Mengapa Harga Tesla Model Y di Indonesia Paling Mahal di Dunia?
Rabu, 16 Juli 2025 - 13:31 WIB
loading...
A
A
A
Model Y Standard Range RWD: Mulai dari RM 199.000 (sekitar Rp676 juta).
Model Y Long Range AWD: Dijual seharga RM 246.000 (sekitar Rp836 juta).
Model Y Performance AWD: Dijual seharga RM 288.000 (sekitar Rp979 juta).
Harga varian tertinggi di Malaysia bahkan masih lebih murah dibandingkan varian terendah di India, dan hanya sekitar separuh harga varian terendah di Indonesia.
Malaysia menunjukkan bagaimana kebijakan pro-investasi dan pro-konsumen bisa membuat teknologi canggih menjadi terjangkau.
India menunjukkan bagaimana keputusan sebuah perusahaan yang menolak insentif bisa menghukum konsumennya sendiri.
Indonesia adalah kasus paling ekstrem, di mana kombinasi dari ketiadaan kehadiran resmi dan struktur pajak impor yang tinggi menciptakan sebuah "harga fantasi" yang membuat Tesla menjadi barang koleksi bagi segelintir orang, .
Pada akhirnya, selama Tesla belum melihat Indonesia sebagai pasar yang cukup penting untuk dihadiri secara resmi, dan selama pemerintah belum menciptakan skema insentif yang kompetitif seperti Malaysia, mimpi untuk memiliki Tesla dengan harga wajar akan tetap menjadi mimpi bagi konsumenditanahair.
Model Y Long Range AWD: Dijual seharga RM 246.000 (sekitar Rp836 juta).
Model Y Performance AWD: Dijual seharga RM 288.000 (sekitar Rp979 juta).
Harga varian tertinggi di Malaysia bahkan masih lebih murah dibandingkan varian terendah di India, dan hanya sekitar separuh harga varian terendah di Indonesia.
Pelajaran Pahit bagi Konsumen Indonesia
Perbandingan tiga negara ini menunjukkan sebuah pelajaran pahit. Harga sebuah mobil listrik modern tidak hanya ditentukan oleh teknologi atau biaya produksi, melainkan oleh kebijakan fiskal pemerintah dan strategi korporat.Malaysia menunjukkan bagaimana kebijakan pro-investasi dan pro-konsumen bisa membuat teknologi canggih menjadi terjangkau.
India menunjukkan bagaimana keputusan sebuah perusahaan yang menolak insentif bisa menghukum konsumennya sendiri.
Indonesia adalah kasus paling ekstrem, di mana kombinasi dari ketiadaan kehadiran resmi dan struktur pajak impor yang tinggi menciptakan sebuah "harga fantasi" yang membuat Tesla menjadi barang koleksi bagi segelintir orang, .
Pada akhirnya, selama Tesla belum melihat Indonesia sebagai pasar yang cukup penting untuk dihadiri secara resmi, dan selama pemerintah belum menciptakan skema insentif yang kompetitif seperti Malaysia, mimpi untuk memiliki Tesla dengan harga wajar akan tetap menjadi mimpi bagi konsumenditanahair.
(dan)
Lihat Juga :