Pasar Mobil Lesu Darah, GIIAS 2025 Jadi Ajang Perang Diskon dan Obral Janji Manis Demi Pikat Pembeli
Jum'at, 18 Juli 2025 - 16:01 WIB
loading...
Pameran akbar Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 kini bukan lagi sekadar ajang pamer kemewahan, melainkan sebuah medan pertempuran habis-habisan. Foto: dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Pasar otomotif nasional sedang "lesu darah". Angka penjualan mobil terus merosot, menunjukkan daya beli masyarakat yang melemah dan keengganan untuk membelanjakan uang untuk barang mahal seperti mobil baru.
Di tengah situasi yang muram ini, pameran akbar Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 kini bukan lagi sekadar ajang pamer kemewahan, melainkan sebuah medan pertempuran habis-habisan untuk menyelamatkan target penjualan.
Para produsen mobil dan lembaga pembiayaan kini menggelar karpet merah, mengobral janji manis dan 'perang diskon' demi satu tujuan: merayu konsumen agar mau membuka dompetnya dan menandatangani surat pemesanan kendaraan (SPK).
Ini bukan sekadar persepsi. Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan fakta yang tak bisa dibantah. Penjualan dari pabrik ke diler (wholesales) sepanjang Januari-Juni 2025 hanya mencapai 372.740 unit, anjlok 8,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Nasib penjualan ritel dari diler ke konsumen lebih parah, turun 9,7% menjadi 390.467 unit.
"Kami menawarkan program bunga kredit mulai dari 2,3 persen untuk tenor 1 sampai 3 tahun dan 4,5 persen buat tenor 4 hingga 5 tahun," kata Agus Prayitno Wirawan, Presiden Direktur TAF, di Jakarta, Selasa (16/7/2025).
Tidak berhenti di situ, TAF juga menambahkan pemanis berupa cashback hingga 6% melalui skema "Program Kunci Dana". Sebuah upaya nyata untuk membuat tawaran kredit mereka terlihat paling menarik di antara yang lain.
"Jadi pelanggan yang ingin melakukan trade in bisa melakukan inspeksi untuk menentukan nilai kendaraannya (di area parkir). Kemudian mereka juga berhak atas cashback hingga Rp6,8 juta," ujar Project Director Astra Financial GIIAS 2025.
Kemudahan proses ditambah bonus uang tunai jutaan Rupiah adalah 'gula-gula' yang diharapkan bisa mengubah pengunjung yang hanya 'cuci mata' menjadi pembeli serius.
Pertanyaannya kini, apakah rentetan 'perang diskon', bunga rendah, dan hujan cashback ini cukup sakti untuk membius konsumen dan membangkitkan kembali nafsu belanja mereka?
Atau, apakah gemerlap panggung GIIAS hanya akan menjadi pesta sesaat, sebelum industri kembali dihadapkan pada kenyataan pasar yang belum sepenuhnya pulih? Nasib penjualan mobil nasional tahun ini bisa jadi akan ditentukan di lantai pameranICEBSD.
Di tengah situasi yang muram ini, pameran akbar Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 kini bukan lagi sekadar ajang pamer kemewahan, melainkan sebuah medan pertempuran habis-habisan untuk menyelamatkan target penjualan.
Para produsen mobil dan lembaga pembiayaan kini menggelar karpet merah, mengobral janji manis dan 'perang diskon' demi satu tujuan: merayu konsumen agar mau membuka dompetnya dan menandatangani surat pemesanan kendaraan (SPK).
Ini bukan sekadar persepsi. Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan fakta yang tak bisa dibantah. Penjualan dari pabrik ke diler (wholesales) sepanjang Januari-Juni 2025 hanya mencapai 372.740 unit, anjlok 8,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Nasib penjualan ritel dari diler ke konsumen lebih parah, turun 9,7% menjadi 390.467 unit.
Jurus Pamungkas Lembaga Pembiayaan
Menghadapi realita pahit ini, para pemain di industri pembiayaan mengeluarkan jurus pamungkas mereka. Toyota Astra Financial (TAF), misalnya, menawarkan iming-iming suku bunga yang sangat rendah untuk membuat cicilan terasa lebih ringan."Kami menawarkan program bunga kredit mulai dari 2,3 persen untuk tenor 1 sampai 3 tahun dan 4,5 persen buat tenor 4 hingga 5 tahun," kata Agus Prayitno Wirawan, Presiden Direktur TAF, di Jakarta, Selasa (16/7/2025).
Tidak berhenti di situ, TAF juga menambahkan pemanis berupa cashback hingga 6% melalui skema "Program Kunci Dana". Sebuah upaya nyata untuk membuat tawaran kredit mereka terlihat paling menarik di antara yang lain.
Godaan Tukar Tambah dan Hujan Cashback
Strategi lain yang digencarkan adalah mempermudah proses tukar tambah (trade-in), yang seringkali menjadi ganjalan bagi calon pembeli. Di GIIAS 2025, proses ini dibuat semudah membalikkan telapak tangan."Jadi pelanggan yang ingin melakukan trade in bisa melakukan inspeksi untuk menentukan nilai kendaraannya (di area parkir). Kemudian mereka juga berhak atas cashback hingga Rp6,8 juta," ujar Project Director Astra Financial GIIAS 2025.
Kemudahan proses ditambah bonus uang tunai jutaan Rupiah adalah 'gula-gula' yang diharapkan bisa mengubah pengunjung yang hanya 'cuci mata' menjadi pembeli serius.
Pertaruhan Besar di Panggung Otomotif
Semua janji manis dan kemudahan ini tentu bukan tanpa sebab. Industri otomotif sedang berada di bawah tekanan hebat. GIIAS 2025 menjadi pertaruhan terbesar mereka tahun ini. Pameran ini adalah harapan terakhir untuk menggairahkan kembali pasar yang dingin dan mengejar target penjualan yang semakin menjauh.Pertanyaannya kini, apakah rentetan 'perang diskon', bunga rendah, dan hujan cashback ini cukup sakti untuk membius konsumen dan membangkitkan kembali nafsu belanja mereka?
Atau, apakah gemerlap panggung GIIAS hanya akan menjadi pesta sesaat, sebelum industri kembali dihadapkan pada kenyataan pasar yang belum sepenuhnya pulih? Nasib penjualan mobil nasional tahun ini bisa jadi akan ditentukan di lantai pameranICEBSD.
(dan)
Lihat Juga :