Pelajaran Pahit dari Insiden Mobil Listrik Terbakar: Mengenal Senjata Tersembunyi di Dasbor Anda
Rabu, 09 Juli 2025 - 15:21 WIB
loading...
Cara penggunaaan APAR di mobil listrik penting dipahami konsumen. Foto: Neta Indonesia
A
A
A
JAKARTA - Insiden terbakarnya sebuah mobil listrik di jalanan Bandung baru-baru ini telah menjadi sebuah lonceng peringatan yang keras bagi seluruh pemilik kendaraan listrik di Indonesia.
Di balik kesenyapan dan kecanggihan teknologinya, tersimpan risiko baru yang menuntut kewaspadaan tingkat tinggi. Ini bukan lagi soal merawat mesin, tetapi tentang mengetahui cara menjinakkan api yang lahir dari listrik.
Setiap mobil listrik baru yang dijual di Indonesia kini wajib dilengkapi dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), sesuai dengan Peraturan Dirjen Perhubungan Darat No. KP.972/AJ.502/DRJD/2020.
Namun, memiliki "senjata" ini tidak ada artinya jika Anda tidak tahu di mana ia disimpan dan bagaimana cara menggunakannya saat kepanikan melanda.
Langkah Pertama: Di Mana 'Senjata' Anda Disembunyikan?
Di saat darurat, setiap detik berharga. Mengetahui lokasi APAR adalah langkah pertama yang paling krusial. Sebagian besar produsen mobil listrik, untuk kemudahan akses, menempatkan APAR di lokasi yang mudah dijangkau.
Lokasi Umum: Periksa laci dasbor di sisi penumpang depan. Lokasi ini dipilih agar pengemudi atau penumpang dapat dengan cepat mengambilnya tanpa harus keluar dari kendaraan atau mencari di bagasi.
Periksa Segel Pengaman: Pastikan segel (biasanya berwarna kuning atau merah) pada tabung masih utuh. Ini adalah tanda bahwa APAR belum pernah digunakan dan tekanannya masih penuh.
Cek Tanggal Kedaluwarsa: Setiap APAR memiliki masa pakai. Periksa tanggal produksi pada tabung; umumnya APAR untuk kendaraan memiliki masa pakai hingga 8 tahun. Menggunakan APAR yang sudah kedaluwarsa sama saja dengan berjudi dengan nyawa.
Tarik Segel: Lepaskan segel pengaman.
Tekan Katup: Tekan katup (biasanya berwarna merah) di bagian atas tabung dengan kuat. Bubuk atau asap putih akan menyemprot keluar.
Arahkan ke Sumber Api: Semprotkan langsung ke pangkal atau sumber api, bukan ke bagian atas lidah apinya.
Namun, ada sebuah peringatan keras yang harus selalu diingat.
"Penggunaan tabung APAR pada kendaraan ini diperuntukkan khusus dalam kondisi darurat atau emergency, seperti munculnya panas berlebih, percikan api, atau api ringan," tegas Raditio Hutomo, After Sales Director PT Neta Auto Indonesia.
"Meski demikian, penggunaan APAR hanya sebagai tindakan penanganan awal. Konsumen tetap sangat disarankan untuk segera menghubungi petugas pemadam kebakaran atau pihak berwenang setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, aman, dan menyeluruh,” tambahnya.
"Penting bagi setiap pemilik mobil listrik untuk memahami potensi risiko... Salah satu penyebab umum dari risiko tersebut adalah penambahan atau modifikasi perangkat kelistrikan yang tidak sesuai standar, seperti instalasi audio system, lampu, GPS, atau aksesori elektronik lainnya yang tidak dianjurkan," jelas Raditio.
Melakukan modifikasi sembarangan tidak hanya meningkatkan risiko kebakaran, tetapi juga berpotensi besar menghilangkan atau membatalkan garansi kendaraan Anda.
Pada akhirnya, di era mobil listrik ini, menjadi pengemudi yang bertanggung jawab bukan lagi hanya soal mematuhi rambu lalu lintas. Ini adalah tentang memahami teknologi baru yang Anda kendarai, mengetahui risikonya, dan yang terpenting, siap menjadi garda terdepan penyelamat diri sendiri saat kondisi daruratterjadi.
Di balik kesenyapan dan kecanggihan teknologinya, tersimpan risiko baru yang menuntut kewaspadaan tingkat tinggi. Ini bukan lagi soal merawat mesin, tetapi tentang mengetahui cara menjinakkan api yang lahir dari listrik.
Setiap mobil listrik baru yang dijual di Indonesia kini wajib dilengkapi dengan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), sesuai dengan Peraturan Dirjen Perhubungan Darat No. KP.972/AJ.502/DRJD/2020.
Namun, memiliki "senjata" ini tidak ada artinya jika Anda tidak tahu di mana ia disimpan dan bagaimana cara menggunakannya saat kepanikan melanda.
Langkah Pertama: Di Mana 'Senjata' Anda Disembunyikan?
![Pelajaran Pahit dari Insiden Mobil Listrik Terbakar: Mengenal Senjata Tersembunyi di Dasbor Anda]()
Di saat darurat, setiap detik berharga. Mengetahui lokasi APAR adalah langkah pertama yang paling krusial. Sebagian besar produsen mobil listrik, untuk kemudahan akses, menempatkan APAR di lokasi yang mudah dijangkau.
Lokasi Umum: Periksa laci dasbor di sisi penumpang depan. Lokasi ini dipilih agar pengemudi atau penumpang dapat dengan cepat mengambilnya tanpa harus keluar dari kendaraan atau mencari di bagasi.
Langkah Kedua: Pemeriksaan Pra-Pertempuran
Sebelum Anda menarik pelatuknya, lakukan pemeriksaan super cepat namun vital. Ini akan menentukan apakah "senjata" Anda siap tempur atau hanya akan menjadi pajangan yang sia-sia.Periksa Segel Pengaman: Pastikan segel (biasanya berwarna kuning atau merah) pada tabung masih utuh. Ini adalah tanda bahwa APAR belum pernah digunakan dan tekanannya masih penuh.
Cek Tanggal Kedaluwarsa: Setiap APAR memiliki masa pakai. Periksa tanggal produksi pada tabung; umumnya APAR untuk kendaraan memiliki masa pakai hingga 8 tahun. Menggunakan APAR yang sudah kedaluwarsa sama saja dengan berjudi dengan nyawa.
Langkah Ketiga: Eksekusi di Momen Kritis
Jika api sudah menyala, jangan panik. Ingat tiga langkah sederhana ini:Tarik Segel: Lepaskan segel pengaman.
Tekan Katup: Tekan katup (biasanya berwarna merah) di bagian atas tabung dengan kuat. Bubuk atau asap putih akan menyemprot keluar.
Arahkan ke Sumber Api: Semprotkan langsung ke pangkal atau sumber api, bukan ke bagian atas lidah apinya.
Namun, ada sebuah peringatan keras yang harus selalu diingat.
"Penggunaan tabung APAR pada kendaraan ini diperuntukkan khusus dalam kondisi darurat atau emergency, seperti munculnya panas berlebih, percikan api, atau api ringan," tegas Raditio Hutomo, After Sales Director PT Neta Auto Indonesia.
"Meski demikian, penggunaan APAR hanya sebagai tindakan penanganan awal. Konsumen tetap sangat disarankan untuk segera menghubungi petugas pemadam kebakaran atau pihak berwenang setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat, aman, dan menyeluruh,” tambahnya.
Dosa Terbesar: Modifikasi Kelistrikan Abal-Abal
Pencegahan selalu lebih baik daripada pemadaman. Salah satu penyebab paling umum dari korsleting listrik adalah modifikasi yang tidak sesuai standar."Penting bagi setiap pemilik mobil listrik untuk memahami potensi risiko... Salah satu penyebab umum dari risiko tersebut adalah penambahan atau modifikasi perangkat kelistrikan yang tidak sesuai standar, seperti instalasi audio system, lampu, GPS, atau aksesori elektronik lainnya yang tidak dianjurkan," jelas Raditio.
Melakukan modifikasi sembarangan tidak hanya meningkatkan risiko kebakaran, tetapi juga berpotensi besar menghilangkan atau membatalkan garansi kendaraan Anda.
Pada akhirnya, di era mobil listrik ini, menjadi pengemudi yang bertanggung jawab bukan lagi hanya soal mematuhi rambu lalu lintas. Ini adalah tentang memahami teknologi baru yang Anda kendarai, mengetahui risikonya, dan yang terpenting, siap menjadi garda terdepan penyelamat diri sendiri saat kondisi daruratterjadi.
(dan)
Lihat Juga :