DNA Ngabers Italia Menyusup ke Skutik Baru Yamaha, X Force Tampil Beringas dengan Tampang Mirip Italjet
Jum'at, 18 Juli 2025 - 16:37 WIB
loading...
Yamaha X Force memiliki tampilan baru yang lebih beringas. Foto: ist
A
A
A
JEPANG - Yamaha kembali membuat gebrakan dengan melempar sebuah granat desain ke pasar otomotif. Di Jepang, mereka baru saja meluncurkan Yamaha X Force 2025, sebuah skuter matik (skutik) yang seolah sengaja meninggalkan zona nyaman desain elegan khas Yamaha dan memilih untuk tampil beringas, agresif, dan sangat provokatif.
Fasia depannya yang tajam, sudut-sudut bodi yang kaku, dan terutama penggunaan setang telanjang (naked handlebar) seolah berteriak "Eropa!", mengingatkan banyak penggila motor pada desain ekstrem skutik ikonik asal Italia, Italjet Dragster. Sebuah motor yang di Indonesia lekat dengan citra "motor ngabers" karena gayanya yang radikal dan anti-mainstream.
Langkah Yamaha ini sontak menjadi perbincangan panas. Apakah ini sebuah sinyal bahwa raksasa Jepang mulai melirik selera desain yang lebih berani, atau sekadar eksperimen untuk pasar domestik mereka?
Seberingas Apa Desainnya?
Jika dilihat dari depan, X Force memancarkan aura garang. Lampu utamanya yang besar dan meruncing, dipadukan dengan fairing yang dirancang patah-patah, memberikan kesan robotik yang kuat. Penambahan windshield kecil menjadi pemanis yang kontras di tengah desain yang serba tajam.
Namun, bagian paling kontroversial mungkin adalah buritannya. Dengan panjang total 1.920 mm dan jarak sumbu roda 1.340 mm, bodi belakang X Force dirancang sangat pendek, membuatnya terlihat "buntung" jika dilihat dari samping.
Desain ini mungkin akan membelah pendapat: sebagian akan menyukainya karena memberikan kesan padat dan streetfighter, sementara yang lain mungkin merasa desainnya kurang seimbang dan kehilangan aura skutik gambot.
Ketinggian joknya yang mencapai 815 mm juga patut menjadi catatan, yang mungkin akan menjadi tantangan bagi sebagian postur pengendara di Indonesia.
Yamaha tidak main-main soal fitur. X Force sudah dibekali:
Pencahayaan full LED.
Panel instrumen digital yang dapat terhubung ke ponsel melalui aplikasi Y-Connect.
Port pengisian daya ponsel.
Fitur keselamatan canggih: Traction Control System (TCS) untuk mencegah ban selip dan rem cakram depan-belakang.
Sebuah catatan kritis, sistem pengereman ABS-nya masih single-channel (hanya di roda depan), sebuah kompromi yang mungkin dilakukan untuk menekan harga.
Kehadirannya di Jepang ini seolah menjadi "kode keras" bagi pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Pertanyaannya, apakah konsumen Indonesia yang sudah sangat nyaman dengan desain elegan dan mengalir dari NMAX dan Aerox, siap menerima "pemberontak" berwajahEropaini?
Fasia depannya yang tajam, sudut-sudut bodi yang kaku, dan terutama penggunaan setang telanjang (naked handlebar) seolah berteriak "Eropa!", mengingatkan banyak penggila motor pada desain ekstrem skutik ikonik asal Italia, Italjet Dragster. Sebuah motor yang di Indonesia lekat dengan citra "motor ngabers" karena gayanya yang radikal dan anti-mainstream.
Langkah Yamaha ini sontak menjadi perbincangan panas. Apakah ini sebuah sinyal bahwa raksasa Jepang mulai melirik selera desain yang lebih berani, atau sekadar eksperimen untuk pasar domestik mereka?
Seberingas Apa Desainnya?
![DNA Ngabers Italia Menyusup ke Skutik Baru Yamaha, X Force Tampil Beringas dengan Tampang Mirip Italjet]()
Jika dilihat dari depan, X Force memancarkan aura garang. Lampu utamanya yang besar dan meruncing, dipadukan dengan fairing yang dirancang patah-patah, memberikan kesan robotik yang kuat. Penambahan windshield kecil menjadi pemanis yang kontras di tengah desain yang serba tajam.
Namun, bagian paling kontroversial mungkin adalah buritannya. Dengan panjang total 1.920 mm dan jarak sumbu roda 1.340 mm, bodi belakang X Force dirancang sangat pendek, membuatnya terlihat "buntung" jika dilihat dari samping.
Desain ini mungkin akan membelah pendapat: sebagian akan menyukainya karena memberikan kesan padat dan streetfighter, sementara yang lain mungkin merasa desainnya kurang seimbang dan kehilangan aura skutik gambot.
Ketinggian joknya yang mencapai 815 mm juga patut menjadi catatan, yang mungkin akan menjadi tantangan bagi sebagian postur pengendara di Indonesia.
Jantung Pacu Teruji, Fitur Berlimpah
Di balik jubahnya yang radikal, Yamaha menanamkan jantung pacu yang sudah sangat teruji dan dicintai di Indonesia: mesin 155cc SOHC 4-katup BlueCore berpendingin cairan, yang identik dengan keluarga MAXi seperti NMAX dan Aerox. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga sebesar 15 hp pada 8.000 rpm dan torsi puncak 14 Nm pada 6.500 rpm, menjanjikan performa yang responsif dan andal.Yamaha tidak main-main soal fitur. X Force sudah dibekali:
Pencahayaan full LED.
Panel instrumen digital yang dapat terhubung ke ponsel melalui aplikasi Y-Connect.
Port pengisian daya ponsel.
Fitur keselamatan canggih: Traction Control System (TCS) untuk mencegah ban selip dan rem cakram depan-belakang.
Sebuah catatan kritis, sistem pengereman ABS-nya masih single-channel (hanya di roda depan), sebuah kompromi yang mungkin dilakukan untuk menekan harga.
Harga dan Harapan di Tanah Air
Di Jepang, Yamaha X Force 2025 dibanderol dengan harga 407.000 yen, atau jika dirupiahkan setara dengan sekitar Rp 44 jutaan. Harga ini menempatkannya di segmen skutik premium, bersaing ketat dengan saudaranya sendiri.Kehadirannya di Jepang ini seolah menjadi "kode keras" bagi pasar Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Pertanyaannya, apakah konsumen Indonesia yang sudah sangat nyaman dengan desain elegan dan mengalir dari NMAX dan Aerox, siap menerima "pemberontak" berwajahEropaini?
(dan)
Lihat Juga :