam bulan pertama, angkanya tetap saja terperosok 9,7 persen. Pasar jelas sedang tidak baik-baik saja.
Pasar yang diharapkan bergairah justru menunjukkan gejala lesu darah, sebuah sinyalemen tantangan ekonomi yang kian nyata. Namun, di tengah muramnya pasar, sebuah anomali terjadi: merek premium asal China, Denza, secara mengejutkan melesat masuk ke jajaran 10 besar, mengusik dominasi para raksasa Jepang.
Data Gaikindo menunjukkan potret suram. Distribusi mobil dari pabrik ke diler (wholesales) sepanjang Juni 2025 tercatat hanya 57.760 unit. Angka ini anjlok 4,7 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Jika ditarik lebih jauh, total wholesales sepanjang Januari hingga Juni 2025 hanya mencapai 374.740 unit, sebuah kemerosotan tajam 8,6 persen dibandingkan periode sama tahun lalu yang mampu membukukan 410.020 unit.
Kondisi tak jauh berbeda terjadi di level konsumen. Penjualan ritel (retail sales), atau mobil yang benar-benar keluar dari diler ke garasi pembeli, memang naik tipis 0,6 persen secara bulanan menjadi 61.647 unit.
Namun, secara akumulatif selama enam bulan pertama, angkanya tetap saja terperosok 9,7 persen. Pasar jelas sedang tidak baik-baik saja.
Lihat Juga :