Subaru Luncurkan SUV Anti Pegal di GIIAS, Bisa Berhenti Sendiri Jika Sopir Pingsan, Harganya?
Kamis, 24 Juli 2025 - 10:10 WIB
loading...
The All-New Subaru Forester resmi melakukan debut perdananya di Asia Tenggara. Foto: Subaru Indonesia
A
A
A
ICE BSD - Subaru membuat sebuah pernyataan tegas di panggung Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Mereka tidak hanya meluncurkan mobil baru, tetapi SUV yang diklaim sebagai 'malaikat pelindung' di jalan raya.
Inilah The All-New Subaru Forester, yang melakukan debut perdananya di Asia Tenggara dengan membawa dua senjata andalan yang luar biasa unik: jok medis 'anti pegal' dan teknologi yang bisa menghentikan mobil secara otomatis jika pengemudinya pingsan.
Mobil ini sontak menjadi pusat perhatian di Hall 2B. Subaru seolah ingin berkata bahwa di era gempuran mobil listrik dan desain futuristis, keselamatan dan kenyamanan fundamental adalah raja sesungguhnya.
Jok Anti Pegal dan Rem Otomatis Darurat
Dua fitur inilah yang menjadi sorotan utama. Pertama adalah Emergency Driving Stop Assist. Bayangkan skenario terburuk: pengemudi tiba-tiba mengalami kondisi medis darurat atau tertidur lelap di tengah jalan tol.
Sistem canggih pada Forester akan mendeteksi tidak adanya respon, lalu secara perlahan dan aman menghentikan laju kendaraan sepenuhnya sambil menyalakan lampu hazard. Sebuah fitur yang bisa menjadi pembeda antara hidup dan mati.
Kedua, adalah 'Jok Anti Pegal'. Ini bukan sekadar nama marketing. Subaru bekerja sama dengan institusi kesehatan di Jepang untuk merancang kursi yang secara ilmiah mampu menopang panggul dan tulang belakang dengan ideal.
Hasilnya, klaim mereka, adalah perjalanan ratusan kilometer tanpa rasa lelah dan pegal yang menyiksa.
"Kami hadir bukan sekedar menawarkan produk, tetapi membangun hubungan jangka panjang. Melalui The All-New Subaru Forester, kami ingin menunjukkan komitmen penuh dalam memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan dan aman," tegas Arie Christopher, Chief Executive Officer Subaru Indonesia.
Mesin Boxer Klasik di Era Modern
Di saat para kompetitor berlomba dengan mesin turbo atau sistem hybrid, Subaru tetap setia pada resep andalannya: mesin Boxer 2.5 liter non-turbo yang kini menghasilkan tenaga 185 PS dan torsi 247 Nm.
Dipadukan dengan transmisi otomatis Lineartronic 8-percepatan dan sistem penggerak empat roda permanen (Symmetrical AWD) yang legendaris, Forester menjanjikan stabilitas dan cengkeraman superior di segala kondisi, dari aspal mulus hingga jalanan berlumpur.
Dengan ground clearance setinggi 220 mm, mobil ini siap diajak bertualang tanpa rasa was-was. Kabinnya pun diklaim 12,5% lebih senyap, menjanjikan ketenangan di tengah kemacetan kota.
Namun, setelah pameran usai, harganya akan kembali normal menjadi Rp735.500.000. Ini adalah diskon peluncuran sebesar Rp40 juta yang jelas sangat menggiurkan.
Namun, dengan banderol harga yang menyentuh angka Rp700 jutaan, Forester harus bertarung sengit di segmen SUV premium yang padat.
Subaru tidak mencoba melawan Toyota atau Honda secara langsung. Mereka bermain di ceruk pasar berbeda, menargetkan konsumen yang memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan di atas segalanya, dan rela membayar lebih untuk itu.
Untuk meyakinkan pembeli, Subaru Indonesia juga membekalinya dengan paket purna jual yang sangat kuat: garansi 5 tahun/180.000 km, servis gratis selama 3 tahun, dan layanan darurat 24/7 selama 5 tahun.
Pada akhirnya, The All-New Subaru Forester bukanlah mobil untuk semua orang. Ia adalah sebuah tawaran bagi mereka yang mencari lebih dari sekadar alat transportasi, melainkan sebuah kepastian rasa aman dan kenyamanan tanpa kompromi.
Pertanyaannya, apakah ketenangan pikiran sepadan dengan harga yang ditawarkan? Pasar Indonesia yang akanmenjawabnya.
Inilah The All-New Subaru Forester, yang melakukan debut perdananya di Asia Tenggara dengan membawa dua senjata andalan yang luar biasa unik: jok medis 'anti pegal' dan teknologi yang bisa menghentikan mobil secara otomatis jika pengemudinya pingsan.
Mobil ini sontak menjadi pusat perhatian di Hall 2B. Subaru seolah ingin berkata bahwa di era gempuran mobil listrik dan desain futuristis, keselamatan dan kenyamanan fundamental adalah raja sesungguhnya.
Jok Anti Pegal dan Rem Otomatis Darurat
![Subaru Luncurkan SUV Anti Pegal di GIIAS, Bisa Berhenti Sendiri Jika Sopir Pingsan, Harganya?]()
Dua fitur inilah yang menjadi sorotan utama. Pertama adalah Emergency Driving Stop Assist. Bayangkan skenario terburuk: pengemudi tiba-tiba mengalami kondisi medis darurat atau tertidur lelap di tengah jalan tol. 
Sistem canggih pada Forester akan mendeteksi tidak adanya respon, lalu secara perlahan dan aman menghentikan laju kendaraan sepenuhnya sambil menyalakan lampu hazard. Sebuah fitur yang bisa menjadi pembeda antara hidup dan mati.
Kedua, adalah 'Jok Anti Pegal'. Ini bukan sekadar nama marketing. Subaru bekerja sama dengan institusi kesehatan di Jepang untuk merancang kursi yang secara ilmiah mampu menopang panggul dan tulang belakang dengan ideal.
Hasilnya, klaim mereka, adalah perjalanan ratusan kilometer tanpa rasa lelah dan pegal yang menyiksa.
"Kami hadir bukan sekedar menawarkan produk, tetapi membangun hubungan jangka panjang. Melalui The All-New Subaru Forester, kami ingin menunjukkan komitmen penuh dalam memberikan pengalaman berkendara yang menyenangkan dan aman," tegas Arie Christopher, Chief Executive Officer Subaru Indonesia.
Mesin Boxer Klasik di Era Modern
![Subaru Luncurkan SUV Anti Pegal di GIIAS, Bisa Berhenti Sendiri Jika Sopir Pingsan, Harganya?]()
Di saat para kompetitor berlomba dengan mesin turbo atau sistem hybrid, Subaru tetap setia pada resep andalannya: mesin Boxer 2.5 liter non-turbo yang kini menghasilkan tenaga 185 PS dan torsi 247 Nm. 
Dipadukan dengan transmisi otomatis Lineartronic 8-percepatan dan sistem penggerak empat roda permanen (Symmetrical AWD) yang legendaris, Forester menjanjikan stabilitas dan cengkeraman superior di segala kondisi, dari aspal mulus hingga jalanan berlumpur.
Dengan ground clearance setinggi 220 mm, mobil ini siap diajak bertualang tanpa rasa was-was. Kabinnya pun diklaim 12,5% lebih senyap, menjanjikan ketenangan di tengah kemacetan kota.
Harga untuk sebuah Ketenangan Pikiran
Tentu saja, semua teknologi dan kenyamanan premium ini datang dengan harga. Selama pameran GIIAS 2025, The All-New Subaru Forester ditawarkan dengan harga promo Rp695.500.000 (On-the-road Jakarta).Namun, setelah pameran usai, harganya akan kembali normal menjadi Rp735.500.000. Ini adalah diskon peluncuran sebesar Rp40 juta yang jelas sangat menggiurkan.
Namun, dengan banderol harga yang menyentuh angka Rp700 jutaan, Forester harus bertarung sengit di segmen SUV premium yang padat.
Subaru tidak mencoba melawan Toyota atau Honda secara langsung. Mereka bermain di ceruk pasar berbeda, menargetkan konsumen yang memprioritaskan keselamatan dan kenyamanan di atas segalanya, dan rela membayar lebih untuk itu.
Untuk meyakinkan pembeli, Subaru Indonesia juga membekalinya dengan paket purna jual yang sangat kuat: garansi 5 tahun/180.000 km, servis gratis selama 3 tahun, dan layanan darurat 24/7 selama 5 tahun.
Pada akhirnya, The All-New Subaru Forester bukanlah mobil untuk semua orang. Ia adalah sebuah tawaran bagi mereka yang mencari lebih dari sekadar alat transportasi, melainkan sebuah kepastian rasa aman dan kenyamanan tanpa kompromi.
Pertanyaannya, apakah ketenangan pikiran sepadan dengan harga yang ditawarkan? Pasar Indonesia yang akanmenjawabnya.
(dan)
Lihat Juga :