Neta di Ambang Bangkrut, Pabrik Tutup, Karyawan Teriak Minta Gaji: Haruskah Konsumen di Indonesia Was-was?

Sabtu, 14 Juni 2025 - 13:00 WIB
loading...
Neta di Ambang Bangkrut,...
Di negara asalnya, China, perusahaan yang pernah digadang-gadang sebagai bintang baru ini dilaporkan berada di ambang kebangkrutan. Foto: Neta Indonesia
A A A
JAKARTA - Di tengah hiruk pikuk pameran otomotif dan janji-janji manis mobil listrik masa depan, sebuah drama kelam kini membayangi Neta Auto. Di negara asalnya, China, perusahaan yang pernah digadang-gadang sebagai bintang baru ini dilaporkan berada di ambang kebangkrutan, dengan karyawan yang marah menyerbu kantor untuk menuntut gaji yang tak kunjung dibayar.

Namun, di tengah badai krisis ini, Neta justru merilis sebuah pernyataan resmi yang sangat kontradiktif. Mereka mengumumkan rencana restrukturisasi besar-besaran, menjanjikan model-model baru, dan yang paling penting, mengklaim bahwa operasional bisnis mereka di luar negeri—termasuk di Indonesia—tidak akan terpengaruh.

Ini adalah sebuah paradoks yang membingungkan. Di satu sisi, ada gambar-gambar dramatis dari karyawan yang putus asa. Di sisi lain, ada janji manis dari manajemen. Lantas, mana yang harus dipercaya oleh para konsumen yang sudah terlanjur membeli mobil Neta di Indonesia? Haruskah mereka was-was, atau justru bisa lebih tenang?

'Badai Sempurna' di Kandang Sendiri

Krisis yang melanda Neta bukanlah isapan jempol. Laporan media menyebutkan perusahaan akan memulai proses reorganisasi kebangkrutan pada 12 Juni 2025. Ini adalah puncak dari serangkaian bencana yang telah menghantui mereka:

Arus Kas Macet: Hutang menumpuk, bahkan Shanghai Yuxing Advertising Co., Ltd. mengajukan gugatan pailit karena Neta berutang 5,31 juta yuan (sekitar Rp 11,6 miliar).

Gaji Tak Terbayar: Karyawan mengklaim belum menerima gaji sejak November tahun lalu.

Aset Dibekukan: Perintah pengadilan untuk membekukan rekening perusahaan afiliasi Neta hanya menemukan dana kurang dari 500 yuan (sekitar Rp 1,1 juta). Sebuah angka yang tragis dan menunjukkan betapa parahnya krisis likuiditas mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Tengah Isu Finansial...
Di Tengah Isu Finansial Induknya, Neta Bertaruh Besar pada Suku Cadang di Indonesia
Pelajaran Pahit dari...
Pelajaran Pahit dari Insiden Mobil Listrik Terbakar: Mengenal Senjata Tersembunyi di Dasbor Anda
Gagal Penuhi Syarat,...
Gagal Penuhi Syarat, Neta Terancam Kembalikan Insentif Pemerintah Thailand
Perusaan Induk Neta...
Perusaan Induk Neta Terancam Bangkrut? Ini Masalah Utamanya
Respons Neta Indonesia...
Respons Neta Indonesia Soal Pencopotan Paksa Logo dari Kantor Pusatnya
Logo Neta di Kantor...
Logo Neta di Kantor Pusatnya Dicopot Paksa , Ada Apakah?
Meta Luncurkan Fitur...
Meta Luncurkan Fitur untuk Orangtua Bisa Mengontrol Anak Main Medsos
Rekomendasi
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Soal Pengadaan 21 Ribu...
Soal Pengadaan 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan Hindayana, Begini Kata BGN
Berita Terkini
Catat! Ini Penurunan...
Catat! Ini Penurunan Kapasitas Baterai Mobil Listrik Setiap Tahunnya
Volkswagen Memangkas...
Volkswagen Memangkas Produksi Pabriknya di Jerman, Ini Pertimbangan
Lawan Toyota Yaris Cross,...
Lawan Toyota Yaris Cross, Hyundai i20 Berubah Ukuran
Apa Itu PHEV? Begini...
Apa Itu PHEV? Begini Lepas L8 Tempuh 1.300 Km Sekali Isi Penuh
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
Perkuat Armada EV, MPMRent...
Perkuat Armada EV, MPMRent Gandeng Wuling Motors
Infografis
Gaji Rata-Rata Pekerja...
Gaji Rata-Rata Pekerja di Indonesia, Lulusan S1 hingga S3 Miris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved