Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah

Minggu, 07 Juni 2026 - 18:04 WIB
loading...
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat. FOTO/ Mercedes-benz
A A A
BERLIN - Para produsen mobil Jerman menghadapi tekanan yang semakin meningkat seiring dengan penurunan penjualan di tengah gangguan global terhadap industri otomotif.

MenurutReuters, produsen mobil Jerman menghadapi periode yang menantang karena penjualan dan pendapatan menurun di tengah industri otomotif global yang terdampak oleh ketegangan perdagangan, konflikgeopolitik, dan transisi teknologi.

Dulunya merupakan pusat industri otomotif global dengan Volkswagen, Mercedes-Benz, BMW, Audi, Porsche, dan banyak lagi, industri otomotif Jerman baru-baru ini menunjukkan tanda-tanda penurunan akibat perubahan global.

Menurut analisis dari firma konsultan EY, pendapatan perusahaan otomotifglobalbesar pada kuartal pertama tahun 2026 meningkat sebesar 2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh produsen Jepang dan Amerika.

Sebaliknya, produsen mobil Jerman mencatat penurunan pendapatan sebesar 4%, yang menunjukkan bahwa mereka secara bertahap kehilangan pangsa pasar kepada pesaing internasional.

Constantin Gall, seorang ahli otomotif di EY, meyakini bahwa industri otomotif Jerman sedang mengalami transformasi struktural yang mendalam. Produsen mobil Jerman menghadapi berbagai tantangan secara bersamaan, termasuk melemahnya pasar utama seperti AS dan Tiongkok, kelebihan kapasitas, investasi perangkat lunak yang signifikan, dan pengembangan kendaraan listrik yang lebih lambat dari perkiraan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jurus China Singkirkan...
Jurus China Singkirkan Mobil PHEV Eropa dari Pasar Otomotif
Jarak Tempuh Mobil Listrik...
Jarak Tempuh Mobil Listrik Volvo XC60 Kini Bertambah Tiga Kali Lipat
Audi Nuvolari Supercar...
Audi Nuvolari Supercar Hybrid V8 dengan 987 HP, Penerus Spiritual R8
Mercedes-Benz Luncurkan...
Mercedes-Benz Luncurkan eActros Lowliner, Truk Logistik Jarak Jauh
Kamuflase Kendaraan...
Kamuflase Kendaraan Perang Rusia Bisa Mengecoh Drone Berteknologi AI
Dikira Cosplayer, Ternyata...
Dikira Cosplayer, Ternyata Shotaro Odate adalah Otak di Balik Inovasi Honda
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
Rekomendasi
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Brasil vs Maroko: Misi...
Brasil vs Maroko: Misi Selecao Akhiri Dahaga Gelar Dimulai
Berita Terkini
Ferrari Dicemooh, BMW...
Ferrari Dicemooh, BMW Dipuja: Menguak Rahasia Sangar M Concept Neue Klasse!
Jetour T1 Hadir Dua...
Jetour T1 Hadir Dua Rasa, Mana yang Lebih Layak Dibeli: ICE Rp388 Juta atau PHEV Rp538 Juta?
Adu Kuat SUV Pintar:...
Adu Kuat SUV Pintar: Jetour T1 Hybrid Tantang Dominasi Merek Jepang
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Perbandingan 5 Varian...
Perbandingan 5 Varian BYD M6 DM: Mana yang Pas untuk Kebutuhan Anda?
BYD M6 DM Diklaim Irit...
BYD M6 DM Diklaim Irit 65 Km/Liter, Sudah Diuji 150 Km Nyaris Tanpa Minum Bensin
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved